Trump Keliru Sebut Iran 'Republik Islam Jepang': 111 Rudalnya Serang Kapal Induk AS

Kamis, 09 Juli 2026 - 12:40 WIB
loading...
Trump Keliru Sebut Iran...
Presiden AS Donald Trump keliru menyebut Iran dengan nama Republik Islam Jepang sebagai pihak yang telah menembakkan 111 rudal ke arah kapal induk USS Abraham Lincoln. Foto/Kantor Presiden Ukraina
A A A
ANKARA - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump keliru menyebut Iran dengan nama "Republik Islam Jepang" sebagai pihak yang telah menembakkan 111 rudal ke arah kapal induk USS Abraham Lincoln selama perang Amerika-Israel melawan Iran. Salah sebut nama tersebut disampaikan selama KTT NATO di Ankara pada hari Rabu.

"Kami ditembaki 111 rudal oleh Republik Islam Jepang," kata Trump, yang maksudnya adalah Republik Islam Iran. "Ke kapal induk USS Abraham Lincoln di Laut Arab," katanya lagi.

Baca Juga: Imbas AS Serang Iran: Qatar, Bahrain, dan Kuwait Panik

"Dan setiap rudal itu berhasil ditembak jatuh, sebagian besar oleh Patriot, tetapi juga dengan cara lain," lanjut Trump, yang dikutip AFP, Kamis (9/7/2026).

Salah ucap oleh Trump patut diperhatikan karena dia telah lama menyerang kesalahan verbal mantan presiden AS Joe Biden. Trump mengkritiknya lagi di NATO bahkan setelah membuat serangkaian kesalahan, mengatakan mantan presiden itu "tidak bisa bicara, tidak bisa berjalan".

Kemudian Trump mulai berbicara tentang kesepakatan nuklir Iran tahun 2015 yang dinegosiasikan di bawah mantan presiden Barack Obama. Kesepakatan itu dikenal sebagai Joint Comprehensive Plan of Action atau JCPOA.

Trump mengatakan dia pikir apa yang disebutnya JCPOA adalah "kesepakatan yang mengerikan".

Tak lama kemudian, Trump lagi-lagi salah menyebut nama. Dia bertanya kepada wartawan apakah ada yang ingin mengajukan pertanyaan kepada "Presiden Putin". Padahal, maksudnya adalah Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky yang berada di dekatnya, bukannya Presiden Rusia Vladimir Putin.

Setelah para wartawan mengoreksinya, dia mencoba memperbaiki keadaan dengan mengatakan bahwa dia sebenarnya bertanya apakah ada yang memiliki pertanyaan untuk Putin yang kemudian dapat dia sampaikan kepada Presiden Rusia.

Trump berulang tahun ke-80 bulan lalu. Sebelum ulang tahunnya, Gedung Putih merilis memo dari dokter presiden yang menyatakan bahwa Trump dalam kondisi kesehatan yang sangat baik dengan fungsi fisik keseluruhan yang kuat.

Beberapa jam setelah Trump berbicara di KTT NATO, AS membombardir wilayah Iran pada Kamis (9/7/2026) dini hari atau serangan hari kedua dua secara beruntun.

Permusuhan kembali pecah setelah AS dan sekutu Arabnya di kawasan itu menyalahkan Iran atas serangan terhadap kapal tanker di Selat Hormuz.

Dalam sebuah pernyataan di X, Komando Pusat AS (CENTCOM) mengatakan, "Pasukan AS melakukan serangan tambahan terhadap Iran untuk lebih melemahkan kemampuan mereka mengancam kebebasan navigasi di Selat Hormuz.”

“Amerika Serikat meminta pertanggungjawaban Iran atas agresi yang tidak beralasan baru-baru ini terhadap pelayaran komersial dan awak sipil yang bebas berlayar di jalur air internasional yang vital,” kata CENTCOM.

Media-media Iran melaporkan ledakan di sepanjang pantai selatan, termasuk di kota-kota pelabuhan Bushehr, Chabahar, dan Konarak, serta di Pulau Lavan. Setidaknya dua ledakan tercatat di dekat Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir Bushehr.

Sebuah video yang diunggah di media sosial menunjukkan serangan di Chabahar, di mana media Iran melaporkan bahwa menara kontrol maritim telah menjadi sasaran.

Menurut lembaga penyiaran negara Iran, IRIB, serangan di Chabahar, pelabuhan terbesar di negara itu, juga merusak Rumah Sakit Imam Ali dan memutuskan jalur listrik utama. Namun, jaringan listrik telah dipulihkan sebagian.

Serangan tersebut dilaporkan menyebabkan kebakaran besar di Bushehr.
(mas)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Akademisi Beijing: Negara...
Akademisi Beijing: Negara Mana Pun yang Berani Perang Nuklir Melawan China Akan Musnah
Trump Tolak Seruan Netanyahu...
Trump Tolak Seruan Netanyahu agar AS Tak Jual Jet Tempur Siluman F-35 ke Turki
AS Gempur 90 Target...
AS Gempur 90 Target di Iran, Teheran Balas Bombardir Pangkalan Amerika di Kuwait dan Bahrain
Uni Eropa Perketat Impor...
Uni Eropa Perketat Impor E-Commerce, Era Paket Murah dari China Mulai Berakhir
Imbas AS Serang Iran:...
Imbas AS Serang Iran: Qatar, Bahrain, dan Kuwait Panik
Trump Sebut Iran Sampah,...
Trump Sebut Iran Sampah, Ini Respons Teheran
Eropa Siap Masuk Arena...
Eropa Siap Masuk Arena Pertempuran Robot AI China dan AS
Koordinator Rekonstruksi...
Koordinator Rekonstruksi Gaza Asal Mesir Tewas dalam Serangan Drone di Kawasan Sabra
Perang Pecah Lagi, Trump:...
Perang Pecah Lagi, Trump: Saya Tak Mau Negosiasi Lagi dengan Iran
Rekomendasi
Kelakar Bahlil di Hadapan...
Kelakar Bahlil di Hadapan Prabowo: Koalisi Aman
Badko HMI Dukung Polri...
Badko HMI Dukung Polri Usut Tuntas Dugaan Korupsi Batu Bara
3 Pekerja Proyek Tewas...
3 Pekerja Proyek Tewas di Gorong-gorong Jaktim, Diduga Kehabisan Napas
Berita Terkini
Nasib Apes Pesawat Boeing...
Nasib Apes Pesawat Boeing 737 Hilang Kontak, Ditemukan Jadi Puing-puing di Laut Arab
Akademisi Beijing: Negara...
Akademisi Beijing: Negara Mana Pun yang Berani Perang Nuklir Melawan China Akan Musnah
Trump Tolak Seruan Netanyahu...
Trump Tolak Seruan Netanyahu agar AS Tak Jual Jet Tempur Siluman F-35 ke Turki
Trump Keliru Sebut Iran...
Trump Keliru Sebut Iran 'Republik Islam Jepang': 111 Rudalnya Serang Kapal Induk AS
AS Gempur 90 Target...
AS Gempur 90 Target di Iran, Teheran Balas Bombardir Pangkalan Amerika di Kuwait dan Bahrain
Venezuela Memohon kepada...
Venezuela Memohon kepada Raja Charles: Serahkan 31 Ton Emas yang Ditahan Inggris
Infografis
4 Alasan Selat Hormuz...
4 Alasan Selat Hormuz Jadi Medan Perang Mematikan Antara Iran dan AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved