Takut Ditangkap, Menteri Israel Itamar Ben-Gvir Dilaporkan Batal Terbang ke New York

Minggu, 05 Juli 2026 - 09:29 WIB
loading...
A A A
Hind Rajab Foundation mengatakan bahwa mereka dan Center for Constitutional Rights yang berbasis di New York telah mengajukan pengaduan kepada Departemen Kehakiman AS dan mendesak Jaksa Agung New York Letitia James untuk meluncurkan penyelidikan.

Yayasan tersebut mengatakan, "Ben-Gvir telah menggunakan wewenangnya untuk memberlakukan kebijakan penyiksaan sistematis, pembunuhan, pelecehan, dan pengusiran paksa,”—khususnya di dalam Layanan Penjara Israel yang berada di bawah pengawasannya.

Kelompok-kelompok HAM tersebut berpendapat bahwa James memiliki wewenang untuk menyelidiki Ben-Gvir karena sejumlah penduduk New York telah dirugikan oleh perilaku kriminal Ben-Gvir dan karena Ben-Gvir mungkin juga terlibat dalam perilaku kriminal saat berada di New York.

Mereka menyebutkan 11 kasus dugaan yang melibatkan warga New York, termasuk 10 orang dalam armada bantuan yang menuju Gaza dalam dua tahun terakhir yang "dikenai penyiksaan dan pelecehan" setelah ditahan oleh Israel.

Perang Israel di Gaza, yang diluncurkan pada 8 Oktober 2023, dengan dukungan AS, telah menghancurkan hampir 90% infrastruktur sipil wilayah tersebut dan menewaskan lebih dari 73.000 warga Palestina.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
AS Tak Umumkan Serangan...
AS Tak Umumkan Serangan Udara ke Iran, Apakah Dikaitkan dengan Angka Sial?
Trump Tiba-tiba Ganti...
Trump Tiba-tiba Ganti Pesawat karena Takut Dibunuh usai KTT NATO di Turki
Viral Video Trump Pingsan...
Viral Video Trump Pingsan dan Terduduk Lemas saat Mau Masuk Limusin
Trump Ungkap Iran Sedang...
Trump Ungkap Iran Sedang Bernegosiasi dengan AS, Peringatkan Teheran Tak Boleh Punya Senjata Nuklir
Iran Desak Warga di...
Iran Desak Warga di Negara-negara Teluk Jaga Jarak 500 Meter dari Akomodasi Rahasia Pasukan AS
Serangan Ekstremis Yahudi...
Serangan Ekstremis Yahudi Meningkat di Tepi Barat, Fatah Salahkan Pemerintah Israel
Pengamat Hubungan Internasional:...
Pengamat Hubungan Internasional: Indonesia Perlu Cermati Dinamika Jelang Pilpres AS 2028
Protes 'Kecoa'...
Protes 'Kecoa' di India Meluas, Ribuan Mahasiswa Turun ke Jalan Tuntut Reformasi Pemerintah
Lagi, Houthi Serang...
Lagi, Houthi Serang Kapal Tanker Saudi di Laut Merah
Rekomendasi
Pakar: Penggeledahan...
Pakar: Penggeledahan dalam Kasus Febrie Dapat Dibenarkan Asal Sesuai Prosedur
Hukum dan Ekonomi: Penopang...
Hukum dan Ekonomi: Penopang Keberhasilan Piala Dunia 2026
FMIPA UNEJ Tanam 750...
FMIPA UNEJ Tanam 750 Bibit Terumbu Karang, Ekosistem Laut Banyuwangi Mulai Pulih
Berita Terkini
Ini Perceraian Termahal...
Ini Perceraian Termahal Abad Ini! Nilainya Capai Rp11 Triliun
Houthi dan Arab Saudi...
Houthi dan Arab Saudi Saling Serang, Ini 5 Pemicunya
AS Tak Umumkan Serangan...
AS Tak Umumkan Serangan Udara ke Iran, Apakah Dikaitkan dengan Angka Sial?
Dipaksa Akui Israel...
Dipaksa Akui Israel untuk Kesepakatan Nuklir, Akankah Saudi Merapat ke China dan Pakistan?
Trump Tiba-tiba Ganti...
Trump Tiba-tiba Ganti Pesawat karena Takut Dibunuh usai KTT NATO di Turki
Memanas, Kuwait dan...
Memanas, Kuwait dan Bahrain Lancarkan Serangan Udara ke Iran
Infografis
Kerugian Kebakaran Los...
Kerugian Kebakaran Los Angeles Lampaui Bantuan AS ke Israel
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved