AS Diperkirakan Akan Pasok 6 Jet Tempur Siluman F-35 ke Turki
Kamis, 09 Juli 2026 - 08:24 WIB
loading...
Amerika Serikat diperkirakan akan memasok 6 jet tempur siluman F-35 ke Turki jika Presiden Donald Trump mencabut larangan penjualan pesawat tersebut. Foto/US Air Force/Tech. Sgt. Nicolas Myers
A
A
A
ANKARA - Amerika Serikat (AS) diperkirakan akan mengirimkan enam jet tempur siluman F-35 ke Turki sebagai bagian dari transaksi awal. Potensi pengiriman itu diungkap Bloomberg News, mengutip pejabat Turki yang mengetahui masalah tersebut.
Menurut laporan media Amerika tersebut, kesepakatan itu akan bergantung pada Presiden AS Donald Trump yang mencabut larangan pembelian jet tempur generasi kelima Amerika oleh Ankara.
Baca Juga: Israel Terusik, Netanyahu Desak AS Tak Jual Jet Tempur Siluman F-35 ke Turki
Turki awalnya berencana untuk membeli sekitar 40 unit jet tempur F-35 sebelum ketegangan antara Ankara, AS, dan sekutu utama; seperti Israel dan Yunani, menyebabkan Amerika memblokir transaksi tersebut.
Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan telah mendorong agar kesepakatan itu terwujud, sementara Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu baru-baru ini memperingatkan AS agar tidak memberikan pesawat tempur canggih itu kepada Turki.
Selain itu, anggota parlemen AS memperingatkan pemerintahan Trump pada 28 Juni bahwa penjualan jet tempur ke Turki dapat menimbulkan ancaman keamanan. Alasannya, Ankara juga membangun hubungan pertahanan dengan Moskow dan menggunakan sistem pertahanan udara S-400 Rusia.
Sementara itu, Trump memuji Erdogan di sela-sela KTT NATO di Ankara, dengan mengatakan, “Dia adalah orang yang sangat kuat. Orang-orang tidak main-main dengannya, tetapi dia benar-benar melakukan pekerjaan yang fantastis.”
“Anda bisa tahu sejak saat kami turun dari pesawat. Lihatlah bandara-bandara itu—sangat indah. Mereka membangun terminal khusus untuk kedatangan saya,” imbuh Trump.
Dia juga mengatakan bahwa dirinya belum memutuskan apakah akan menjual jet F-35 ke Turki, tetapi dia sedang mempertimbangkan betapa baiknya Erdogan sebagai sekutu.
“Saya belum sepenuhnya memutuskan, tetapi kecenderungan saya adalah untuk mengatakan, lihat, dia telah melakukan segalanya, dia telah membantu kita dalam begitu banyak cara yang berbeda,” kata Trump dalam konferensi pers setelah KTT NATO di Ankara, seperti dikutip dari The Jerusalem Post, Kamis (9/7/2026).
Erdogan, yang juga berbicara dalam konferensi pers di akhir KTT NATO, mengatakan bahwa Trump memiliki pandangan positif tentang penjualan jet F-35 ke Turki dan bahwa dia berharap dunia akan melihat AS menepati janjinya.
Erdogan menambahkan bahwa dia mengadakan pembicaraan yang sangat bermanfaat dengan Trump dan dia meninggalkan pertemuan mereka dengan senang hati.
Dia menepis penentangan Israel dan Yunani terhadap akuisisi jet F-35 oleh Turki dan mengatakan Yunani melakukan kesalahan dengan menentangnya.
Dia juga mengumumkan bahwa dia telah membahas kerja sama industri pertahanan bersama dengan Trump, yang dapat mencakup pembuatan kapal, terutama fregat, kapal selam, dan korvet.
Lebih lanjut, Erdogan mengatakan kepada wartawan bahwa AS sebagian besar telah mencabut sanksi pertahanan terhadap Turki.
Sebelumnya, laporan Reuters dan New York Times menyebutkan bahwa Trump diperkirakan akan memberikan dukungannya terhadap potensi penjualan jet tempur F-35 ke Turki selama kunjungannya ke Ankara.
Ketika Trump ditanya oleh wartawan akhir bulan lalu apakah dia akan memberikan "hadiah" untuk Turki, dia berkata: "Saya mungkin akan melakukan sesuatu yang akan membuat mereka sangat senang."
Berbicara bersama Trump, Wakil Presiden AS JD Vance mengatakan bahwa tinjauan sedang dilakukan untuk menentukan apakah Turki telah mematuhi hukum AS untuk menerima jet tempur F-35.
“[Menteri Pertahanan] Pete [Hegseth] dan seluruh tim sedang meninjau hal ini sekarang karena ada hal-hal tertentu yang harus kami pastikan telah terjadi... agar sesuai dengan hukum Amerika,” kata Vance.
Menteri Luar Negeri Turki Hakan Fidan mengatakan pekan lalu bahwa Erdogan dan Trump memiliki “kemauan politik yang kuat” untuk mencabut sanksi AS yang dikenakan pada Turki, meskipun mereka menolak untuk menetapkan jadwal.
Menurut laporan media Amerika tersebut, kesepakatan itu akan bergantung pada Presiden AS Donald Trump yang mencabut larangan pembelian jet tempur generasi kelima Amerika oleh Ankara.
Baca Juga: Israel Terusik, Netanyahu Desak AS Tak Jual Jet Tempur Siluman F-35 ke Turki
Turki awalnya berencana untuk membeli sekitar 40 unit jet tempur F-35 sebelum ketegangan antara Ankara, AS, dan sekutu utama; seperti Israel dan Yunani, menyebabkan Amerika memblokir transaksi tersebut.
Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan telah mendorong agar kesepakatan itu terwujud, sementara Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu baru-baru ini memperingatkan AS agar tidak memberikan pesawat tempur canggih itu kepada Turki.
Selain itu, anggota parlemen AS memperingatkan pemerintahan Trump pada 28 Juni bahwa penjualan jet tempur ke Turki dapat menimbulkan ancaman keamanan. Alasannya, Ankara juga membangun hubungan pertahanan dengan Moskow dan menggunakan sistem pertahanan udara S-400 Rusia.
Sementara itu, Trump memuji Erdogan di sela-sela KTT NATO di Ankara, dengan mengatakan, “Dia adalah orang yang sangat kuat. Orang-orang tidak main-main dengannya, tetapi dia benar-benar melakukan pekerjaan yang fantastis.”
“Anda bisa tahu sejak saat kami turun dari pesawat. Lihatlah bandara-bandara itu—sangat indah. Mereka membangun terminal khusus untuk kedatangan saya,” imbuh Trump.
Dia juga mengatakan bahwa dirinya belum memutuskan apakah akan menjual jet F-35 ke Turki, tetapi dia sedang mempertimbangkan betapa baiknya Erdogan sebagai sekutu.
“Saya belum sepenuhnya memutuskan, tetapi kecenderungan saya adalah untuk mengatakan, lihat, dia telah melakukan segalanya, dia telah membantu kita dalam begitu banyak cara yang berbeda,” kata Trump dalam konferensi pers setelah KTT NATO di Ankara, seperti dikutip dari The Jerusalem Post, Kamis (9/7/2026).
Erdogan, yang juga berbicara dalam konferensi pers di akhir KTT NATO, mengatakan bahwa Trump memiliki pandangan positif tentang penjualan jet F-35 ke Turki dan bahwa dia berharap dunia akan melihat AS menepati janjinya.
Erdogan menambahkan bahwa dia mengadakan pembicaraan yang sangat bermanfaat dengan Trump dan dia meninggalkan pertemuan mereka dengan senang hati.
Dia menepis penentangan Israel dan Yunani terhadap akuisisi jet F-35 oleh Turki dan mengatakan Yunani melakukan kesalahan dengan menentangnya.
Dia juga mengumumkan bahwa dia telah membahas kerja sama industri pertahanan bersama dengan Trump, yang dapat mencakup pembuatan kapal, terutama fregat, kapal selam, dan korvet.
Lebih lanjut, Erdogan mengatakan kepada wartawan bahwa AS sebagian besar telah mencabut sanksi pertahanan terhadap Turki.
Sebelumnya, laporan Reuters dan New York Times menyebutkan bahwa Trump diperkirakan akan memberikan dukungannya terhadap potensi penjualan jet tempur F-35 ke Turki selama kunjungannya ke Ankara.
Ketika Trump ditanya oleh wartawan akhir bulan lalu apakah dia akan memberikan "hadiah" untuk Turki, dia berkata: "Saya mungkin akan melakukan sesuatu yang akan membuat mereka sangat senang."
Berbicara bersama Trump, Wakil Presiden AS JD Vance mengatakan bahwa tinjauan sedang dilakukan untuk menentukan apakah Turki telah mematuhi hukum AS untuk menerima jet tempur F-35.
“[Menteri Pertahanan] Pete [Hegseth] dan seluruh tim sedang meninjau hal ini sekarang karena ada hal-hal tertentu yang harus kami pastikan telah terjadi... agar sesuai dengan hukum Amerika,” kata Vance.
Menteri Luar Negeri Turki Hakan Fidan mengatakan pekan lalu bahwa Erdogan dan Trump memiliki “kemauan politik yang kuat” untuk mencabut sanksi AS yang dikenakan pada Turki, meskipun mereka menolak untuk menetapkan jadwal.
(mas)
Lihat Juga :