Wakil Menteri Sembunyikan Uang Korupsi Senilai Rp361 Miliar di Dalam Galon Air Minum
Selasa, 07 Juli 2026 - 07:38 WIB
loading...
Wakil Menteri Perminyakan Irak untuk Urusan Pengolahan Adnan Al-Jumaili sembunyikan banyak uang tunai yang diduga hasil korupsi di dalam 11 galon air minum. Dia telah dipecat atas dugaan korupsi. Foto/X @MOSCOW_EN
A
A
A
BAGHDAD - Petugas anti-korupsi Irak telah menyita sekitar USD20 juta (lebih dari Rp361 miliar) uang tunai dan 5 kilogram emas yang disembunyikan di dalam 11 galon air minum. Itu adalah uang dan perhiasan yang diduga hasil korupsi Wakil Menteri Perminyakan untuk Urusan Pengolahan Adnan Al-Jumaili.
Al-Jumaili dipecat pada 2 Juni dan kemudian ditangkap pada 28 Juni atas dugaan korupsi. Dia adalah bagian dari 67 pejabat, termasuk anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR), yang ditangkap dalam operasi anti-korupsi besar-besaran di Irak.
Baca Juga: 47 Pejabat Ditangkap karena Korupsi, Termasuk Anggota DPR
Penyitaan uang tunai dan emas dalam galon air minum itu diungkap Dewan Yudisial Tertinggi Irak pada hari Senin, sebagaimana dikutip dari Anadolu, Selasa (7/7/2026).
Dewan tersebut, dalam sebuah pernyataan, mengatakan seorang hakim investigasi di Pengadilan Kriminal Pusat untuk Pemberantasan Korupsi memerintahkan penyitaan tambahan 25 miliar dinar Irak (sekitar USD19 juta) dan USD1 juta uang tunai.
Pihak berwenang juga menyita perhiasan emas seberat sekitar 5 kilogram sebagai bagian dari penyelidikan terhadap Jumaili dan tersangka lain yang terkait dengan kasus tersebut, imbuh dewan tersebut.
Hakim penyelidik mengatakan operasi tersebut dilakukan setelah upaya ekstensif untuk melacak hasil keuangan yang dihasilkan melalui penyimpangan dalam proyek-proyek yang dilakukan oleh tersangka dan pihak lain yang terlibat dalam kasus tersebut.
Menurut Dewan Yudisial Tertinggi, uang tunai tersebut disembunyikan di dalam galon air minum yang disembunyikan di rumah Jumaili di Tikrit.
Penyitaan terbaru ini menjadikan total aset yang disita dalam penyelidikan menjadi 127 miliar dinar Irak (sekitar USD97 juta) dan USD24 juta dalam bentuk tunai, selain real estate, kendaraan, dan emas yang disita.
Dewan tersebut mengatakan penyelidikan masih berlangsung dan pihak berwenang terus mengejar tersangka lain hingga semua prosedur hukum selesai.
Pihak berwenang Irak mengumumkan penangkapan puluhan tersangka pekan lalu dalam kasus-kasus korupsi keuangan dan administrasi besar, termasuk anggota DPR dan pejabat pemerintah yang kekebalan hukumnya telah dicabut.
Operasi anti-korupsi besar-besaran ini merupakan gebrakan Perdana Menteri (PM) baru Ali al-Zaidi.
Zaidi sejatinya adalah seorang pengusaha yang minim pengalaman politik. Namun, dia dipilih sebagai PM baru Irak oleh Kerangka Kerja Koordinasi untuk mencoba membentuk pemerintahan baru pada bulan April.
Salah satu tugas utamanya adalah memberantas korupsi, yang telah meluas di Irak selama beberapa dekade dan yang telah dijanjikan oleh para perdana menteri sebelumnya, tetapi gagal, untuk ditangani.
Al-Jumaili dipecat pada 2 Juni dan kemudian ditangkap pada 28 Juni atas dugaan korupsi. Dia adalah bagian dari 67 pejabat, termasuk anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR), yang ditangkap dalam operasi anti-korupsi besar-besaran di Irak.
Baca Juga: 47 Pejabat Ditangkap karena Korupsi, Termasuk Anggota DPR
Penyitaan uang tunai dan emas dalam galon air minum itu diungkap Dewan Yudisial Tertinggi Irak pada hari Senin, sebagaimana dikutip dari Anadolu, Selasa (7/7/2026).
Dewan tersebut, dalam sebuah pernyataan, mengatakan seorang hakim investigasi di Pengadilan Kriminal Pusat untuk Pemberantasan Korupsi memerintahkan penyitaan tambahan 25 miliar dinar Irak (sekitar USD19 juta) dan USD1 juta uang tunai.
Pihak berwenang juga menyita perhiasan emas seberat sekitar 5 kilogram sebagai bagian dari penyelidikan terhadap Jumaili dan tersangka lain yang terkait dengan kasus tersebut, imbuh dewan tersebut.
Hakim penyelidik mengatakan operasi tersebut dilakukan setelah upaya ekstensif untuk melacak hasil keuangan yang dihasilkan melalui penyimpangan dalam proyek-proyek yang dilakukan oleh tersangka dan pihak lain yang terlibat dalam kasus tersebut.
Menurut Dewan Yudisial Tertinggi, uang tunai tersebut disembunyikan di dalam galon air minum yang disembunyikan di rumah Jumaili di Tikrit.
Penyitaan terbaru ini menjadikan total aset yang disita dalam penyelidikan menjadi 127 miliar dinar Irak (sekitar USD97 juta) dan USD24 juta dalam bentuk tunai, selain real estate, kendaraan, dan emas yang disita.
Dewan tersebut mengatakan penyelidikan masih berlangsung dan pihak berwenang terus mengejar tersangka lain hingga semua prosedur hukum selesai.
Pihak berwenang Irak mengumumkan penangkapan puluhan tersangka pekan lalu dalam kasus-kasus korupsi keuangan dan administrasi besar, termasuk anggota DPR dan pejabat pemerintah yang kekebalan hukumnya telah dicabut.
Operasi anti-korupsi besar-besaran ini merupakan gebrakan Perdana Menteri (PM) baru Ali al-Zaidi.
Zaidi sejatinya adalah seorang pengusaha yang minim pengalaman politik. Namun, dia dipilih sebagai PM baru Irak oleh Kerangka Kerja Koordinasi untuk mencoba membentuk pemerintahan baru pada bulan April.
Salah satu tugas utamanya adalah memberantas korupsi, yang telah meluas di Irak selama beberapa dekade dan yang telah dijanjikan oleh para perdana menteri sebelumnya, tetapi gagal, untuk ditangani.
(mas)
Lihat Juga :