AS Bombardir Iran Pagi Ini usai Trump Janji Serang Teheran Sangat Keras

Selasa, 14 Juli 2026 - 08:46 WIB
loading...
A A A
Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmaeil Baghaei, mengatakan sebelumnya pada hari Senin bahwa nota kesepahaman bulan Juni yang menjadi dasar negosiasi dan mencabut blokade AS "sedang dalam krisis".

Baghaei mengatakan Iran akan mengabaikan kewajibannya berdasarkan kesepakatan tersebut jika Washington melakukan hal yang sama, tetapi menambahkan bahwa Teheran terus melakukan pembicaraan dengan mediator dari Qatar, Pakistan, dan Oman untuk mencegah eskalasi lebih lanjut.

Analis Bader Al-Saif mengatakan peningkatan serangan hanya akan menunda kesepakatan permanen.

"Kedua belah pihak ingin mengakhiri kebuntuan dengan syarat mereka sendiri, dan mereka semakin kesulitan untuk melakukannya. Karena itu, serangan kembali terjadi dan skala serangan pun meningkat," kata Al-Saif, seorang peneliti di Chatham House.

"Tindakan Perang"


Media pemerintah Iran melaporkan adanya korban jiwa dalam serangan terbaru AS, yang menurut mereka menargetkan wilayah luas di selatan dan barat.

Setidaknya empat ledakan terdengar pada hari Senin di sebelah timur Bandar Abbas, yang terletak di Selat Hormuz, menurut laporan media pemerintah Iran, mengutip seorang jurnalis di provinsi tersebut.

Setidaknya 25 orang tewas di Iran sejak permusuhan kembali pecah pada hari Rabu, menurut perhitungan AFP berdasarkan pengumuman Iran.

IRGC mengatakan mereka telah menyerang target dan pangkalan militer AS di Yordania, Bahrain, dan Kuwait, menurut laporan media pemerintah Iran.

Iran bersikeras bahwa mereka hanya menargetkan kepentingan AS di Teluk, tetapi juru bicara komando militer Iran mengatakan bahwa setiap kerja sama negara-negara Teluk dengan Amerika Serikat akan dianggap sebagai "tindakan perang".
(mas)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Perang AS dan Iran Ternyata...
Perang AS dan Iran Ternyata Tak Menguntungkan Pihak yang Bertikai, Ini 4 Alasannya
Trump Lontarkan Klaim...
Trump Lontarkan Klaim Mengejutkan: 90% Mojtaba Khamenei Telah Tewas
Pakar Militer Ini Prediksi...
Pakar Militer Ini Prediksi Serangan AS Tak Mampu Lumpuhkan Militer Iran yang Menguasai Selat Hormuz
Eks Komandan IRGC: Iran...
Eks Komandan IRGC: Iran Mampu Membunuh Trump di Dalam Gedung Putih
Beberapa Jam Meninggal...
Beberapa Jam Meninggal setelah Berkunjung ke Ukraina, Siapa Lindsey Graham?
Perang Timur Tengah...
Perang Timur Tengah Bak Neraka: Iran Melawan AS, Arab Saudi Melawan Houthi Yaman
AS Terapkan Blokade...
AS Terapkan Blokade Baru di Selat Hormuz, Harga Minyak Dunia Melonjak 9%
Pentagon Rilis Lebih...
Pentagon Rilis Lebih Banyak Dokumen Terkait UFO, di Antaranya Laporan Militer
Ungkap Rencana Pembunuhan,...
Ungkap Rencana Pembunuhan, Trump: 1.000 Rudal Disiapkan Serang Iran
Rekomendasi
Makna Prabowo Minta...
Makna Prabowo Minta Aparatur Introspeksi, Qodari: Tak Ada yang Istimewa di Mata Hukum
Matahari Tepat di Atas...
Matahari Tepat di Atas Kakbah pada 15—16 Juli, Menag Ajak Pastikan Ketepatan Arah Kiblat
TikTok Tingkatkan Transparansi...
TikTok Tingkatkan Transparansi AI, Alokasikan USD4 Juta untuk Program Edukasi
Berita Terkini
TV Iran Rayakan Kematian...
TV Iran Rayakan Kematian Mendadak Senator AS Pro-Israel: 'Dikirim ke Neraka'
Perang AS dan Iran Ternyata...
Perang AS dan Iran Ternyata Tak Menguntungkan Pihak yang Bertikai, Ini 4 Alasannya
Trump Lontarkan Klaim...
Trump Lontarkan Klaim Mengejutkan: 90% Mojtaba Khamenei Telah Tewas
375 Kg Emas Disita Terkait...
375 Kg Emas Disita Terkait Korupsi Wakil Menteri
Pakar Militer Ini Prediksi...
Pakar Militer Ini Prediksi Serangan AS Tak Mampu Lumpuhkan Militer Iran yang Menguasai Selat Hormuz
Eks Komandan IRGC: Iran...
Eks Komandan IRGC: Iran Mampu Membunuh Trump di Dalam Gedung Putih
Infografis
Ini Kecanggihan Drone...
Ini Kecanggihan Drone MQ-9 Reaper AS, 11 Unit Telah Ditembak Jatuh Iran
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved