Menlu Rusia Curhat Soal Sanksi di Sidang Umum PBB

Selasa, 22 September 2020 - 20:18 WIB
loading...
Menlu Rusia Curhat Soal...
Menteri Luar Negeri Rusia Sergei Lavrov. Foto/Euronoews
A A A
MOSKOW - Menteri Luar Negeri (Menlu) Rusia mengeluhkan tentang negara-negara yang menggunakan sanksi untuk mencampuri urusan dalam negeri negara lain di sidang umum PBB . Ia mengatakan bahwa hukuman semacam itu menghambat respon dunia yang efektif terhadap masalah-masalah seperti pandemi virus Corona, perubahan iklim, konflik militer dan terorisme internasional.

Dalam pidatonya yang disampaikan di Moskow, Menteri Luar Negeri Rusia Sergei Lavrov mengatakan upaya beberapa negara untuk mencampuri urusan dalam negeri negara lain, menggunakan sanksi sepihak mengganggu penanganan ancaman yang dihadapi dunia saat ini.

"Kami percaya bahwa ini sebagian besar disebabkan oleh fakta bahwa beberapa negara tidak bersedia mempertanggungjawabkan kepentingan sah negara lain," kata Lavrov dalam pidatonya atas nama Organisasi Perjanjian Keamanan Kolektif, yang terdiri dari Rusia, Belarusia, Armenia, Kazakhstan, Kyrgyzstan dan Tajikistan.

"Mereka berusaha untuk memaksakan konsep dan standar seperti 'tatanan dunia berbasis aturan' sambil mencoba mencampuri urusan dalam negeri negara lain, menggunakan sanksi sepihak yang melanggar hak prerogatif Dewan Keamanan PBB, dan menunjukkan intoleransi dan kebencian," tuturnya seperti dikutip dari AP, Selasa (22/9/2020).

Lavrov, dalam pidatonya, menyerukan persatuan dan mendesak negara-negara untuk menegaskan kembali komitmen mereka terhadap piagam PBB dan hukum internasional, dengan mengatakan bahwa dunia lelah membagi garis, memisahkan negara menjadi teman dan musuh.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Zelensky Ditekan untuk...
Zelensky Ditekan untuk Pecat Jenderal Tertinggi Ukraina di Tengah Perang Melawan Rusia
Langka, Kapal Perang...
Langka, Kapal Perang China Latihan Tembak di Dalam ZEE Jepang
Makin Kewalahan, Rusia...
Makin Kewalahan, Rusia Pilih Buru Operator Drone Ukraina
Jenderal Ini Klaim Ukraina...
Jenderal Ini Klaim Ukraina Akan Mengalami Kekalahan, Ini 4 Pemicunya
39 Rudal Rusia Hujani...
39 Rudal Rusia Hujani Ibu Kota Ukraina, Warga Sipil Ketakutan
Beda Pendapat dengan...
Beda Pendapat dengan Pemerintah, Banyak Warga Rusia Didenda dan Dipenjara
Warga India Gila Emas,...
Warga India 'Gila' Emas, Perusahaan Gadai Rusia Bidik Pasar Rp89.038 Triliun
Houthi Akan Tutup Selat...
Houthi Akan Tutup Selat Bab el-Mandeb Jika AS Serang Fasilitas Energi Iran
Perang Lawan Iran Semakin...
Perang Lawan Iran Semakin Panas! AS Minta Warganya di Seluruh Dunia Waspada
Rekomendasi
PWI Laporkan Hotman...
PWI Laporkan Hotman Paris ke Polisi, Sahroni Yakin Diusut secara Transparan
Bug Windows 11 Terdeteksi...
Bug Windows 11 Terdeteksi Menguras Penyimpanan SSD Pengguna hingga 70GB
Dugaan Penyamaran Aset...
Dugaan Penyamaran Aset Mantan Jampidsus Febrie Adriansyah Disorot
Berita Terkini
Mediator Usulkan Gencatan...
Mediator Usulkan Gencatan Senjata 10 Hari untuk Hidupkan Lagi Kesepakatan AS-Iran
Seorang Tentara AS Tewas...
Seorang Tentara AS Tewas di Irak Saat Buang Amunisi Drone Iran yang Jatuh
AS Tak Dapat Lindungi...
AS Tak Dapat Lindungi 50.000 Pasukannya di Timur Tengah dari Persenjataan Iran yang Besar
Militer Iran Gempur...
Militer Iran Gempur Sistem Rudal HIMARS AS di Kuwait
Iran Berterima Kasih...
Iran Berterima Kasih pada Warga Yordania karena Bantu Menargetkan Pasukan AS
Pertahanan Udara AS...
Pertahanan Udara AS Kewalahan Hadapi Rudal-rudal Iran yang Kian Canggih
Infografis
7 Rudal Jelajah Terkuat...
7 Rudal Jelajah Terkuat di Dunia, Misil-Misil Rusia Mendominasi
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved