Iran Merudal Kapal Tanker Minyak di Selat Hormuz, Situasi Memanas Lagi
Selasa, 07 Juli 2026 - 08:52 WIB
loading...
Sebuah kapal tanker minyak diserang rudal di Selat Hormuz pada Senin malam. Pejabat AS sebut pelaku serangan adalah IRGC Iran. Foto/X @UK_MTO
A
A
A
TEHERAN - Dua pejabat Amerika Serikat (AS) mengatakan Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) Iran telah menyerang dua kapal tanker minyak dengan rudal ketika kedua kapal itu melintas di Selat Hormuz pada Senin malam. Serangan ini membuat situasi di selat tersebut kembali memanas.
Salah satu pejabat mengatakan kepada Axios bahwa kedua kapal mengalami kerusakan signifikan, tetapi tidak ada korban jiwa.
IRGC Iran belum berkomentar. Insiden tersebut terjadi di sebelah timur Limah, Oman.
Baca Juga: Iran Kecam Trump karena Ancam Lenyapkan Semua Orang di Pemakaman Khamenei dengan Sekali Tembak
Sedangkan UK Maritime Trade Operations (UKMTO), pada Selasa (7/7/2026) pagi, menyebutkan hanya satu—bukan dua—kapal tanker minyakyang diserang di Selat Hormuz oleh proyektil yang tidak dikenal semalam. UKMTO tidak menyebut IRGC sebagai pelaku serangan.
"Kapal itu dihantam di sisi kiri yang menyebabkan kebakaran, saat berlayar ke arah selatan," kata UKMTO.
Serangan ini terjadi setelah kesepakatan satu minggu antara AS dan Iran tentang penghentian serangan di selat tersebut berakhir. Kembalinya serangan Iran menempatkan nota kesepahaman (MOU) yang ditandatangani kurang dari tiga minggu lalu dalam risiko gagal.
Selat Hormuz merupakan salah satu jalur pelayaran maritim terpenting di dunia dan sangat penting bagi pasar energi global.
Sebagai bagian dari negosiasi antara kedua negara, AS mencoba membujuk Iran untuk kembali ke situasi pra-perang yang memungkinkan kapal untuk melewati selat tersebut secara bebas, namun ditolak oleh Teheran.
Iran malah mengancam akan mengambil tindakan terhadap kapal yang menggunakan rute di luar koridor resmi di sepanjang garis pantainya. Iran juga ingin menerapkan sistem biaya bagi kapal yang menggunakan selat tersebut, yang ditentang oleh AS.
Salah satu pejabat mengatakan kepada Axios bahwa kedua kapal mengalami kerusakan signifikan, tetapi tidak ada korban jiwa.
IRGC Iran belum berkomentar. Insiden tersebut terjadi di sebelah timur Limah, Oman.
Baca Juga: Iran Kecam Trump karena Ancam Lenyapkan Semua Orang di Pemakaman Khamenei dengan Sekali Tembak
Sedangkan UK Maritime Trade Operations (UKMTO), pada Selasa (7/7/2026) pagi, menyebutkan hanya satu—bukan dua—kapal tanker minyakyang diserang di Selat Hormuz oleh proyektil yang tidak dikenal semalam. UKMTO tidak menyebut IRGC sebagai pelaku serangan.
"Kapal itu dihantam di sisi kiri yang menyebabkan kebakaran, saat berlayar ke arah selatan," kata UKMTO.
Serangan ini terjadi setelah kesepakatan satu minggu antara AS dan Iran tentang penghentian serangan di selat tersebut berakhir. Kembalinya serangan Iran menempatkan nota kesepahaman (MOU) yang ditandatangani kurang dari tiga minggu lalu dalam risiko gagal.
Selat Hormuz merupakan salah satu jalur pelayaran maritim terpenting di dunia dan sangat penting bagi pasar energi global.
Sebagai bagian dari negosiasi antara kedua negara, AS mencoba membujuk Iran untuk kembali ke situasi pra-perang yang memungkinkan kapal untuk melewati selat tersebut secara bebas, namun ditolak oleh Teheran.
Iran malah mengancam akan mengambil tindakan terhadap kapal yang menggunakan rute di luar koridor resmi di sepanjang garis pantainya. Iran juga ingin menerapkan sistem biaya bagi kapal yang menggunakan selat tersebut, yang ditentang oleh AS.
(mas)
Lihat Juga :