Perang Iran Meluas, AS Jual Senjata ke Arab Saudi dan Kuwait Total Rp36,2 Triliun
Kamis, 16 Juli 2026 - 12:22 WIB
loading...
A
A
A
“Penjualan yang diusulkan ini akan mendukung kebijakan luar negeri dan tujuan keamanan nasional Amerika Serikat dengan meningkatkan keamanan sekutu utama non-NATO yang merupakan kekuatan untuk stabilitas politik dan kemajuan ekonomi di kawasan Teluk,” kata Departemen Luar Negeri Amerika dalam sebuah pemberitahuan, yang dikutip Al Arabiya English, Kamis (16/7/2026).
Penjualan ini, lanjut departemen tersebut, juga akan meningkatkan kemampuan Arab Saudi untuk mencegah ancaman saat ini dan di masa mendatang dengan memperkuat pertahanan dalam negerinya, dan meningkatkan interoperabilitas dengan pasukan AS, dan pasukan regional dan NATO lainnya.
"Penjualan yang diusulkan juga akan menambah pesawat operasional Arab Saudi dan meningkatkan kemampuan pertahanan diri udara-ke-udara dan udara-ke-daratnya," paparnya.
Sementara itu, AS memperluas serangannya terhadap Iran dalam gelombang serangan terbaru pada Kamis (16/7/2026) dini hari. Komando Pusat AS atau CENTCOM mengonfirmasi serangan diluncurkan selama 90 menit.
Ledakan dilaporkan terjadi di beberapa provinsi, termasuk di dekat Teheran.
CENTCOM mengatakan serangan terbaru dimulai Rabu pukul 21.00 malam Waktu Timur AS atau Kamis pukul 01.00 dini hari GMT.
"Pasukan AS menyerang pusat komando Iran, situs pertahanan udara, kemampuan rudal dan drone, dan fasilitas pengawasan pantai untuk lebih melemahkan kemampuan Iran dalam mengancam pelaut tak berdosa yang menjadi awak kapal komersial yang melintasi Selat Hormuz," kata CENTCOM dalam unggahan di X.
Penjualan ini, lanjut departemen tersebut, juga akan meningkatkan kemampuan Arab Saudi untuk mencegah ancaman saat ini dan di masa mendatang dengan memperkuat pertahanan dalam negerinya, dan meningkatkan interoperabilitas dengan pasukan AS, dan pasukan regional dan NATO lainnya.
"Penjualan yang diusulkan juga akan menambah pesawat operasional Arab Saudi dan meningkatkan kemampuan pertahanan diri udara-ke-udara dan udara-ke-daratnya," paparnya.
Sementara itu, AS memperluas serangannya terhadap Iran dalam gelombang serangan terbaru pada Kamis (16/7/2026) dini hari. Komando Pusat AS atau CENTCOM mengonfirmasi serangan diluncurkan selama 90 menit.
Ledakan dilaporkan terjadi di beberapa provinsi, termasuk di dekat Teheran.
CENTCOM mengatakan serangan terbaru dimulai Rabu pukul 21.00 malam Waktu Timur AS atau Kamis pukul 01.00 dini hari GMT.
"Pasukan AS menyerang pusat komando Iran, situs pertahanan udara, kemampuan rudal dan drone, dan fasilitas pengawasan pantai untuk lebih melemahkan kemampuan Iran dalam mengancam pelaut tak berdosa yang menjadi awak kapal komersial yang melintasi Selat Hormuz," kata CENTCOM dalam unggahan di X.
Lihat Juga :