Mojtaba Khamenei: Tanda Tangan Trump di MoU AS-Iran Tak Berharga dan Tak Miliki Kredibilitas!

Minggu, 19 Juli 2026 - 06:04 WIB
loading...
Mojtaba Khamenei: Tanda...
Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Mojtaba Khamenei sebut tanda tangan Presiden AS di MoU Amerika-Iran tidak berharga dan tidak memiliki kredibilitas. Foto/Tasnim News Agency
A A A
TEHERAN - Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Mojtaba Khamenei, dalam pernyataan pada hari Sabtu, mengatakan bahwa tanda tangan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump yang dibubuhkan di dalam Memorandum Kesepahaman (MoU) Islamabad 14 poin pada bulan lalu "tidak berharga dan tidak memiliki kredibilitas". Komentar tersebut muncul setelah terjadi pelanggaran berulang terhadap MoU antara kedua negara.

MoU itu ditandatangani Washington dan Teheran pada 17 Juni, namun tidak membawa kedua negara berdamai secara permanen.

Baca Juga: Pentagon: Serangan Rudal Iran Tewaskan 2 Tentara AS dan 1 Lainnya Hilang

"Serangan Amerika yang diperbarui di wilayah Iran merupakan bukti tak terbantahkan lainnya tentang ketidakjujuran, irasionalitas, ketidakandalan, dan sifat jahat AS," kata Mojtaba.

Saat permusuhan kembali berkobar pada hari Sabtu, Mojtaba bersumpah akan memberi pelajaran kepada AS, yang dia sebut sebagai "Setan". "Pelajaran yang tak terlupakan," katanya.

Sebelumnya pada hari Sabtu, seorang negosiator mengatakan Iran menangguhkan komitmennya terhadap kesepakatan sementara setelah setidaknya 50 orang tewas dan lebih dari 500 orang terluka dalam serangan oleh AS sepanjang bulan ini.

"Sekarang musuh Amerika berusaha untuk memicu perang dan menanggung konsekuensi paling seriusnya, mereka harus tahu bahwa bangsa Iran yang terkasih dan poros perlawanan memiliki pelajaran yang tak terlupakan untuk ditawarkan kepada mereka," papar Mojtaba.

Pemimpin Iran tersebut mengkritik AS yang dia sebut telah mengungkapkan "wajah aslinya yang tanpa topeng" dan mengatakan bahwa pelanggaran dalam MoU Islamabad menjadi bukti ketidakjujuran, irasionalitas, ketidakandalan, dan sifat jahat Amerika.

"Pemaksaan, totaliterisme, dan kebrutalan adalah komponen yang tak terpisahkan dari keyakinan dan doktrin AS," imbuh Mojtaba.

Komando Pusat AS (CENTCOM) mengatakan pada Sabtu pagi bahwa serangan malam ketujuh berturut-turut mereka menghantam situs pengawasan, infrastruktur logistik militer, penyimpanan senjata bawah tanah, dan kemampuan maritim Iran.

"AS telah melanggar komitmennya berdasarkan kesepakatan yang ditandatangani sekitar sebulan yang lalu, dan sekarang Iran tidak lagi melaksanakannya", kata Wakil Menteri Luar Negeri Iran Kazem Gharibabadi kepada televisi pemerintah.

Pertempuran di Selat Hormuz telah meningkat dalam konflik yang semakin berfokus pada kendali jalur perairan penting yang sebelumnya membawa seperlima minyak mentah dunia. Serangan tersebut mengancam warga sipil dan infrastruktur, termasuk pabrik desalinasi untuk air minum, sementara ekonomi global kembali siaga.
(mas)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Berapa Banyak Jumlah...
Berapa Banyak Jumlah Tentara AS yang Tewas selama Perang Iran?
4 Alasan Rakyat AS Marah...
4 Alasan Rakyat AS Marah Besar atas Kematian 2 Tentara dan Kegagalan Melawan Iran
Pakar Militer Israel...
Pakar Militer Israel Akui Iran Berperang Melawan AS seperti Negara Adidaya Modern, Ini 4 Alasannya
2 Tentara AS Tewas Dirudal...
2 Tentara AS Tewas Dirudal Iran, Anggota DPR Iran: Silakan Melarikan Diri
The Wall Street Journal...
The Wall Street Journal Ungkap Kemampuan Rudal Iran Lebih Unggul Dibandingkan Pertahanan Udara AS
Pakar Militer Ini Ungkap...
Pakar Militer Ini Ungkap Psikologi Presiden Trump Lebih Penting Dibandingkan Biaya Politik
Dewan Eropa Tuding FIFA...
Dewan Eropa Tuding FIFA Buka Pintu Kecurangan
Sampaikan Belasungkawa,...
Sampaikan Belasungkawa, Menlu RI Tekankan Peran Sheikh Hamad bagi Persahabatan Indonesia-Qatar
Dituduh Trump Campuri...
Dituduh Trump Campuri Pilpres AS 2020, Ini Jawaban Keras China
Rekomendasi
Sidang Gugatan Praperadilan...
Sidang Gugatan Praperadilan Roy Suryo Jilid III di PN Jaksel Digelar Rabu 22 Juli
VISION+ Perkenalkan...
VISION+ Perkenalkan First Look My Chef in Crime, Sintya Marisca Siap Beraksi
Ribuan Warga Mulai Padati...
Ribuan Warga Mulai Padati Nobar Final Piala Dunia 2026 di Lapangan Banteng
Berita Terkini
Baykar dan Leonardo...
Baykar dan Leonardo Kembangkan Drone MUM-T yang Jadi Andalan Perang Masa Depan
Jenderal Ini Klaim Ukraina...
Jenderal Ini Klaim Ukraina Akan Mengalami Kekalahan, Ini 4 Pemicunya
Berapa Banyak Jumlah...
Berapa Banyak Jumlah Tentara AS yang Tewas selama Perang Iran?
5 Strategi Jitu Tingkatkan...
5 Strategi Jitu Tingkatkan Popularitas, PM Anwar Ibrahim Gunakan Kembaran ala PMX.AI
Pakar Militer Israel...
Pakar Militer Israel Akui Iran Berperang Melawan AS seperti Negara Adidaya Modern, Ini 4 Alasannya
4 Alasan Rakyat AS Marah...
4 Alasan Rakyat AS Marah Besar atas Kematian 2 Tentara dan Kegagalan Melawan Iran
Infografis
4 Alasan Selat Hormuz...
4 Alasan Selat Hormuz Jadi Medan Perang Mematikan Antara Iran dan AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved