Mantan Tokoh MAGA Kecam Serangan AS terhadap Iran

Rabu, 08 Juli 2026 - 01:10 WIB
loading...
A A A
“Masalahnya adalah kita menandatangani MoU karena tidak ada solusi militer & kita membutuhkan Selat Hormuz tetap terbuka,” katanya, menambahkan, “Pilihan terbaik kita adalah mundur.”

Sementara itu, setidaknya tiga kota, dan beberapa lokasi di dalamnya, dihantam oleh pasukan AS. Pulau Qeshm adalah salah satu target utama, dengan setidaknya tujuh lokasi yang dihantam. Kota Sirik, yang menghadap Selat Hormuz, juga dihantam, dengan enam lokasi yang menjadi sasaran. Di Bandar Abbas, pejabat Iran mengatakan 10 lokasi dihantam, termasuk menara telekomunikasi.

Ini adalah serangan AS terbesar terhadap aset militer Iran sejak gencatan senjata disepakati pada bulan April.

Negosiator utama Iran dan Ketua Parlemen Mohammad Bagher Ghalibaf menggambarkan serangan tersebut sebagai "pelanggaran besar" terhadap nota kesepahaman antara Washington dan Teheran.

Ghalibaf mengatakan pelanggaran tersebut termasuk apa yang Teheran anggap sebagai campur tangan AS dalam pengaturan Iran untuk Selat Hormuz, ancaman berkelanjutan dari serangan AS lebih lanjut, pemberlakuan kembali sanksi terhadap sektor minyak Iran, dan pelanggaran berkelanjutan Israel terhadap nota kesepahaman di Lebanon.

Ia memperingatkan bahwa "era intimidasi dan pemerasan telah berakhir", menambahkan bahwa tekanan semacam itu "tidak akan membawa ke mana-mana".

Sementara itu, Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) mengumumkan respons militer Iran, dengan mengatakan telah menyerang 85 fasilitas militer AS utama di seluruh wilayah tersebut, termasuk markas besar Armada Kelima AS di Pelabuhan Salman Bahrain dan pangkalan udara Ali Al Salem di Kuwait.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
350 Pegawai Pemerintah...
350 Pegawai Pemerintah Iran Tewas akibat Serangan AS dan Israel
Israel Akui Pesawat...
Israel Akui Pesawat Pembom AS Gunakan Pangkalan Udaranya untuk Serang Iran
600 Eks Pejabat Israel...
600 Eks Pejabat Israel Desak Trump Tekan Netanyahu
Ukraina Ledakkan Kapal...
Ukraina Ledakkan Kapal Dagang Iran di Laut Kaspia, Rusia Peringatkan Ancaman Kyiv
Israel Perluas Zona...
Israel Perluas Zona Kuning, Paksa Ribuan Warga Gaza Mengungsi Lagi
Penerbangan Netanyahu...
Penerbangan Netanyahu ke AS Melintasi Wilayah Udara Negara-negara Anggota ICC
Ada Kabar Baik dari...
Ada Kabar Baik dari AS-Iran, Harga Minyak Dunia Rontok 1%
Penyebaran Sangat Cepat,...
Penyebaran Sangat Cepat, Wabah Ebola di RD Kongo Catat 3.200 Kasus dan 1.405 Kematian
Pangling! Cantiknya...
Pangling! Cantiknya Putri Kim Jong Un, Hadiri Upacara Peringatan Perang Korea
Rekomendasi
Amnesty International...
Amnesty International Desak APH Tindak Tegas Pelaku Main Hakim Sendiri di Tabanan dan Morowali
Catcrs Bangun Ekosistem...
Catcrs Bangun Ekosistem Layanan Aset Kripto yang Komprehensif, Ini yang Dilakukan
Anggota DPRD Jatim Ditahan...
Anggota DPRD Jatim Ditahan KPK, Diduga Beri Suap Rp1,5 Miliar demi Jatah Dana Hibah Rp83,4 Miliar
Berita Terkini
350 Pegawai Pemerintah...
350 Pegawai Pemerintah Iran Tewas akibat Serangan AS dan Israel
Israel Akui Pesawat...
Israel Akui Pesawat Pembom AS Gunakan Pangkalan Udaranya untuk Serang Iran
600 Eks Pejabat Israel...
600 Eks Pejabat Israel Desak Trump Tekan Netanyahu
Ukraina Ledakkan Kapal...
Ukraina Ledakkan Kapal Dagang Iran di Laut Kaspia, Rusia Peringatkan Ancaman Kyiv
Delegasi Hamas ke Mesir...
Delegasi Hamas ke Mesir untuk Pembicaraan Fase Selanjutnya Gencatan Senjata Gaza
Israel Perluas Zona...
Israel Perluas Zona Kuning, Paksa Ribuan Warga Gaza Mengungsi Lagi
Infografis
Bagher Ghalibaf, Negosiator...
Bagher Ghalibaf, Negosiator Iran dan Tangan Kanan Mojtaba yang Mampu Tundukkan AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved