AI, Robot, dan Modal Negara: Taruhan Besar Xi Jinping untuk Masa Depan China

Minggu, 12 Juli 2026 - 06:20 WIB
loading...
A A A

Risiko Alokasi Modal yang Tidak Efisien


Di sisi lain, perusahaan yang berada di luar sektor prioritas menghadapi kesulitan memperoleh pendanaan maupun persetujuan IPO.

Kurangnya dukungan negara juga dapat menekan valuasi perusahaan.

Regulator pasar modal China kini tidak hanya bertugas menjaga stabilitas pasar dan mencegah gelembung aset, tetapi juga memastikan modal mengalir menuju target kebijakan Xi Jinping.

Kondisi tersebut menciptakan dilema. Di satu sisi, negara mampu mengarahkan sumber daya dalam jumlah besar ke sektor strategis seperti AI, robotika, dan semikonduktor.

Namun di sisi lain, keterlibatan pemerintah yang terlalu besar berisiko menciptakan alokasi modal yang tidak efisien.

Para investor profesional cenderung lebih berhati-hati di pasar yang sangat dipengaruhi kebijakan pemerintah.

Akibatnya, peran bank-bank milik negara dalam pendanaan justru semakin besar, meskipun lembaga-lembaga tersebut memiliki rekam jejak yang kurang efisien dalam menyalurkan modal.

"Ini yang terjadi ketika tujuan kebijakan pemerintah menjadi prioritas utama dan keuntungan menjadi faktor kedua," kata seorang veteran pasar modal China yang dikutip media-media internasional.

Taruhan Besar Beijing


Bagi Beijing, taruhan ini sangat besar. China tidak hanya ingin mengejar Amerika Serikat dalam perlombaan teknologi, tetapi juga membangun ekosistem industri yang mampu berdiri sendiri tanpa ketergantungan pada teknologi asing.

Unitree, DeepSeek, CXMT, dan ratusan startup lainnya kini berada di garis depan strategi tersebut.

Namun keberhasilan mereka pada akhirnya tidak hanya ditentukan oleh kecanggihan teknologi, melainkan juga oleh kemampuan sistem keuangan China menyediakan modal secara efisien.

Jika negara terlalu dominan dalam menentukan pemenang, ambisi teknologi China justru dapat terhambat oleh masalah yang selama ini ingin dihindarinya sendiri: investasi besar dengan hasil yang tidak sebanding.
(mas)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Topan Bavi Terjang China,...
Topan Bavi Terjang China, Paksa Hampir 2 Juta Orang Mengungsi
AS Serang Iran Lagi...
AS Serang Iran Lagi untuk Ketiga Kalinya
Iran Tutup Selat Hormuz...
Iran Tutup Selat Hormuz usai Serang Kapal Tak Berizin
Iran Ungkap Kelompok...
Iran Ungkap Kelompok Garis Keras yang Sesat Tembaki Kapal untuk Rusak Negosiasi dengan AS
Trump Ungkap 1.000 Rudal...
Trump Ungkap 1.000 Rudal Diarahkan ke Iran Jika Dia Dibunuh
Rusia Terbuka Jika Turki...
Rusia Terbuka Jika Turki Jual Sistem Pertahanan Udara S-400 ke UEA
Permintaan Minyak Global...
Permintaan Minyak Global Diramal Turun Tajam di 2026, Terburuk sejak Pandemi Covid-19
China Uji Coba Rudal...
China Uji Coba Rudal Nuklir dari Kapal Selam, AS hingga Australia Panik
Ngeri! Jendela Pesawat...
Ngeri! Jendela Pesawat Lepas, Lansia Nyaris Tersedot Keluar saat Penerbangan dari Yunani
Rekomendasi
ASN Diizinkan Antar...
ASN Diizinkan Antar Anak di Hari Pertama Sekolah, Menteri PANRB: Tak Boleh Mengurangi Kualitas Pelayanan Publik
2 Pencuri Kabel Rp143...
2 Pencuri Kabel Rp143 Juta di Cikarang Selatan Ditangkap saat Beraksi
30 Pati TNI AU Naik...
30 Pati TNI AU Naik Pangkat, Danlanud Sultan Hasanuddin Pecah Bintang
Berita Terkini
Topan Bavi Terjang China,...
Topan Bavi Terjang China, Paksa Hampir 2 Juta Orang Mengungsi
Horor! Jendela Pesawat...
Horor! Jendela Pesawat Terlepas di Tengah Penerbangan, Seorang Penumpang Nyaris Tersedot Keluar
AS Serang Iran Lagi...
AS Serang Iran Lagi untuk Ketiga Kalinya
Iran Tutup Selat Hormuz...
Iran Tutup Selat Hormuz usai Serang Kapal Tak Berizin
12 Pegawai Pajak Bantu...
12 Pegawai Pajak Bantu Pengusaha Korupsi Uang Negara Senilai Rp110 Triliun, Dijuluki 'Perampokan Abad Ini'
AI, Robot, dan Modal...
AI, Robot, dan Modal Negara: Taruhan Besar Xi Jinping untuk Masa Depan China
Infografis
Demo Besar Guncang AS...
Demo Besar Guncang AS di 1.200 Lokasi dan 50 Negara Bagian
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved