Akademisi Beijing: Negara Mana Pun yang Berani Perang Nuklir Melawan China Akan Musnah

Kamis, 09 Juli 2026 - 14:43 WIB
loading...
A A A

Nuklir China Bisa Hantam dalam 20 Menit


Menurut Pentagon, perkiraan jumlah hulu ledak nuklir China berada di angka 600-an pada tahun 2024. Diprediksi jumlah tersebut akan melonjak menjadi lebih dari 1.000 pada tahun 2030.

Gao mengatakan China telah menyatakan kepada dunia bahwa kemampuan peluncuran nuklirnya dapat menjangkau sudut mana pun. "Di bagian mana pun di dunia dalam waktu 20 menit," katanya.

“Jadi, tidak ada negara yang perlu terkejut jika China melakukan uji coba semacam itu di sudut mana pun di dunia jika China memilih demikian,” imbuh dia.

“Dan tidak ada negara yang seharusnya menjadi penghalang bagi uji coba China seperti ini. Saya berharap setiap negara di dunia, termasuk Australia, akan sangat senang melihat bahwa kebijakan nuklir China yang telah diumumkan adalah tidak menggunakan senjata nuklir terhadap negara non-nuklir mana pun," papar Gao.

Gao memperingatkan bahwa status Australia sebagai negara bebas nuklir akan berakhir saat menerima kapal selam bertenaga nuklir berdasarkan pakta pertahanan AUKUS.

“Saya ingin mendesak semua orang di Australia untuk melakukan hal yang benar," katanya. “Jauhi keinginan menjadi kekuatan nuklir karena Anda tidak tahu apa konsekuensinya,” sambung dia.

Uji coba rudal tersebut diumumkan beberapa jam setelah Perdana Menteri Australia Anthony Albanese menandatangani perjanjian pertahanan dengan Fiji, dengan Australia berupaya memperkuat hubungannya dengan sekutu-sekutu utamanya di Pasifik.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Trump Tolak Seruan Netanyahu...
Trump Tolak Seruan Netanyahu agar AS Tak Jual Jet Tempur Siluman F-35 ke Turki
Trump Keliru Sebut Iran...
Trump Keliru Sebut Iran 'Republik Islam Jepang': 111 Rudalnya Serang Kapal Induk AS
AS Gempur 90 Target...
AS Gempur 90 Target di Iran, Teheran Balas Bombardir Pangkalan Amerika di Kuwait dan Bahrain
Uni Eropa Perketat Impor...
Uni Eropa Perketat Impor E-Commerce, Era Paket Murah dari China Mulai Berakhir
Imbas AS Serang Iran:...
Imbas AS Serang Iran: Qatar, Bahrain, dan Kuwait Panik
Trump Sebut Iran Sampah,...
Trump Sebut Iran Sampah, Ini Respons Teheran
Rahasia Industri Logam...
Rahasia Industri Logam Tanah Jarang China Dibongkar Ilmuwan, AS-Jepang Pegang Kunci Mineral Langka!
Iran Ancam Beri Balasan...
Iran Ancam Beri Balasan Atas Serangan AS, IRGC Klaim Tembak Jatuh Drone MQ-9
Iran Ancam Bikin Timur...
Iran Ancam Bikin Timur Tengah Membara Lagi, Gempur Pangkalan-Pangkalan Militer AS
Rekomendasi
Gus Falah Mendukung...
Gus Falah Mendukung Polri Usut Kasus Dugaan Korupsi Batu Bara
Demi Film Baru, Davina...
Demi Film Baru, Davina Karamoy Rela Potong Rambut yang Dipanjangkan 6 Tahun
Hyundai Kunjungi iNews...
Hyundai Kunjungi iNews Media Group, Perkuat Sinergi dan Jajaki Peluang Kolaborasi Strategis
Berita Terkini
Peti Jenazah Khamenei...
Peti Jenazah Khamenei Mendarat di Kota Mashhad Menjelang Pemakamannya
Nasib Apes Pesawat Boeing...
Nasib Apes Pesawat Boeing 737 Hilang Kontak, Ditemukan Jadi Puing-puing di Laut Arab
Akademisi Beijing: Negara...
Akademisi Beijing: Negara Mana Pun yang Berani Perang Nuklir Melawan China Akan Musnah
Trump Tolak Seruan Netanyahu...
Trump Tolak Seruan Netanyahu agar AS Tak Jual Jet Tempur Siluman F-35 ke Turki
Trump Keliru Sebut Iran...
Trump Keliru Sebut Iran 'Republik Islam Jepang': 111 Rudalnya Serang Kapal Induk AS
AS Gempur 90 Target...
AS Gempur 90 Target di Iran, Teheran Balas Bombardir Pangkalan Amerika di Kuwait dan Bahrain
Infografis
10 Negara Menaikkan...
10 Negara Menaikkan Harga BBM Akibat Perang AS-Iran, Banyak Tetangga RI
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved