Iran Nyatakan Perang Skala Penuh, Rudalnya Gempur Pangkalan AS di Kuwait
Selasa, 21 Juli 2026 - 08:52 WIB
loading...
A
A
A
Sebelumnya, Presiden Pezeshkian dalam sebuah pernyataan yang dikeluarkan Kantor Kepresidenan, mengatakan bahwa Iran sedang berperang skala penuh dengan AS. Pernyataan ini disampaikan ketika Washington memperluas serangannya di seluruh Republik Islam termasuk sebuah kota yang menjadi lokasi pembangkit listrik tenaga nuklir (PLTN).
Iran juga terus melancarkan serangan di seluruh wilayah Timur Tengah sebagai respons, di mana Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) mengumumkan bahwa mereka telah menyerang target AS di Bahrain, Yordania, dan Suriah. Sedangkan Bahrain mengatakan Teheran telah menargetkan sistem navigasi udaranya.
“Realitasnya adalah bahwa saat ini Republik Islam Iran terlibat dalam perang skala penuh,” kata Pezeshkian. "Kita harus realistis dan menerima konsekuensi alami dari perlawanan ini."
Tak kalah keras, Presiden AS Donald Trump menyatakan bahwa Teheran akan membayar mahal setelah kematian tiga tentara AS lagi dalam perang tersebut. Kematian tiga tentara itu menambah jumlah total korban jiwa di pihak militer Amerika menjadi 17 personel.
Menurut data Pentagon, hampir 100 anggota militer AS telah terluka sejak 7 Juli, sebagian besar dengan gegar otak ringan.
Iran juga terus melancarkan serangan di seluruh wilayah Timur Tengah sebagai respons, di mana Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) mengumumkan bahwa mereka telah menyerang target AS di Bahrain, Yordania, dan Suriah. Sedangkan Bahrain mengatakan Teheran telah menargetkan sistem navigasi udaranya.
“Realitasnya adalah bahwa saat ini Republik Islam Iran terlibat dalam perang skala penuh,” kata Pezeshkian. "Kita harus realistis dan menerima konsekuensi alami dari perlawanan ini."
Tak kalah keras, Presiden AS Donald Trump menyatakan bahwa Teheran akan membayar mahal setelah kematian tiga tentara AS lagi dalam perang tersebut. Kematian tiga tentara itu menambah jumlah total korban jiwa di pihak militer Amerika menjadi 17 personel.
Menurut data Pentagon, hampir 100 anggota militer AS telah terluka sejak 7 Juli, sebagian besar dengan gegar otak ringan.
Lihat Juga :