Iran Akui Melakukan Kesalahan Menembaki Kapal Tanker di Selat Hormuz
Sabtu, 11 Juli 2026 - 17:03 WIB
loading...
A
A
A
Presiden Trump memberi para negosiator AS ruang dan waktu untuk membuat kesepakatan—tetapi tidak banyak waktu, kata salah satu pejabat.
Mengenai apa yang disebut presiden sebagai "debu nuklir," sisa-sisa program nuklir Iran, para pejabat mengatakan AS lebih suka menggali debu tersebut, tetapi jika Iran menolak untuk bertindak seperti "negara normal," ada pilihan lain, termasuk membiarkannya tetap terkubur.
Jika Iran tidak mampu menghormati apa yang diyakini AS sebagai bagian termudah dari kesepakatan—membuka selat untuk perdagangan—para negosiator tidak akan pernah dapat membahas masalah yang lebih rumit yaitu program nuklir Iran, kata pejabat lainnya.
Para pejabat menolak berkomentar mengenai laporan bahwa intelijen Israel mengungkap rencana jahat terhadap Tuan Trump, tetapi mengatakan bahwa presiden tidak membuat keputusan berdasarkan rasa takut atau ancaman.
Mengenai apa yang disebut presiden sebagai "debu nuklir," sisa-sisa program nuklir Iran, para pejabat mengatakan AS lebih suka menggali debu tersebut, tetapi jika Iran menolak untuk bertindak seperti "negara normal," ada pilihan lain, termasuk membiarkannya tetap terkubur.
Jika Iran tidak mampu menghormati apa yang diyakini AS sebagai bagian termudah dari kesepakatan—membuka selat untuk perdagangan—para negosiator tidak akan pernah dapat membahas masalah yang lebih rumit yaitu program nuklir Iran, kata pejabat lainnya.
Para pejabat menolak berkomentar mengenai laporan bahwa intelijen Israel mengungkap rencana jahat terhadap Tuan Trump, tetapi mengatakan bahwa presiden tidak membuat keputusan berdasarkan rasa takut atau ancaman.
(ahm)
Lihat Juga :