3 Tentara AS Tewas Diserang Rudal Iran, Trump Salahkan Yordania
Kamis, 23 Juli 2026 - 07:19 WIB
loading...
Presiden Donald Trump salahkan Yordania setelah 3 tentara AS tewas dalam serangan rudal dan drone Iran di wilayah kerajaan tersebut. Foto/White House
A
A
A
WASHINGTON - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump menyalahkan Yordania setelah tiga tentara militer AS tewas dalam serangan rudal dan drone Iran di wilayah kerajaan tersebut. Menurut Trump, insiden itu tidak akan terjadi jika sistem pertahanan di negara itu dioperasikan personel Amerika.
Kritik pedas Trump terhadap sekutu Amerika di Teluk itu disampaikan dalam pertemuan dengan Presiden Lebanon Joseph Aoun di Gedung Putih pada Selasa waktu Washington. “Iran telah menyelundupkan sesuatu melalui wilayah Yordania," kata Trump, sebagaimana dikutip dari CBS News, Kamis (23/7/2026).
Baca Juga: Iran Berhasil Serang Situs CIA, Amerika Curiga Rusia Terlibat
“Itu tidak akan terjadi jika pasukan atau personel Amerika yang bertanggung jawab," lanjut orang nomor satu Amerika tersebut.
Trump melanjutkan: “Ketika Anda membiarkan orang lain melakukan pekerjaan Anda, segalanya tidak selalu berjalan dengan baik.”
Sebelumnya, Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) mengatakan tentara-tentara AS telah tewas dan sistem radar hancur di Yordania. Selain itu, fasilitas milik perusahaan AS; Amazon, di Bahrain telah menjadi sasaran sebagai balasan atas serangan Amerika terhadap Iran.
IRGC mengatakan Menteri Perang AS Pete Hegseth telah menggambarkan tentara-tentara yang tewas sebagai pahlawan sambil menyembunyikan jumlah korban sebenarnya. Mereka menambahkan bahwa “rakyat bebas di dunia” akan meminta pertanggungjawaban mereka yang mereka sebut sebagai “penjahat perang yang membunuh anak-anak tak berdosa”.
Sementara itu, militer Yordania mengatakan sistem pertahanan udaranya telah mencegat dan menembak jatuh tiga rudal yang diluncurkan dari wilayah Iran pada Senin malam setelah ledakan keras terdengar di beberapa wilayah. Sumber militer Yordania mengatakan rudal tersebut tidak menyebabkan korban jiwa atau kerusakan material.
Serangan mematikan Iran terhadap basis pasukan AS di Yordania terjadi pada hari Jumat pekan lalu. Awalnya, dua tentara AS dilaporkan tewas dan satu lainnya hilang.
Namun, tentara yang hilang itu akhirnya dinyatakan tewas, sehingga total ada tiga tentara Amerika yang tewas di kerajaan tersebut. Kematian tentara ketiga itu menambah total tentara AS yang tewas selama perang melawan Iran menjadi 18 personel.
Kritik pedas Trump terhadap sekutu Amerika di Teluk itu disampaikan dalam pertemuan dengan Presiden Lebanon Joseph Aoun di Gedung Putih pada Selasa waktu Washington. “Iran telah menyelundupkan sesuatu melalui wilayah Yordania," kata Trump, sebagaimana dikutip dari CBS News, Kamis (23/7/2026).
Baca Juga: Iran Berhasil Serang Situs CIA, Amerika Curiga Rusia Terlibat
“Itu tidak akan terjadi jika pasukan atau personel Amerika yang bertanggung jawab," lanjut orang nomor satu Amerika tersebut.
Trump melanjutkan: “Ketika Anda membiarkan orang lain melakukan pekerjaan Anda, segalanya tidak selalu berjalan dengan baik.”
Sebelumnya, Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) mengatakan tentara-tentara AS telah tewas dan sistem radar hancur di Yordania. Selain itu, fasilitas milik perusahaan AS; Amazon, di Bahrain telah menjadi sasaran sebagai balasan atas serangan Amerika terhadap Iran.
IRGC mengatakan Menteri Perang AS Pete Hegseth telah menggambarkan tentara-tentara yang tewas sebagai pahlawan sambil menyembunyikan jumlah korban sebenarnya. Mereka menambahkan bahwa “rakyat bebas di dunia” akan meminta pertanggungjawaban mereka yang mereka sebut sebagai “penjahat perang yang membunuh anak-anak tak berdosa”.
Sementara itu, militer Yordania mengatakan sistem pertahanan udaranya telah mencegat dan menembak jatuh tiga rudal yang diluncurkan dari wilayah Iran pada Senin malam setelah ledakan keras terdengar di beberapa wilayah. Sumber militer Yordania mengatakan rudal tersebut tidak menyebabkan korban jiwa atau kerusakan material.
Serangan mematikan Iran terhadap basis pasukan AS di Yordania terjadi pada hari Jumat pekan lalu. Awalnya, dua tentara AS dilaporkan tewas dan satu lainnya hilang.
Namun, tentara yang hilang itu akhirnya dinyatakan tewas, sehingga total ada tiga tentara Amerika yang tewas di kerajaan tersebut. Kematian tentara ketiga itu menambah total tentara AS yang tewas selama perang melawan Iran menjadi 18 personel.
(mas)
Lihat Juga :