Mahathir Mohamad Genap 101 Tahun, Dokter yang Sulap Wajah Malaysia Modern
Jum'at, 10 Juli 2026 - 13:44 WIB
loading...
A
A
A
Kisah Mahathir Ubah Wajah Malaysia Modern
Kisah Mahathir tidak dimulai dari gedung pemerintahan. Dia memulai hidup sebagai anak seorang guru di Alor Setar. Setelah menempuh pendidikan kedokteran di King Edward VII College of Medicine di Singapura, Mahathir memilih membuka praktik sebagai dokter. Bertahun-tahun dia melayani masyarakat biasa sebelum akhirnya terjun ke dunia politik.
Pengalaman menjadi dokter membentuk cara pandangnya. Dia melihat langsung bagaimana kemiskinan, pendidikan, dan kesehatan saling berkaitan. Dari ruang praktik sederhana itulah lahir keyakinannya bahwa negara harus dibangun melalui disiplin, industrialisasi, dan pendidikan.
Ketika menjadi Perdana Menteri pada 1981, Malaysia masih bergantung pada komoditas seperti karet dan timah. Mahathir bermimpi lebih besar. Dia ingin Malaysia menjadi negara industri yang mampu bersaing dengan Jepang dan Korea Selatan.
Mimpi itu diwujudkan melalui berbagai proyek besar. Jalan tol Utara-Selatan menghubungkan Semenanjung Malaysia dari utara ke selatan. Menara Kembar Petronas menjelma ikon baru Kuala Lumpur sekaligus simbol kepercayaan diri Malaysia. Bandar udara internasional baru dibangun di Sepang. Koridor Multimedia Super Corridor (MSC) diluncurkan untuk menarik investasi teknologi tinggi.
Dia juga mendorong lahirnya Proton, mobil nasional Malaysia, sebagai simbol kemampuan industri dalam negeri. Walaupun Proton menghadapi berbagai tantangan dalam persaingan global, keberadaannya menjadi tonggak penting pembangunan sektor manufaktur Malaysia.
Di bawah kepemimpinannya pula, Malaysia mengalami pertumbuhan ekonomi yang mengesankan selama dekade 1980-an hingga pertengahan 1990-an. Negara itu berubah dari ekonomi berbasis pertanian menjadi pusat manufaktur elektronik, semikonduktor, dan investasi asing di Asia Tenggara.
Salah satu ujian terbesar Mahathir datang ketika Krisis Finansial Asia 1997 menghantam kawasan. Saat banyak negara mengikuti resep Dana Moneter Internasional (IMF), Mahathir memilih jalan berbeda.
Dia memberlakukan kontrol modal, mematok nilai tukar ringgit terhadap dolar Amerika Serikat (AS), dan membatasi arus modal spekulatif. Langkah tersebut menuai kritik keras pada awalnya. Namun dalam beberapa tahun berikutnya, ekonomi Malaysia mampu pulih tanpa paket penyelamatan IMF. Hingga kini, kebijakan itu masih menjadi bahan studi dalam ekonomi internasional sebagai salah satu pendekatan alternatif menghadapi krisis keuangan.
Lihat Juga :