Israel Marah atas Runtuhnya Dukungan AS, Padahal Sudah Bayar Buzzer Rp26,8 Miliar Per Bulan

Jum'at, 17 Juli 2026 - 13:59 WIB
loading...
Israel Marah atas Runtuhnya...
Israel marah karena kampanye pengaruh senilai Rp26,8 miliar per bulan gagal menghentikan runtuhnya dukungan AS untuk Israel. Foto/Yonatan Sindel/Flash90 via Times of Israel
A A A
WASHINGTON - Para pejabat Zionis Israel dilaporkan marah karena kampanye pengaruh senilai USD1,5 juta (Rp26,8 miliar) per bulan yang dipimpin oleh mantan manajer kampanye Donald Trump, Brad Parscale, gagal menghentikan penurunan dukungan untuk Israel di kalangan konservatif muda Amerika Serikat (AS).

Meskipun jutaan dolar dihabiskan untuk menargetkan basis MAGA (Make America Great Again)—gerakan pendukung Presiden AS Donald Trump—, membentuk narasi media sosial, dan memengaruhi platform kecerdasan buatan (AI), jajak pendapat menunjukkan bahwa sikap terhadap Israel terus memburuk.

Baca Juga: Gaji Belum Bayar, Para Influencer Tuntut Badan Propaganda Israel Lebih dari Rp10 Miliar

Operasi dengan pengerahan buzzer tersebut bertujuan untuk mencegah kaum konservatif muda berbalik melawan Israel, menurut investigasi yang diterbitkan oleh TIME. Secara publik dipresentasikan sebagai kampanye untuk memerangi anti-Semitisme, tujuan strategisnya yang lebih luas adalah untuk mempertahankan dukungan bagi Israel di antara sebagian kelompok sayap kanan AS yang semakin kritis terhadap Israel dan keterlibatan Washington dalam perang regional Israel.

Pengajuan Undang-Undang Pendaftaran Agen Asing menunjukkan bahwa agensi periklanan global Havas menyewa perusahaan Parscale, Clock Tower X, pada September 2025 untuk melakukan kampanye digital atas nama Israel. Perjanjian tersebut mengharuskan perusahaan untuk memproduksi 100 konten orisinal setiap bulan, dengan setidaknya 80 persen ditujukan kepada audiens Generasi Z melalui TikTok, Instagram, YouTube, dan podcast.

Kampanye tersebut menjanjikan setidaknya 50 juta impresi digital setiap bulan dan mencakup upaya untuk memengaruhi bagaimana alat kecerdasan buatan, termasuk ChatGPT dari OpenAI, Claude dari Anthropic, dan Gemini dari Google, menampilkan Israel dan perang-perangnya. Parscale juga mengusulkan untuk mengintegrasikan narasi kampanye ke dalam properti dan saluran distribusi yang terkait dengan jaringan media konservatif Kristen; Salem Media Network, tempat dia menjabat sebagai kepala strategi.

Pada bulan April, Israel telah membayar perusahaan Parscale sebesar USD9 juta dan memperbarui kontraknya. Kampanye tersebut mencakup iklan digital dan jangkauan melalui pesan teks, bersamaan dengan upaya untuk memastikan bahwa materi yang menguntungkan Israel menempati peringkat teratas dalam sumber daring yang digunakan oleh sistem kecerdasan buatan.

Tiga orang yang mengetahui kampanye tersebut mengatakan bahwa para influencer konservatif menerima saran kata-kata melalui obrolan grup pribadi dan diberi kompensasi sesuai dengan jangkauan dan keterlibatan yang dihasilkan oleh unggahan mereka. Clock Tower X menggambarkan operasinya sebagai "ekosistem influencer" yang mampu memperkuat narasi melalui suara-suara yang tampaknya independen dan tepercaya.

Masih belum jelas berapa banyak yang diterima kreator secara khusus untuk pekerjaan yang terkait dengan Israel. TIME meninjau pesan dari kampanye Influenceable—agensi pemasaran digital global yang berspesialisasi dalam influencer marketing, manajemen media sosial, dan strategi event yang berbasis di AS—yang menawarkan pembayaran dasar sebesar USD2.250 dan pembayaran tambahan berdasarkan jumlah tayangan, memungkinkan peserta untuk mendapatkan hingga USD4.250 untuk satu unggahan.

Salah satu influencer konservatif yang terkait dengan jaringan Parscale adalah Eyal Yakoby, yang memiliki banyak pengikut di X dan telah bersaksi di hadapan Kongres tentang dugaan anti-Semitisme di kampus-kampus universitas. Influenceable mengonfirmasi bahwa Yakoby telah bekerja sebagai influencer berbayar dalam beberapa kampanye terkait Israel, tetapi bersikeras bahwa dia tidak menerima uang dari pemerintah Israel.

Kampanye tersebut juga membuat situs web termasuk PaxPoint.org dan FactSignal.org, yang menurut TIME tampaknya dirancang terutama untuk memengaruhi materi yang dikumpulkan dan disintesis oleh sistem kecerdasan buatan daripada untuk menarik pembaca biasa.

Terlepas dari besarnya pengeluaran, para pejabat Israel tampaknya tidak puas dengan hasilnya. Seorang pejabat Kementerian Luar Negeri Israel yang mengetahui kesepakatan tersebut mengatakan kepada TIME: “Kami marah pada Brad Parscale. Dia seharusnya memperbaiki keadaan. Kami telah membayarnya banyak uang. Tapi apa yang dia lakukan dengan uang itu? Keadaan malah semakin buruk.”

Jajak pendapat mendukung penilaian pejabat tersebut bahwa Israel gagal membalikkan penurunan dukungan publik. Pew Research Center menemukan pada bulan April bahwa 60 persen warga Amerika memandang Israel secara negatif, dibandingkan dengan 53 persen pada tahun 2025 dan 42 persen pada tahun 2022. Di antara pendukung Partai Republik yang berusia antara 18 hingga 49 tahun, 57 persen memiliki opini negatif, naik dari 50 persen setahun sebelumnya.

Kampanye ini juga memicu kekhawatiran di Washington. Setelah gencatan senjata AS-Iran, para pejabat pemerintahan Trump memperhatikan para influencer MAGA menerbitkan hal-hal serupa. Sebagian besar mengkritik perjanjian tersebut dan menuduh presiden menyerah sebelum menghapus program nuklir Iran.

Para pejabat dilaporkan khawatir bahwa jaringan media konservatif yang disewa Israel oleh Parscale untuk dimobilisasi menyebarkan argumen yang melemahkan upaya Trump untuk mengakhiri perang karena tujuan presiden AS dan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mulai berbeda.

Seorang pejabat intelijen senior AS menggambarkan kemungkinan para influencer Amerika menerima uang asing dan kemudian berusaha mengubah posisi presiden sebagai "hal yang sangat, sangat berbahaya". Pejabat itu mengatakan upaya tersebut tidak dapat dianggap sepele karena menargetkan basis politik Trump sendiri daripada pemilih umum.

Pengungkapan terbaru ini menambah pengungkapan sebelumnya tentang operasi Israel yang menargetkan opini publik AS. Pada tahun 2024, Kementerian Urusan Diaspora Israel menugaskan kampanye senilai USD2 juta yang menggunakan ratusan akun palsu yang berpura-pura sebagai warga Amerika untuk menekan anggota parlemen AS agar mendukung bantuan militer untuk Israel.

Sejak itu, Israel telah memperluas anggaran diplomasi publiknya menjadi USD730 juta dalam upaya untuk melawan citra globalnya yang memburuk setelah genosida di Gaza. Namun, penurunan dukungan yang berkelanjutan di kalangan warga Amerika muda, Demokrat, dan Republikan muda menunjukkan bahwa peningkatan pengeluaran sejauh ini gagal membalikkan konsekuensi politik dari tindakan Israel.
(mas)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
7 Tempat Penyimpanan...
7 Tempat Penyimpanan Emas Terbesar di Dunia, Ada yang Dijaga di Bawah Tanah hingga Benteng Super Ketat
Iran Murka AS Serang...
Iran Murka AS Serang Wilayah dan Infrastruktur Sipil, Ini Daftarnya
China Ungguli AS dalam...
China Ungguli AS dalam Popularitas Global, Xi Jinping Dianggap Lebih Positif daripada Trump
Trump Geram pada Netanyahu...
Trump Geram pada Netanyahu karena Kritik Rencana AS Jual Jet Tempur Siluman F-35 ke Turki
Iran Gempur Pusat Komando...
Iran Gempur Pusat Komando AS di Suriah, Hancurkan Radar dan Helikopter
Presiden Israel Ingin...
Presiden Israel Ingin Berdamai dengan Arab Saudi: Saya Menghormati Mohammed bin Salman
Iran Beri Ancaman Ekstrem...
Iran Beri Ancaman Ekstrem Soal Energi Global: Minyak untuk Semua atau Tidak Sama Sekali
Iran Nyatakan Selat...
Iran Nyatakan Selat Hormuz Tetap Ditutup Sampai AS Penuhi Syarat Teheran
Trump Tiba-Tiba Berterima...
Trump Tiba-Tiba Berterima Kasih kepada Iran saat 2 Negara Sedang Perang, Ada Apa?
Rekomendasi
Ribuan Titik Panas Kepung...
Ribuan Titik Panas Kepung Kalimantan, Legislator PDIP Desak Optimalisasi Penanganan Karhutla
Mahasiswa Kembali Turun...
Mahasiswa Kembali Turun ke Jalan, Bawa 3 Tuntutan
Terungkap! Ratu Camilla...
Terungkap! Ratu Camilla Ternyata Masih Kerabat Madonna dan Celin Dion
Berita Terkini
7 Tempat Penyimpanan...
7 Tempat Penyimpanan Emas Terbesar di Dunia, Ada yang Dijaga di Bawah Tanah hingga Benteng Super Ketat
Iran Murka AS Serang...
Iran Murka AS Serang Wilayah dan Infrastruktur Sipil, Ini Daftarnya
China Ungguli AS dalam...
China Ungguli AS dalam Popularitas Global, Xi Jinping Dianggap Lebih Positif daripada Trump
Trump Geram pada Netanyahu...
Trump Geram pada Netanyahu karena Kritik Rencana AS Jual Jet Tempur Siluman F-35 ke Turki
Iran Gempur Pusat Komando...
Iran Gempur Pusat Komando AS di Suriah, Hancurkan Radar dan Helikopter
Presiden Israel Ingin...
Presiden Israel Ingin Berdamai dengan Arab Saudi: Saya Menghormati Mohammed bin Salman
Infografis
Iran-Israel Perang,...
Iran-Israel Perang, Ini Peta Pangkalan Militer AS di Timur Tengah
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved