Trump Tolak Seruan Netanyahu agar AS Tak Jual Jet Tempur Siluman F-35 ke Turki
Kamis, 09 Juli 2026 - 13:22 WIB
loading...
Presiden AS Donald Trump menolak seruan PM Israel Benjamin Netanyahu agar tak jual jet tempur siluman F-35 ke Turki. Foto/Wikimedia Commons
A
A
A
ANKARA - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump telah menolak seruan Perdana Menteri (PM) Israel Benjamin Netanyahu untuk tidak menjual jet tempur siluman F-35 ke Turki.
Netanyahu telah berkali-kelai menyuarakan penentangan Ankara memperoleh pesawat tempur canggih itu dengan menuduh Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan telah mendestabilisasi Timur Tengah. Ankara selama ini muncul sebagai salah satu kritikus paling vokal terhadap kampanye militer Israel di Gaza dan Lebanon.
Baca Juga: AS Diperkirakan Akan Pasok 6 Jet Tempur Siluman F-35 ke Turki
Trump, yang saat berada Turki untuk KTT NATO, mengatakan dia akan mempertimbangkan untuk menjual jet tempur tersebut kepada sekutu AS.
“Saya tidak khawatir tentang apa pun. Maksud saya, dia adalah pemimpin negara yang telah menjadikan negaranya jauh lebih baik, negara yang jauh lebih kuat,” kata Trump, mengacu pada Erdogan, sebagaimana dikutip dariThe Hill, Kamis (9/7/2026).
Sebelumnya, Netanyahu mendesak Washington untuk tidak memberikan Ankara akses ke pesawat tempur F-35. “Saya rasa mereka tidak seharusnya diberi F-35 atau mesin untuk jet tempur mereka, karena itu akan mengganggu keseimbangan kekuatan di Timur Tengah, yang pada akhirnya dijamin oleh superioritas udara Israel dan juga, saya pikir, oleh sikap Amerika di Timur Tengah,” kata Netanyahu kepada Fox News pada hari Senin.
“Turki adalah negara yang hebat, tetapi diperintah oleh seorang pria yang secara terbuka menyerukan pemusnahan Israel,” ujar Netanyahu.
Menurut laporan Axios, Netanyahu secara pribadi melobi Trump untuk tidak memasok jet tersebut ke Turki dan mengangkat masalah ini selama panggilan telepon pekan lalu.
Pada tahun 2019, AS mengeluarkan Turki dari program F-35 setelah Erdogan menolak untuk membatalkan kesepakatan untuk membeli sistem rudal S-400 Rusia. Tahun lalu, Ankara mengonfirmasi bahwa mereka tertarik untuk mengakuisisi pesawat tersebut tetapi menekankan bahwa mereka juga akan mempertahankan S-400.
Erdogan sering berselisih dengan Netanyahu, membandingkan pemimpin Israel itu dengan pemimpin Nazi Adolf Hitler. Pada hari Selasa, Kementerian Pertahanan Turki menuduh Netanyahu melancarkan kampanye disinformasi tentang peran Ankara di kawasan tersebut.
“Netanyahu dan para sekutunya dengan sengaja memutarbalikkan setiap kritik yang ditujukan kepada mereka dan berupaya mengalihkan perhatian melalui upaya propaganda sistematis,” kata Kementerian Pertahanan Turki.
Sementara itu, Senator AS Jeanne Shaheen yang berbicara kepada wartawan di sela-sela KTT NATO ke-36 di Ankara, mengatakan masalah ini dapat maju jika ditemukan solusi untuk menghilangkan ancaman yang menurut Washington ditimbulkan oleh S-400 terhadap teknologi F-35.
Shaheen, yang merupakan anggota senior Komite Hubungan Luar Negeri Senat AS, mengingatkan bahwa Turki dikeluarkan dari program F-35 setelah akuisisi sistem S-400.
Menurutnya, kembalinya Turki ke program tersebut akan berdampak positif bagi kedua negara jika kedua pihak dapat mencapai kesepakatan.
“Kami masih memiliki pertanyaan yang perlu dijawab terkait dengan apa yang diusulkan, dan kami belum mendapatkan jawabannya,” kata Shaheen. “Jadi kita akan menunggu dan melihat apa yang terjadi.”
Ditanya tentang hubungan AS-Turki, Shaheen mengatakan ada kritik terhadap Turki di Senat AS, tetapi Kongres memandang hubungan tersebut secara positif, terutama karena peran Ankara dalam NATO.
Dia mengatakan ada kesadaran yang kuat di Kongres tentang infrastruktur industri pertahanan Turki dan kontribusinya terhadap aliansi tersebut.
Senator Mike Rounds juga mengatakan Turki merupakan kontributor penting bagi NATO dan penguatan kemampuannya akan menguntungkan aliansi tersebut.
Menurutnya, salah satu kemampuan tersebut adalah F-35, dan mencatat bahwa Turki awalnya dipilih untuk ikut serta dalam produksi pesawat canggih itu.
“Itu menunjukkan kompetensi yang kuat di bidang teknologi yang memberikan penghargaan itu kepada mereka sejak awal,” kata Rounds.
Netanyahu telah berkali-kelai menyuarakan penentangan Ankara memperoleh pesawat tempur canggih itu dengan menuduh Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan telah mendestabilisasi Timur Tengah. Ankara selama ini muncul sebagai salah satu kritikus paling vokal terhadap kampanye militer Israel di Gaza dan Lebanon.
Baca Juga: AS Diperkirakan Akan Pasok 6 Jet Tempur Siluman F-35 ke Turki
Trump, yang saat berada Turki untuk KTT NATO, mengatakan dia akan mempertimbangkan untuk menjual jet tempur tersebut kepada sekutu AS.
“Saya tidak khawatir tentang apa pun. Maksud saya, dia adalah pemimpin negara yang telah menjadikan negaranya jauh lebih baik, negara yang jauh lebih kuat,” kata Trump, mengacu pada Erdogan, sebagaimana dikutip dariThe Hill, Kamis (9/7/2026).
Sebelumnya, Netanyahu mendesak Washington untuk tidak memberikan Ankara akses ke pesawat tempur F-35. “Saya rasa mereka tidak seharusnya diberi F-35 atau mesin untuk jet tempur mereka, karena itu akan mengganggu keseimbangan kekuatan di Timur Tengah, yang pada akhirnya dijamin oleh superioritas udara Israel dan juga, saya pikir, oleh sikap Amerika di Timur Tengah,” kata Netanyahu kepada Fox News pada hari Senin.
“Turki adalah negara yang hebat, tetapi diperintah oleh seorang pria yang secara terbuka menyerukan pemusnahan Israel,” ujar Netanyahu.
Menurut laporan Axios, Netanyahu secara pribadi melobi Trump untuk tidak memasok jet tersebut ke Turki dan mengangkat masalah ini selama panggilan telepon pekan lalu.
Pada tahun 2019, AS mengeluarkan Turki dari program F-35 setelah Erdogan menolak untuk membatalkan kesepakatan untuk membeli sistem rudal S-400 Rusia. Tahun lalu, Ankara mengonfirmasi bahwa mereka tertarik untuk mengakuisisi pesawat tersebut tetapi menekankan bahwa mereka juga akan mempertahankan S-400.
Erdogan sering berselisih dengan Netanyahu, membandingkan pemimpin Israel itu dengan pemimpin Nazi Adolf Hitler. Pada hari Selasa, Kementerian Pertahanan Turki menuduh Netanyahu melancarkan kampanye disinformasi tentang peran Ankara di kawasan tersebut.
“Netanyahu dan para sekutunya dengan sengaja memutarbalikkan setiap kritik yang ditujukan kepada mereka dan berupaya mengalihkan perhatian melalui upaya propaganda sistematis,” kata Kementerian Pertahanan Turki.
Senator AS Dukung Turki Kembali ke Program F-35
Sementara itu, Senator AS Jeanne Shaheen yang berbicara kepada wartawan di sela-sela KTT NATO ke-36 di Ankara, mengatakan masalah ini dapat maju jika ditemukan solusi untuk menghilangkan ancaman yang menurut Washington ditimbulkan oleh S-400 terhadap teknologi F-35.
Shaheen, yang merupakan anggota senior Komite Hubungan Luar Negeri Senat AS, mengingatkan bahwa Turki dikeluarkan dari program F-35 setelah akuisisi sistem S-400.
Menurutnya, kembalinya Turki ke program tersebut akan berdampak positif bagi kedua negara jika kedua pihak dapat mencapai kesepakatan.
“Kami masih memiliki pertanyaan yang perlu dijawab terkait dengan apa yang diusulkan, dan kami belum mendapatkan jawabannya,” kata Shaheen. “Jadi kita akan menunggu dan melihat apa yang terjadi.”
Ditanya tentang hubungan AS-Turki, Shaheen mengatakan ada kritik terhadap Turki di Senat AS, tetapi Kongres memandang hubungan tersebut secara positif, terutama karena peran Ankara dalam NATO.
Dia mengatakan ada kesadaran yang kuat di Kongres tentang infrastruktur industri pertahanan Turki dan kontribusinya terhadap aliansi tersebut.
Senator Mike Rounds juga mengatakan Turki merupakan kontributor penting bagi NATO dan penguatan kemampuannya akan menguntungkan aliansi tersebut.
Menurutnya, salah satu kemampuan tersebut adalah F-35, dan mencatat bahwa Turki awalnya dipilih untuk ikut serta dalam produksi pesawat canggih itu.
“Itu menunjukkan kompetensi yang kuat di bidang teknologi yang memberikan penghargaan itu kepada mereka sejak awal,” kata Rounds.
(mas)
Lihat Juga :