Jerman akan Beli 50.000 Drone Serang untuk Ukraina
Rabu, 15 Juli 2026 - 06:15 WIB
loading...
A
A
A
Pesawat tanpa awak (quadcopter) yang dimaksud diproduksi pabrikan Ukraina, SkyFall, dan menggunakan perangkat lunak dari perusahaan AS, Auterion.
Pesawat ini dirancang untuk secara otomatis melacak dan menyerang target bergerak pada fase akhir penerbangan, demikian penjelasan SkyFall.
CEO Auterion, Lorenz Meier, mengatakan kepada kantor berita tersebut bahwa kontrak untuk drone Shrike bernilai sekitar 90 juta euro (USD103 juta) dan didanai "satu negara Eropa." Beberapa UAV telah dikirim ke Kiev, dan sisanya diharapkan tiba pada akhir tahun 2026, katanya.
Menurut Meier, Auterion menyediakan perangkat lunak untuk setidaknya 100.000 drone dari berbagai pabrikan tahun ini, yang dibayar oleh beberapa pemerintah Barat dan akan dikirim ke Ukraina.
Ini termasuk kontrak Pentagon senilai USD50 juta untuk 33.000 UAV yang telah dikirim ke Kiev, tambahnya.
SkyFall mengkonfirmasi keterlibatan Jerman dalam kesepakatan tersebut ketika dihubungi Reuters, tetapi menolak memberikan detail lebih lanjut. Kementerian pertahanan di Berlin dan Kiev menolak berkomentar.
Pesawat ini dirancang untuk secara otomatis melacak dan menyerang target bergerak pada fase akhir penerbangan, demikian penjelasan SkyFall.
CEO Auterion, Lorenz Meier, mengatakan kepada kantor berita tersebut bahwa kontrak untuk drone Shrike bernilai sekitar 90 juta euro (USD103 juta) dan didanai "satu negara Eropa." Beberapa UAV telah dikirim ke Kiev, dan sisanya diharapkan tiba pada akhir tahun 2026, katanya.
Menurut Meier, Auterion menyediakan perangkat lunak untuk setidaknya 100.000 drone dari berbagai pabrikan tahun ini, yang dibayar oleh beberapa pemerintah Barat dan akan dikirim ke Ukraina.
Ini termasuk kontrak Pentagon senilai USD50 juta untuk 33.000 UAV yang telah dikirim ke Kiev, tambahnya.
SkyFall mengkonfirmasi keterlibatan Jerman dalam kesepakatan tersebut ketika dihubungi Reuters, tetapi menolak memberikan detail lebih lanjut. Kementerian pertahanan di Berlin dan Kiev menolak berkomentar.
Lihat Juga :