Aneh tapi Nyata, Gunung Berapi Ini Muntahkan Emas Setiap Hari

Minggu, 12 Juli 2026 - 10:11 WIB
loading...
Aneh tapi Nyata, Gunung...
Erebus, gunung berapi di Antartika yang muntahkan emas setiap hari. Foto/USGS
A A A
JAKARTA - Di dunia yang terobsesi pada emas, manusia rela menggali gunung, mengeruk sungai, bahkan menembus perut Bumi demi mendapatkan beberapa gram logam mulia tersebut. Namun, di sudut paling dingin di planet ini, ada sebuah gunung yang justru "membuang" emas ke udara setiap hari.

Namanya Gunung Erebus. Berdiri setinggi 3.794 meter di Pulau Ross, Antartika, Erebus bukan sekadar gunung berapi aktif paling selatan di Bumi. Ia juga menjadi satu-satunya gunung berapi yang diketahui secara ilmiah melepaskan partikel emas metalik ke atmosfer secara terus-menerus.

Baca Juga: Venezuela Memohon kepada Raja Charles: Serahkan 31 Ton Emas yang Ditahan Inggris

Fenomena ini terdengar seperti cerita fiksi ilmiah. Namun justru telah dibuktikan oleh penelitian para ilmuwan sejak awal 1990-an.

Emas Terbang Bersama Asap


Ketika mendengar gunung berapi memuntahkan emas, yang dibayangankan mungkin adalah bongkahan logam mulia yang menggelinding keluar bersama lava. Kenyataannya jauh lebih menakjubkan.

Yang dilepaskan Gunung Erebus bukan bongkahan emas, melainkan partikel emas mikroskopis berukuran sekitar 20–60 mikrometer—lebih tipis daripada sehelai rambut manusia.

Penelitian yang dipublikasikan dalam Geophysical Research Letters pada 1991 menemukan bahwa emas tersebut terbentuk ketika uap emas yang keluar bersama gas vulkanik mendingin sangat cepat di udara Antartika yang membeku, lalu mengembun menjadi kristal-kristal emas murni.

Para ilmuwan, seperti dikutip The Times, memperkirakan Gunung Erebus mengeluarkan sekitar 80 gram emas setiap hari dalam bentuk partikel halus.

Jumlah itu memang tampak kecil. Namun jika dihitung selama setahun, gunung ini "menghamburkan" hampir 30 kilogram emas ke atmosfer. Nilainya bisa mencapai miliaran rupiah, tergantung harga emas dunia terkini.

Gunung Erebus merupakan gunung paling menonjol kedua di Antartika setelah Gunung Vinson, dan gunung berapi tertinggi kedua di Antartika setelah Gunung Sidley yang tidak aktif.

Gunung tersebut dinamai oleh Kapten James Clark Ross asal Inggris pada tahun 1841 untuk kapalnya, HMS Erebus. Gunung berapi ini telah aktif selama sekitar 1,3 juta tahun dan memiliki danau lava yang berumur panjang di kawah puncak bagian dalamnya yang telah ada setidaknya sejak awal tahun 1970-an. Pada 28 November 1979, penerbangan Air New Zealand Flight 901 jatuh di Gunung Erebus, menewaskan seluruh 257 orang di dalamnya.

Emas Hampir Mustahil Dipanen


Jika memuntahkan emas setiap hari, mengapa tidak ditambang? Jawabannya sama sederhananya: hampir mustahil.

Partikel emas itu begitu kecil sehingga langsung terbawa angin. Bahkan jejaknya pernah ditemukan hingga sekitar 1.000 kilometer dari kawah Gunung Erebus. Untuk mengumpulkan puluhan gram emas itu diperlukan operasi raksasa di salah satu tempat paling ekstrem di dunia, dengan biaya yang jauh melampaui nilai emas yang dapat diperoleh.

Dengan kata lain, Gunung Erebus memang menghasilkan emas, tetapi bukan emas yang bisa membuat siapa pun mendadak kaya.

Keunikan Gunung Erebus tidak berhenti pada emasnya. Gunung ini memiliki danau lava permanen, sesuatu yang sangat langka di dunia. Hanya segelintir gunung berapi yang mempertahankan kolam lava cair selama puluhan tahun tanpa membeku.

Danau lava tersebut terus bergolak, mengeluarkan gelembung gas panas bersuhu lebih dari 1.000 derajat Celsius. Dari sanalah uap yang membawa berbagai unsur logam, termasuk emas, dilepaskan ke atmosfer. Saat bertemu udara Antartika yang suhunya jauh di bawah titik beku, uap tersebut berubah menjadi partikel-partikel logam yang melayang bersama asap vulkanik.

Gunung Api di Tengah Kerajaan Es


Ironi terbesar Erebus mungkin terletak pada lokasinya. Gunung berapi identik dengan panas membara, sementara Antartika adalah simbol dingin ekstrem. Namun di bawah lapisan salju dan es yang tebal, magma terus mengalir tanpa henti.

Panas yang keluar dari rekahan-rekahan gunung bahkan membentuk gua-gua es yang hangat dibanding lingkungan sekitarnya. Menurut laporan The Times, beberapa gua tersebut menjadi habitat mikroorganisme yang mampu bertahan hidup dalam kondisi yang hampir mustahil.

Bagi para vulkanolog, Erebus bukan sekadar gunung berapi, melainkan laboratorium alam yang sangat berharga. Aktivitasnya yang relatif stabil memungkinkan ilmuwan mempelajari bagaimana gas vulkanik, magma, hingga unsur-unsur logam berpindah dari dalam bumi ke atmosfer.

Penemuan partikel emas metalik di Gunung Erebus juga menjadi bukti pertama yang terdokumentasi bahwa emas dapat berpindah melalui fase uap sebelum mengembun menjadi kristal. Pengetahuan ini membantu para ahli memahami proses pembentukan endapan logam di kerak Bumi.

Aneh tapi nyata. Setiap hari Gunung Erebus melepaskan emas ke udara, tetapi tak seorang pun mampu memungutnya. Inilah ironi paling indah dari gunung berapi ini.
(mas)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Venezuela Memohon kepada...
Venezuela Memohon kepada Raja Charles: Serahkan 31 Ton Emas yang Ditahan Inggris
Ini Gaun Emas Termahal...
Ini Gaun Emas Termahal di Dunia! Beratnya 10 Kg, Harganya Rp24 Miliar
Epstein Files: Malaysia...
Epstein Files: Malaysia Jadi Tambang Emas untuk Bank AS Jika Anwar Ibrahim Jadi PM
Jerman Didesak Tarik...
Jerman Didesak Tarik 1.236 Ton Emas yang Disimpan di AS Gara-gara Trump
Selain Minyak Terbesar...
Selain Minyak Terbesar di Dunia, Ini Deretan Harta Karun Venezuela yang Menggemparkan
Terungkap! Maduro Diam-diam...
Terungkap! Maduro Diam-diam Kirim 127 Ton Emas Venezuela ke Swiss, Ini Alasannya
Bank Sentral Global...
Bank Sentral Global Kompak Borong Emas, Hapus Ketergantungan Dolar AS
Korban Tewas Gempa Dahsyat...
Korban Tewas Gempa Dahsyat Venezuela Bertambah Jadi 4.118 Orang, 16.740 Terluka
Spanyol Selidiki Kepala...
Spanyol Selidiki Kepala Staf Militer Israel terkait Penangkapan Aktivis Global Flotilla
Rekomendasi
Usai Jadi Tersangka,...
Usai Jadi Tersangka, Rumah Dinas Eks Jampidsus Febrie Adriansyah Sepi Tanpa Aktivitas
China Ciptakan Baterai...
China Ciptakan Baterai Nuklir yang Bisa Bertahan Ribuan Tahun
Komedian Temon Meninggal...
Komedian Temon Meninggal Dunia, Aldi Taher: Saya Bersaksi Abang Orang Baik
Berita Terkini
Bak Film Spionase, Mata-mata...
Bak Film Spionase, Mata-mata Italia Berkhianat dan Jual Rahasia NATO kepada Rusia
AS Diam-diam Tarik 10...
AS Diam-diam Tarik 10 Jet Tempur Siluman F-22 Raptor, Mundur dari Perang Iran
Militer AS Rilis Video...
Militer AS Rilis Video Rudal-rudal Gempur 140 Target di Iran
Iran Balas Serang Pangkalan...
Iran Balas Serang Pangkalan AS di Qatar, Bahrain, dan UEA
Eks Jubir Rumah Sakit...
Eks Jubir Rumah Sakit Israel: Dokter Zionis Selamatkan Nyawa Erdogan atas Permintaan Mossad
Aneh tapi Nyata, Gunung...
Aneh tapi Nyata, Gunung Berapi Ini Muntahkan Emas Setiap Hari
Infografis
Catat, Ini Daftar Hari...
Catat, Ini Daftar Hari Libur Nasional pada Tahun 2025
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved