Korban Jiwa Militer AS Berjatuhan, Trump: Iran Akan Bayar Berkali-kali Lipat!

Selasa, 21 Juli 2026 - 09:25 WIB
loading...
Korban Jiwa Militer...
Presiden Donald Trump menyatakan Iran akan membayar berkali-kali lipat setelah total 17 tentara AS tewas dalam perang di Timur Tengah. Foto/White House
A A A
TEHERAN - Presiden Donald Trump tidak terima setelah para tentara militer Amerika Serikat (AS) tewas di negara-negara Teluk akibat serangan Iran. Pemimpin Amerika itu berjanji bahwa Teheran akan membayar pembunuhan itu berkal-kali lipat.

Pada Jumat pekan lalu, serangan rudal dan drone Iran di pangkalan militer di Yordania menewaskan dua tentara AS dan menyebabkan satu tentara lainnya hilang. Keesokan harinya, pada Sabtu, seorang tentara AS tewas dalam serangan drone Iran di Irak utara.

Baca Juga: Presiden Pezeshkian: Iran Sedang Perang Skala Penuh dengan AS!

Menurut data resmi Pentagon, total tentara militer Amerika yang tewas dalam perang melawan Iran menjadi 17 personel, dan lebih dari 430 lainnya terluka. Namun, Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) percaya jumlah korban tewas militer AS mencapai puluhan personel.

"Setiap kali Iran membunuh seorang tentara Amerika, mereka akan membayar pembunuhan itu berkali-kali lipat!" tulis Trump di Truth Social, Selasa (21/7/2026).

"Arahan ini telah disampaikan kepada Menteri Perang Pete Hegseth, Ketua Kepala Staf Gabungan Daniel Caine, dan setiap pemimpin di militer," lanjut Trump.

Komando Pusat AS (CENTCOM) juga mengumukan bahwa pasukannya telah meluncurkan gelombang serangan terbaru terhadap Iran pada Senin sore waktu Amerika atau Selasa dini hari waktu Iran. Ini menjadi serangan hari kesepuluh berturut-turut terhadap republik Islam.

"Hari ini pukul 16.00 sore ET, pasukan AS memulai serangkaian serangan baru terhadap Iran atas arahan Panglima Tertinggi. Serangan-serangan tersebut dirancang untuk semakin melemahkan kemampuan militer Iran yang digunakan untuk menyerang pengiriman komersial di Selat Hormuz," tulis CENTCOM di X.

Sebaliknya, militer Iran mengumumkan pada Selasa pagi bahwa rudal-rudal mereka telah menghantam pangkalan Amerika Serikat (AS) di Kuwait.

Serangan ini diluncurkan tak lama setelah Presiden Iran Masoud Pezeshkian mengatakan bahwa konflik antaranya dengan Amerika sekarang telah berubah menjadi perang skala penuh.

"Pasukan darat menargetkan sistem rudal HIMARS milik tentara teroris AS yang ditempatkan di pangkalan Arifjan di Kuwait dengan rudal permukaan-ke-permukaan," tulis kantor berita IRNA, mengutip pejabat hubungan masyarakat Angkatan Darat Iran.

"HIMARS adalah sistem rudal mobile dengan kemampuan untuk bergerak cepat melawan target darat, yang, ketika ditargetkan, menyebabkan kerusakan pada lapisan ofensif dan defensif dan mengurangi kekuatan rudal musuh dalam kejahatan agresif," lanjut pejabat militer tersebut.

Kamp Arifjan, yang terletak di selatan Kuwait City, menampung unsur-unsur Angkatan Udara, Angkatan Laut, Korps Marinir, dan Penjaga Pantai AS.

Sebelumnya, Presiden Pezeshkian dalam sebuah pernyataan yang dikeluarkan Kantor Kepresidenan, mengatakan bahwa Iran sedang berperang skala penuh dengan AS. Pernyataan ini disampaikan ketika Washington memperluas serangannya di seluruh Republik Islam termasuk sebuah kota yang menjadi lokasi pembangkit listrik tenaga nuklir (PLTN).

Iran juga terus melancarkan serangan di seluruh wilayah Timur Tengah sebagai respons, di mana Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) mengumumkan bahwa mereka telah menyerang target AS di Bahrain, Yordania, dan Suriah. Sedangkan Bahrain mengatakan Teheran telah menargetkan sistem navigasi udaranya.

“Realitasnya adalah bahwa saat ini Republik Islam Iran terlibat dalam perang skala penuh,” kata Pezeshkian. "Kita harus realistis dan menerima konsekuensi alami dari perlawanan ini."
(mas)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Iran Desak Warga di...
Iran Desak Warga di Negara-negara Teluk Jaga Jarak 500 Meter dari Akomodasi Rahasia Pasukan AS
Pasukan Koalisi Pimpinan...
Pasukan Koalisi Pimpinan Arab Saudi Serang Wilayah Houthi Yaman
Baku Tembak Pecah di...
Baku Tembak Pecah di Tepi Barat, 1 Ekstremis Israel Tewas, 4 Warga Palestina Meninggal
Dituding Dukung Militer...
Dituding Dukung Militer AS, Iran Serang Pusat Data Amazon di Bahrain
Mesir Desak AS Percepat...
Mesir Desak AS Percepat Pengerahan Pasukan Stabilisasi Internasional di Gaza
AS Gencarkan Serangan...
AS Gencarkan Serangan di Iran, Houthi Izinkan Kapal-kapal China lewat Selat Bab al-Mandeb
Trump Getok Tarif Impor...
Trump Getok Tarif Impor Baru ke 60 Negara, Sekutu di Asia Protes Keras
Jet Tempur AS Bombardir...
Jet Tempur AS Bombardir Pulau Qeshm dan Kota Ahvav Iran, 4 Orang Tewas
Fasilitas Baru Arab...
Fasilitas Baru Arab Saudi, Umrah Berkali-kali dalam Setahun Cukup Ajukan Visa 1 Kali
Rekomendasi
Mudah Emosi dan Defensif?...
Mudah Emosi dan Defensif? Ternyata Kurang Tidur Bisa Jadi Penyebab Utamanya
Pertamina Foundation...
Pertamina Foundation Tanamkan Peduli Lingkungan Usia Dini
Indonesia Perlu Arah...
Indonesia Perlu Arah Kebijakan Baru Jadi Pusat Hilirisasi Sawit Dunia
Berita Terkini
Kebakaran Hutan Paksa...
Kebakaran Hutan Paksa Evakuasi 80.000 Orang di Prancis dan Spanyol
Iran Desak Warga di...
Iran Desak Warga di Negara-negara Teluk Jaga Jarak 500 Meter dari Akomodasi Rahasia Pasukan AS
Pasukan Koalisi Pimpinan...
Pasukan Koalisi Pimpinan Arab Saudi Serang Wilayah Houthi Yaman
Serangan Ekstremis Yahudi...
Serangan Ekstremis Yahudi Meningkat di Tepi Barat, Fatah Salahkan Pemerintah Israel
Baku Tembak Pecah di...
Baku Tembak Pecah di Tepi Barat, 1 Ekstremis Israel Tewas, 4 Warga Palestina Meninggal
Wali Kota Sadiq Khan...
Wali Kota Sadiq Khan Sebut Netanyahu Pelaku Genosida dan Tidak Diterima di London
Infografis
Perang AS-Israel vs...
Perang AS-Israel vs Iran Telah Mengungkap Kelemahan Militer Inggris
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved