Iran Gempur Pusat Komando AS di Suriah, Hancurkan Radar dan Helikopter
Jum'at, 17 Juli 2026 - 14:40 WIB
loading...
Pasukan AS berada di Suriah. Foto/anadolu
A
A
A
TEHERAN - Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) telah melakukan serangan terhadap pusat komando operasi khusus Amerika Serikat yang ditempatkan di daerah At Tanf di Suriah barat daya sebagai balasan atas serangan AS. Kabar itu dilaporkan stasiun televisi Press TV pada hari Jumat (17/7/2026).
Serangan mendadak tersebut menghancurkan sistem radar, beberapa helikopter operasi khusus, dan sejumlah besar personel militer, kata laporan itu.
Pada malam tanggal 18 Juni, Teheran dan Washington secara jarak jauh menandatangani nota kesepahaman yang menjamin berakhirnya konflik militer.
Namun, sejak 8 Juli, pasukan AS telah melakukan beberapa rangkaian serangan terhadap Iran. Komando Pusat AS mengklaim serangan tersebut sebagai tanggapan atas tindakan Iran terhadap kapal-kapal komersial yang melintasi Selat Hormuz. Pasukan Iran membalas dengan serangan terhadap pangkalan-pangkalan AS di Timur Tengah.
Sementara itu, Iran menyatakan 38 orang tewas dan lebih dari 400 luka-luka akibat serangan AS sejak kedua pihak bertemu di Swiss pada 22 Juni untuk melakukan pembicaraan guna mengakhiri perang melalui periode negosiasi 60 hari, menurut laporan kantor berita AFP.
Gencatan senjata gagal dalam seminggu terakhir, dengan kedua pihak terus melakukan serangan balasan, sementara Selat Hormuz tetap ditutup untuk lalu lintas maritim.
Baca juga: Israel Marah atas Runtuhnya Dukungan AS, Padahal Sudah Bayar Buzzer Rp26,8 Miliar Per Bulan
Serangan mendadak tersebut menghancurkan sistem radar, beberapa helikopter operasi khusus, dan sejumlah besar personel militer, kata laporan itu.
Pada malam tanggal 18 Juni, Teheran dan Washington secara jarak jauh menandatangani nota kesepahaman yang menjamin berakhirnya konflik militer.
Namun, sejak 8 Juli, pasukan AS telah melakukan beberapa rangkaian serangan terhadap Iran. Komando Pusat AS mengklaim serangan tersebut sebagai tanggapan atas tindakan Iran terhadap kapal-kapal komersial yang melintasi Selat Hormuz. Pasukan Iran membalas dengan serangan terhadap pangkalan-pangkalan AS di Timur Tengah.
Sementara itu, Iran menyatakan 38 orang tewas dan lebih dari 400 luka-luka akibat serangan AS sejak kedua pihak bertemu di Swiss pada 22 Juni untuk melakukan pembicaraan guna mengakhiri perang melalui periode negosiasi 60 hari, menurut laporan kantor berita AFP.
Gencatan senjata gagal dalam seminggu terakhir, dengan kedua pihak terus melakukan serangan balasan, sementara Selat Hormuz tetap ditutup untuk lalu lintas maritim.
Baca juga: Israel Marah atas Runtuhnya Dukungan AS, Padahal Sudah Bayar Buzzer Rp26,8 Miliar Per Bulan
(sya)
Lihat Juga :