Senator AS yang Desak Israel Mengebom Nuklir Gaza Tiba-tiba Meninggal
Senin, 13 Juli 2026 - 06:56 WIB
loading...
Lindsey Graham, Senator AS dari Partai Republik yang pernah mendesak Israel mengebom nuklir Gaza, tiba-tiba meninggal dunia. Foto/X @LindseyGrahamSC
A
A
A
WASHINGTON - Lindsey Graham, Senator Amerika Serikat (AS) yang pernah mendesak Israel untuk mengebom nuklir Jalur Gaza, telah meninggal dunia pada usia 71 tahun. Kematian senator Partai Republik asal South Carolina itu diumumkan kantornya pada hari Minggu.
"Graham meninggal dunia pada Sabtu malam akibat penyakit yang singkat dan tiba-tiba,” demikian bunyi pernyataan tersebut.
“Keluarga Senator Graham menghargai doa pada saat ini dan meminta privasi selama masa yang sangat sulit ini,” imbuhnya.
Baca Juga: Gila! Senator Top AS Desak Israel Mengebom Nuklir Gaza seperti Hiroshima
Layanan darurat menanggapi panggilan untuk “henti jantung” di kediaman Graham di Capitol Hill pada Sabtu malam, menurut laporan NBC setelah mendapatkan audio pemindai polisi.
Stasiun televisi tersebut juga mengatakan bahwa mereka telah melihat foto-foto paramedis yang membawa seseorang di atas tandu dari rumah senator ke ambulans.
Kematian Graham terjadi sehari setelah kepulangannya dari Kyiv, tempat dia bertemu dengan Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky pada hari Jumat. Politisi sekutu Presiden AS Donald Trump tersebut, yang merupakan pendukung kuat bantuan militer AS untuk Ukraina dan kritikus keras Rusia, telah mengunjungi ibu kota Ukraina setidaknya sepuluh kali dalam beberapa tahun terakhir.
Trump bereaksi atas kematian sekutunya, dengan mengatakan bahwa Graham akan sangat dirindukan.
Dalam sebuah unggahan di platform Truth Social miliknya, Trump menggambarkan Graham sebagai "salah satu orang dan Senator terhebat yang pernah saya kenal...Dia selalu bekerja, dan merupakan seorang Patriot Amerika sejati."
Pada Mei 2024, Graham mendesak Israel untuk mengebom Gaza seperti Amerika menjatuhkan bom nuklir di Hiroshima dan Nagasaki saat Perang Dunia II. Seruan berbahaya ini sama halnya dengan menyerukan Israel mengebom Gaza dengan senjata nuklir.
Menurutnya, Israel harus melakukan apa pun yang perlu dilakukan untuk memenangkan perang eksistensial dengan Hamas. Itu, kata Graham, sama seperti Amerika Serikat yang “dibenarkan” untuk mengabaikan korban sipil ketika Washington menjatuhkan bom nuklir di dua kota Jepang.
Militer Israel menghadapi peningkatan pengawasan internasional ketika operasi militernya di Gaza merenggut nyawa lebih dari 73.000 warga Palestina.
Namun, Graham saat itu berpendapat dalam sebuah wawancara dengan NBC News bahwa Hamas harus disalahkan atas sebagian besar korban sipil, dan mendesak Israel untuk terus melakukan apa pun yang harus dilakukan untuk bertahan hidup sebagai negara Yahudi.
“Ketika kami dihadapkan pada kehancuran sebagai sebuah bangsa setelah Pearl Harbor, melawan Jerman dan Jepang, kami memutuskan untuk mengakhiri perang dengan mengebom Hiroshima, Nagasaki, dengan senjata nuklir,” kata Graham.
“Beri Israel bom yang mereka butuhkan untuk mengakhiri perang yang mereka tidak mampu kehilangannya, dan bekerja sama dengan mereka untuk meminimalkan korban jiwa,” kata Graham.
"Graham meninggal dunia pada Sabtu malam akibat penyakit yang singkat dan tiba-tiba,” demikian bunyi pernyataan tersebut.
“Keluarga Senator Graham menghargai doa pada saat ini dan meminta privasi selama masa yang sangat sulit ini,” imbuhnya.
Baca Juga: Gila! Senator Top AS Desak Israel Mengebom Nuklir Gaza seperti Hiroshima
Layanan darurat menanggapi panggilan untuk “henti jantung” di kediaman Graham di Capitol Hill pada Sabtu malam, menurut laporan NBC setelah mendapatkan audio pemindai polisi.
Stasiun televisi tersebut juga mengatakan bahwa mereka telah melihat foto-foto paramedis yang membawa seseorang di atas tandu dari rumah senator ke ambulans.
Kematian Graham terjadi sehari setelah kepulangannya dari Kyiv, tempat dia bertemu dengan Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky pada hari Jumat. Politisi sekutu Presiden AS Donald Trump tersebut, yang merupakan pendukung kuat bantuan militer AS untuk Ukraina dan kritikus keras Rusia, telah mengunjungi ibu kota Ukraina setidaknya sepuluh kali dalam beberapa tahun terakhir.
Trump bereaksi atas kematian sekutunya, dengan mengatakan bahwa Graham akan sangat dirindukan.
Dalam sebuah unggahan di platform Truth Social miliknya, Trump menggambarkan Graham sebagai "salah satu orang dan Senator terhebat yang pernah saya kenal...Dia selalu bekerja, dan merupakan seorang Patriot Amerika sejati."
Desakan Mengebom Nuklir Gaza
Pada Mei 2024, Graham mendesak Israel untuk mengebom Gaza seperti Amerika menjatuhkan bom nuklir di Hiroshima dan Nagasaki saat Perang Dunia II. Seruan berbahaya ini sama halnya dengan menyerukan Israel mengebom Gaza dengan senjata nuklir.
Menurutnya, Israel harus melakukan apa pun yang perlu dilakukan untuk memenangkan perang eksistensial dengan Hamas. Itu, kata Graham, sama seperti Amerika Serikat yang “dibenarkan” untuk mengabaikan korban sipil ketika Washington menjatuhkan bom nuklir di dua kota Jepang.
Militer Israel menghadapi peningkatan pengawasan internasional ketika operasi militernya di Gaza merenggut nyawa lebih dari 73.000 warga Palestina.
Namun, Graham saat itu berpendapat dalam sebuah wawancara dengan NBC News bahwa Hamas harus disalahkan atas sebagian besar korban sipil, dan mendesak Israel untuk terus melakukan apa pun yang harus dilakukan untuk bertahan hidup sebagai negara Yahudi.
“Ketika kami dihadapkan pada kehancuran sebagai sebuah bangsa setelah Pearl Harbor, melawan Jerman dan Jepang, kami memutuskan untuk mengakhiri perang dengan mengebom Hiroshima, Nagasaki, dengan senjata nuklir,” kata Graham.
“Beri Israel bom yang mereka butuhkan untuk mengakhiri perang yang mereka tidak mampu kehilangannya, dan bekerja sama dengan mereka untuk meminimalkan korban jiwa,” kata Graham.
(mas)
Lihat Juga :