Israel Syok Senator AS Pro-Zionis Lindsey Graham Mendadak Meninggal
Senin, 13 Juli 2026 - 09:16 WIB
loading...
Senator AS Lindsey Graham yang terkenal pro-Zionis Israel mendadak meninggal dunia. Foto/Spokesman/Patrick Semansky
A
A
A
TEL AVIV - Senator Amerika Serikat (AS) Lindsey Graham yang dikenal sebagai sekutu utama Zionis Israel tiba-tiba meninggal dunia pada Sabtu malam waktu Amerika. Kematian senator 71 tahun itu membuat rezim Zionis syok.
"Graham meninggal dunia pada Sabtu malam akibat penyakit yang singkat dan tiba-tiba,” kata kantor Graham dalam sebuah pernyataan.
Baca Juga: Senator AS yang Desak Israel Mengebom Nuklir Gaza Tiba-tiba Meninggal
“Keluarga Senator Graham menghargai doa pada saat ini dan meminta privasi selama masa yang sangat sulit ini,” imbuhnya.
Presiden Israel Isaac Herzog mengatakan dia "syok dan patah hati" mengetahui meninggalnya sosok yang dia sebut "patriot Amerika yang hebat" dan "sahabatku tersayang".
"Graham merupakan mercusuar kejelasan moral dan pemimpin sejati kemitraan AS-Israel," katanya. "Kami akan selamanya berterima kasih atas rasa keadilan, kebenaran, dan loyalitasnya," ujarnya, seperti dikutip i24NEWS, Senin (13/7/2026).
Perdana Menteri Benjamin Netanyahu menulis di X: “Lindsey memahami bahwa keamanan Israel dan Amerika tidak dapat dipisahkan.”
"Israel telah kehilangan salah satu sahabat terbaiknya. Amerika telah kehilangan seorang patriot hebat. Saya telah kehilangan seorang sahabat tercinta," paparnya.
Menteri Pertahanan Israel Katz mengatakan, "Graham sahabat sejati Negara Israel dan salah satu pendukungnya yang paling kuat dan teguh.”
Dalam unggahannya di X, Katz mencatat bahwa setelah serangan Hamas 7 Oktober 2023, Graham berkunjung ke Israel berulang kali. "Berdiri bahu-membahu dengan rakyat kami dalam demonstrasi solidaritas dan persahabatan yang tak tergoyahkan yang luar biasa," tulisnya.
Pada Mei 2024, Graham mendesak Israel untuk mengebom Gaza seperti Amerika menjatuhkan bom nuklir di Hiroshima dan Nagasaki saat Perang Dunia II. Seruan berbahaya ini sama halnya dengan menyerukan Israel mengebom Gaza dengan senjata nuklir.
Menurutnya, Israel harus melakukan apa pun yang perlu dilakukan untuk memenangkan perang eksistensial dengan Hamas. Itu, kata Graham, sama seperti Amerika Serikat yang “dibenarkan” untuk mengabaikan korban sipil ketika Washington menjatuhkan bom nuklir di dua kota Jepang.
Militer Israel menghadapi peningkatan pengawasan internasional ketika operasi militernya di Gaza merenggut nyawa lebih dari 73.000 warga Palestina.
Namun, Graham saat itu berpendapat dalam sebuah wawancara dengan NBC News bahwa Hamas harus disalahkan atas sebagian besar korban sipil, dan mendesak Israel untuk terus melakukan apa pun yang harus dilakukan untuk bertahan hidup sebagai negara Yahudi.
“Ketika kami dihadapkan pada kehancuran sebagai sebuah bangsa setelah Pearl Harbor, melawan Jerman dan Jepang, kami memutuskan untuk mengakhiri perang dengan mengebom Hiroshima, Nagasaki, dengan senjata nuklir,” kata Graham.
“Beri Israel bom yang mereka butuhkan untuk mengakhiri perang yang mereka tidak mampu kehilangannya, dan bekerja sama dengan mereka untuk meminimalkan korban jiwa,” kata Graham.
"Graham meninggal dunia pada Sabtu malam akibat penyakit yang singkat dan tiba-tiba,” kata kantor Graham dalam sebuah pernyataan.
Baca Juga: Senator AS yang Desak Israel Mengebom Nuklir Gaza Tiba-tiba Meninggal
“Keluarga Senator Graham menghargai doa pada saat ini dan meminta privasi selama masa yang sangat sulit ini,” imbuhnya.
Presiden Israel Isaac Herzog mengatakan dia "syok dan patah hati" mengetahui meninggalnya sosok yang dia sebut "patriot Amerika yang hebat" dan "sahabatku tersayang".
"Graham merupakan mercusuar kejelasan moral dan pemimpin sejati kemitraan AS-Israel," katanya. "Kami akan selamanya berterima kasih atas rasa keadilan, kebenaran, dan loyalitasnya," ujarnya, seperti dikutip i24NEWS, Senin (13/7/2026).
Perdana Menteri Benjamin Netanyahu menulis di X: “Lindsey memahami bahwa keamanan Israel dan Amerika tidak dapat dipisahkan.”
"Israel telah kehilangan salah satu sahabat terbaiknya. Amerika telah kehilangan seorang patriot hebat. Saya telah kehilangan seorang sahabat tercinta," paparnya.
Menteri Pertahanan Israel Katz mengatakan, "Graham sahabat sejati Negara Israel dan salah satu pendukungnya yang paling kuat dan teguh.”
Dalam unggahannya di X, Katz mencatat bahwa setelah serangan Hamas 7 Oktober 2023, Graham berkunjung ke Israel berulang kali. "Berdiri bahu-membahu dengan rakyat kami dalam demonstrasi solidaritas dan persahabatan yang tak tergoyahkan yang luar biasa," tulisnya.
Pada Mei 2024, Graham mendesak Israel untuk mengebom Gaza seperti Amerika menjatuhkan bom nuklir di Hiroshima dan Nagasaki saat Perang Dunia II. Seruan berbahaya ini sama halnya dengan menyerukan Israel mengebom Gaza dengan senjata nuklir.
Menurutnya, Israel harus melakukan apa pun yang perlu dilakukan untuk memenangkan perang eksistensial dengan Hamas. Itu, kata Graham, sama seperti Amerika Serikat yang “dibenarkan” untuk mengabaikan korban sipil ketika Washington menjatuhkan bom nuklir di dua kota Jepang.
Militer Israel menghadapi peningkatan pengawasan internasional ketika operasi militernya di Gaza merenggut nyawa lebih dari 73.000 warga Palestina.
Namun, Graham saat itu berpendapat dalam sebuah wawancara dengan NBC News bahwa Hamas harus disalahkan atas sebagian besar korban sipil, dan mendesak Israel untuk terus melakukan apa pun yang harus dilakukan untuk bertahan hidup sebagai negara Yahudi.
“Ketika kami dihadapkan pada kehancuran sebagai sebuah bangsa setelah Pearl Harbor, melawan Jerman dan Jepang, kami memutuskan untuk mengakhiri perang dengan mengebom Hiroshima, Nagasaki, dengan senjata nuklir,” kata Graham.
“Beri Israel bom yang mereka butuhkan untuk mengakhiri perang yang mereka tidak mampu kehilangannya, dan bekerja sama dengan mereka untuk meminimalkan korban jiwa,” kata Graham.
(mas)
Lihat Juga :