AS Mengebom Bandara dan Jembatan Iran, Teheran: Seluruh Wilayah Timur Tengah Tanggung Akibatnya!
Jum'at, 17 Juli 2026 - 07:36 WIB
loading...
AS mengebom jembatan di Iran, yang menghubungkan Bandar Abbas dan Bandar Khamir, dalam serangan terbaru pada Jumat (17/7/2026) dini hari WIB. Foto/X @Narjes_Rahmati
A
A
A
TEHERAN - Amerika Serikat (AS) kembali melancarkan serangan terhadap wilayah Iran semalam atau Jumat (17/7/2026) dini hari WIB, yang menargetkan bandara, stasiun kereta api, dan beberapa jembatan. Teheran marah dan memperingatkan bahwa seluruh wilayah Timur Tengah akan menanggung akibatnya.
Komando Pusat AS atau CENTCOM mengumumkan serangan malam keenam berturut-turut pada Kamis malam waktu Iran dalam sebuah pernyataan singkat tanpa mengungkapkan targetnya. Serangan diluncurkan setelah Presiden Donald Trump awal pekan ini mengancam akan memperluas kampanye pengeboman ke pembangkit listrik Iran, infrastruktur energi, dan jembatan.
Baca Juga: AS Lanjutkan Bombardir Iran 6 Hari Beruntun, Serang Bandara dan Jembatan
Media-media Iran melaporkan bahwa setidaknya tiga jembatan di Iran selatan hancur, menewaskan sedikitnya dua orang dan melukai empat lainnya. Menurut siaran Press TV yang disertai foto dan video, dua jembatan yang menjadi sasaran berada di Bandar Khamir.
Rudal-rudal AS juga dilaporkan menghantam Bandara Iranshahr di Iran tenggara, sementara setidaknya satu warga sipil tewas dan tujuh lainnya terluka dalam serangan lain di lingkungan perumahan di Bandar Abbas.
“Jika musuh, dalam perangnya, berusaha menyerang infrastruktur Iran atau melakukan pembunuhan lebih lanjut terhadap para pejabat, maka seluruh wilayah akan menanggung akibatnya,” ancam seorang pejabat intelijen senior di Teheran kepada Russia Today, ketika AS melancarkan serangan terbarunya.
Pejabat itu menambahkan, Iran akan melancarkan perang regional besar-besaran yang akan membuat AS terkejut dan membuktikan kepada Trump betapa tidak realistisnya harapan dan penilaian Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu.
"Rencana Iran untuk meningkatkan perang akan penuh kejutan. Dan tidak seperti kekacauan politik di Gedung Putih, di sini di Teheran kami memiliki konsensus maksimum dalam melaksanakan rencana ini," katanya.
Washington mulai melanjutkan serangannya sejak pekan lalu dan menerapkan kembali blokade Angkatan Laut terhadap pelabuhan-pelabuhan Iran di sekitar Selat Hormuz, dengan mengeklaim bahwa tindakan tersebut bertujuan untuk melindungi pelayaran komersial dan kebebasan navigasi melalui selat tersebut.
Trump telah mengeklaim bahwa Amerika kini mengendalikan jalur perairan tersebut dan akan bertindak sebagai penjaganya.
Sebagai pembalasan, Korps Garda Revolusi Islam Iran telah melancarkan serangan drone dan rudal terhadap fasilitas militer AS di wilayah Timur Tengah, termasuk Markas Besar Armada Kelima Angkatan Laut AS di Bahrain, salah satu pusat Angkatan Laut utama Washington di Teluk Persia.
Teheran telah memperingatkan bahwa ekspor minyak dan gas regional dapat diblokir sepenuhnya dan menyatakan selat tersebut ditutup sampai Amerika Serikat mengakhiri apa yang mereka gambarkan sebagai intervensi militer ilegal di wilayah tersebut.
Komando Pusat AS atau CENTCOM mengumumkan serangan malam keenam berturut-turut pada Kamis malam waktu Iran dalam sebuah pernyataan singkat tanpa mengungkapkan targetnya. Serangan diluncurkan setelah Presiden Donald Trump awal pekan ini mengancam akan memperluas kampanye pengeboman ke pembangkit listrik Iran, infrastruktur energi, dan jembatan.
Baca Juga: AS Lanjutkan Bombardir Iran 6 Hari Beruntun, Serang Bandara dan Jembatan
Media-media Iran melaporkan bahwa setidaknya tiga jembatan di Iran selatan hancur, menewaskan sedikitnya dua orang dan melukai empat lainnya. Menurut siaran Press TV yang disertai foto dan video, dua jembatan yang menjadi sasaran berada di Bandar Khamir.
Rudal-rudal AS juga dilaporkan menghantam Bandara Iranshahr di Iran tenggara, sementara setidaknya satu warga sipil tewas dan tujuh lainnya terluka dalam serangan lain di lingkungan perumahan di Bandar Abbas.
“Jika musuh, dalam perangnya, berusaha menyerang infrastruktur Iran atau melakukan pembunuhan lebih lanjut terhadap para pejabat, maka seluruh wilayah akan menanggung akibatnya,” ancam seorang pejabat intelijen senior di Teheran kepada Russia Today, ketika AS melancarkan serangan terbarunya.
Pejabat itu menambahkan, Iran akan melancarkan perang regional besar-besaran yang akan membuat AS terkejut dan membuktikan kepada Trump betapa tidak realistisnya harapan dan penilaian Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu.
"Rencana Iran untuk meningkatkan perang akan penuh kejutan. Dan tidak seperti kekacauan politik di Gedung Putih, di sini di Teheran kami memiliki konsensus maksimum dalam melaksanakan rencana ini," katanya.
Washington mulai melanjutkan serangannya sejak pekan lalu dan menerapkan kembali blokade Angkatan Laut terhadap pelabuhan-pelabuhan Iran di sekitar Selat Hormuz, dengan mengeklaim bahwa tindakan tersebut bertujuan untuk melindungi pelayaran komersial dan kebebasan navigasi melalui selat tersebut.
Trump telah mengeklaim bahwa Amerika kini mengendalikan jalur perairan tersebut dan akan bertindak sebagai penjaganya.
Sebagai pembalasan, Korps Garda Revolusi Islam Iran telah melancarkan serangan drone dan rudal terhadap fasilitas militer AS di wilayah Timur Tengah, termasuk Markas Besar Armada Kelima Angkatan Laut AS di Bahrain, salah satu pusat Angkatan Laut utama Washington di Teluk Persia.
Teheran telah memperingatkan bahwa ekspor minyak dan gas regional dapat diblokir sepenuhnya dan menyatakan selat tersebut ditutup sampai Amerika Serikat mengakhiri apa yang mereka gambarkan sebagai intervensi militer ilegal di wilayah tersebut.
(mas)
Lihat Juga :