Ukraina Ngamuk, Serang 21 Kapal Tanker Minyak Rusia
Minggu, 12 Juli 2026 - 05:58 WIB
loading...
Drone-drone Ukraina serang 21 kapal tanker minyak Rusia dan tujuh kapal lainnya di Laut Azov. Foto/Telegram/Robert Brovdi
A
A
A
KYIV - Militer Ukraina telah menyerang 21 kapal tanker minyak Rusia dan tujuh kapal lainnya dengan banyak drone di Laut Azov antara Jumat malam hingga Sabtu dini hari. Serangan ini memaksa Moskow menghentikan lalu lintas di Selat Kerch.
Komandan Pasukan Sistem Nirawak Ukraina, Robert Brovdi, mengatakan drone-drone Kyiv berhasil menghantam 21 kapal tanker minyak, empat kapal tunda, dua kapal kargo kering, dan satu kapal khusus milik Rusia. Dia mencatat 73 serangan sukses selama operasi tersebut.
Baca Juga: Hadapi Invasi Drone Ukraina, Rusia Deklarasikan Perang Melawan NATO
"Armada kapal tanker bayangan terlihat menyusut," tulis Brovdi di Telegram. "Tampaknya lalu lintas melalui Selat Kerch telah dihentikan," paparnya, seperti dikutip Kyiv Independent, Minggu (12/7/2026).
Staf Umum Militer Ukraina mengatakan kapal-kapal tanker minyak tersebut telah digunakan untuk mengangkut minyak dan produk minyak bumi sambil menghindari sanksi internasional. "[Mereka] menyediakan dana untuk membiayai agresi bersenjata terhadap Ukraina," kata Staf Umum dalam sebuah pernyataan.
Pernyataan itu menambahkan bahwa kapal tunda, kapal kargo kering, dan kapal khusus tersebut mendukung logistik militer Rusia, transportasi kargo, dan infrastruktur pelabuhan. "Besarnya kerusakan dan hasil serangan sedang diklarifikasi," imbuh Staf Umum.
Rusia belum berkomentar atas serangan terhadap kapal-kapal tanker minyaknya.
Brovdi juga mengatakan pasukan Ukraina menyerang 53 target militer di Crimea dan wilayah selatan yang dikuasai Rusia, termasuk aset Angkatan Laut dan infrastruktur energi, sebagai bagian dari kampanye "Pemutusan Pasokan Listrik Crimea" yang sedang berlangsung.
Serangan Ukraina tampaknya telah mengganggu pelayaran Rusia. Menurut laporan Reuters pada 10 Juli, mengutip tiga sumber di industri ekspor gandum Rusia, Moskow telah menangguhkan sementara navigasi melalui Terusan Don-Azov, jalur perairan utama yang menghubungkan Sungai Don dengan Laut Azov.
Menurut salah satu sumber Reuters, penjaga perbatasan Rusia memberi tahu perusahaan pelayaran bahwa mereka tidak akan lagi menerima permohonan untuk melewati Selat Kerch, yang menghubungkan Laut Azov dengan Laut Hitam, mulai pukul 18.10 waktu setempat pada 10 Juli. Pemberitahuan tersebut tidak menyebutkan kapan pembatasan akan dicabut.
Analis pasar memperkirakan bahwa hingga seperempat ekspor gandum Rusia transit melalui Laut Azov. Reuters melaporkan bahwa harga berjangka gandum di bursa Euronext naik hingga 4% pada 10 Juli, mencapai level tertinggi enam minggu di tengah kekhawatiran akan kemungkinan gangguan terhadap ekspor gandum Rusia.
Operasi ini menyusul serangan besar-besaran Ukraina lainnya terhadap pelayaran Rusia sehari sebelumnya. Pada 10 Juli, Brovdi mengatakan bahwa drone Ukraina telah menyerang 13 kapal Rusia di dekat Crimea, termasuk 10 kapal tanker milik "armada bayangan" Rusia yang terkena sanksi internasional.
Komandan Pasukan Sistem Nirawak Ukraina, Robert Brovdi, mengatakan drone-drone Kyiv berhasil menghantam 21 kapal tanker minyak, empat kapal tunda, dua kapal kargo kering, dan satu kapal khusus milik Rusia. Dia mencatat 73 serangan sukses selama operasi tersebut.
Baca Juga: Hadapi Invasi Drone Ukraina, Rusia Deklarasikan Perang Melawan NATO
"Armada kapal tanker bayangan terlihat menyusut," tulis Brovdi di Telegram. "Tampaknya lalu lintas melalui Selat Kerch telah dihentikan," paparnya, seperti dikutip Kyiv Independent, Minggu (12/7/2026).
Staf Umum Militer Ukraina mengatakan kapal-kapal tanker minyak tersebut telah digunakan untuk mengangkut minyak dan produk minyak bumi sambil menghindari sanksi internasional. "[Mereka] menyediakan dana untuk membiayai agresi bersenjata terhadap Ukraina," kata Staf Umum dalam sebuah pernyataan.
Pernyataan itu menambahkan bahwa kapal tunda, kapal kargo kering, dan kapal khusus tersebut mendukung logistik militer Rusia, transportasi kargo, dan infrastruktur pelabuhan. "Besarnya kerusakan dan hasil serangan sedang diklarifikasi," imbuh Staf Umum.
Rusia belum berkomentar atas serangan terhadap kapal-kapal tanker minyaknya.
Brovdi juga mengatakan pasukan Ukraina menyerang 53 target militer di Crimea dan wilayah selatan yang dikuasai Rusia, termasuk aset Angkatan Laut dan infrastruktur energi, sebagai bagian dari kampanye "Pemutusan Pasokan Listrik Crimea" yang sedang berlangsung.
Serangan Ukraina tampaknya telah mengganggu pelayaran Rusia. Menurut laporan Reuters pada 10 Juli, mengutip tiga sumber di industri ekspor gandum Rusia, Moskow telah menangguhkan sementara navigasi melalui Terusan Don-Azov, jalur perairan utama yang menghubungkan Sungai Don dengan Laut Azov.
Menurut salah satu sumber Reuters, penjaga perbatasan Rusia memberi tahu perusahaan pelayaran bahwa mereka tidak akan lagi menerima permohonan untuk melewati Selat Kerch, yang menghubungkan Laut Azov dengan Laut Hitam, mulai pukul 18.10 waktu setempat pada 10 Juli. Pemberitahuan tersebut tidak menyebutkan kapan pembatasan akan dicabut.
Analis pasar memperkirakan bahwa hingga seperempat ekspor gandum Rusia transit melalui Laut Azov. Reuters melaporkan bahwa harga berjangka gandum di bursa Euronext naik hingga 4% pada 10 Juli, mencapai level tertinggi enam minggu di tengah kekhawatiran akan kemungkinan gangguan terhadap ekspor gandum Rusia.
Operasi ini menyusul serangan besar-besaran Ukraina lainnya terhadap pelayaran Rusia sehari sebelumnya. Pada 10 Juli, Brovdi mengatakan bahwa drone Ukraina telah menyerang 13 kapal Rusia di dekat Crimea, termasuk 10 kapal tanker milik "armada bayangan" Rusia yang terkena sanksi internasional.
(mas)
Lihat Juga :