Senator AS yang Desak Israel Mengebom Nuklir Gaza Tiba-tiba Meninggal
Senin, 13 Juli 2026 - 06:56 WIB
loading...
A
A
A
Kematian Graham terjadi sehari setelah kepulangannya dari Kyiv, tempat dia bertemu dengan Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky pada hari Jumat. Politisi sekutu Presiden AS Donald Trump tersebut, yang merupakan pendukung kuat bantuan militer AS untuk Ukraina dan kritikus keras Rusia, telah mengunjungi ibu kota Ukraina setidaknya sepuluh kali dalam beberapa tahun terakhir.
Trump bereaksi atas kematian sekutunya, dengan mengatakan bahwa Graham akan sangat dirindukan.
Dalam sebuah unggahan di platform Truth Social miliknya, Trump menggambarkan Graham sebagai "salah satu orang dan Senator terhebat yang pernah saya kenal...Dia selalu bekerja, dan merupakan seorang Patriot Amerika sejati."
Pada Mei 2024, Graham mendesak Israel untuk mengebom Gaza seperti Amerika menjatuhkan bom nuklir di Hiroshima dan Nagasaki saat Perang Dunia II. Seruan berbahaya ini sama halnya dengan menyerukan Israel mengebom Gaza dengan senjata nuklir.
Menurutnya, Israel harus melakukan apa pun yang perlu dilakukan untuk memenangkan perang eksistensial dengan Hamas. Itu, kata Graham, sama seperti Amerika Serikat yang “dibenarkan” untuk mengabaikan korban sipil ketika Washington menjatuhkan bom nuklir di dua kota Jepang.
Trump bereaksi atas kematian sekutunya, dengan mengatakan bahwa Graham akan sangat dirindukan.
Dalam sebuah unggahan di platform Truth Social miliknya, Trump menggambarkan Graham sebagai "salah satu orang dan Senator terhebat yang pernah saya kenal...Dia selalu bekerja, dan merupakan seorang Patriot Amerika sejati."
Desakan Mengebom Nuklir Gaza
Pada Mei 2024, Graham mendesak Israel untuk mengebom Gaza seperti Amerika menjatuhkan bom nuklir di Hiroshima dan Nagasaki saat Perang Dunia II. Seruan berbahaya ini sama halnya dengan menyerukan Israel mengebom Gaza dengan senjata nuklir.
Menurutnya, Israel harus melakukan apa pun yang perlu dilakukan untuk memenangkan perang eksistensial dengan Hamas. Itu, kata Graham, sama seperti Amerika Serikat yang “dibenarkan” untuk mengabaikan korban sipil ketika Washington menjatuhkan bom nuklir di dua kota Jepang.
Lihat Juga :