Perang Iran Makin Panas, AS Kerahkan Banyak Jet Tempur Siluman F-35 ke Timur Tengah
Minggu, 19 Juli 2026 - 09:38 WIB
loading...
A
A
A
Dalam beberapa minggu terakhir, pesawat tempur siluman F-22 Raptor dan F-15E Strike Eagle, serta pesawat serang A-10 Thunderbolt II juga ditarik kembali ke pangkalan mereka setelah dikerahkan ke Timur Tengah, meskipun banyak pesawat tempur Angkatan Udara dan Angkatan Laut tetap berada di wilayah tersebut.
Pesawat F-16 dari Skuadron Tempur ke-480 baru saja kembali ke Jerman. Namun hanya beberapa minggu setelah pulang, pesawat-pesawat "Wild Weasel" dari unit tersebut, yang khusus dalam menekan pertahanan udara musuh, dikerahkan kembali ke Timur Tengah.
AS juga telah memberlakukan kembali blokade militer terhadap pelabuhan-pelabuhan Iran dan sekarang melakukan serangan udara terhadap berbagai target yang lebih luas di dalam Iran.
AS telah melakukan serangan udara selama tujuh hari berturut-turut, peningkatan konflik terbesar sejak nota kesepahaman (MoU) antara kedua negara ditandatangani pada bulan Juni. Komando Pusat AS (CENTCOM) mengatakan dalam sebuah pernyataan pada hari Sabtu bahwa serangan udara tersebut dirancang untuk terus melemahkan kemampuan militer Iran.
Pengerahan pesawat tempur tambahan AS menunjukkan bahwa perang dapat meluas karena pemerintahan Trump berupaya menekan rezim Iran untuk menyetujui kesepakatan lain.
Iran telah merespons dengan kekuatan yang lebih besar. Pihak Kuwait mengatakan sebuah pembangkit listrik dan pabrik desalinasi air diserang, sebuah eskalasi dramatis yang ditujukan pada infrastruktur sipil.
Pesawat F-16 dari Skuadron Tempur ke-480 baru saja kembali ke Jerman. Namun hanya beberapa minggu setelah pulang, pesawat-pesawat "Wild Weasel" dari unit tersebut, yang khusus dalam menekan pertahanan udara musuh, dikerahkan kembali ke Timur Tengah.
AS juga telah memberlakukan kembali blokade militer terhadap pelabuhan-pelabuhan Iran dan sekarang melakukan serangan udara terhadap berbagai target yang lebih luas di dalam Iran.
AS telah melakukan serangan udara selama tujuh hari berturut-turut, peningkatan konflik terbesar sejak nota kesepahaman (MoU) antara kedua negara ditandatangani pada bulan Juni. Komando Pusat AS (CENTCOM) mengatakan dalam sebuah pernyataan pada hari Sabtu bahwa serangan udara tersebut dirancang untuk terus melemahkan kemampuan militer Iran.
Pengerahan pesawat tempur tambahan AS menunjukkan bahwa perang dapat meluas karena pemerintahan Trump berupaya menekan rezim Iran untuk menyetujui kesepakatan lain.
Iran telah merespons dengan kekuatan yang lebih besar. Pihak Kuwait mengatakan sebuah pembangkit listrik dan pabrik desalinasi air diserang, sebuah eskalasi dramatis yang ditujukan pada infrastruktur sipil.
Lihat Juga :