Rusia Sebut Selat Hormuz Adalah 'Senjata Nuklir'-nya Iran
Minggu, 05 Juli 2026 - 07:06 WIB
loading...
A
A
A
"Sekarang ada dokumen, dan tenggat waktu untuk mencapai kesepakatan akhir telah berlalu. Sejujurnya, saya pikir proses ini akan sangat sulit. Akan sangat sulit untuk mencapai kesepakatan mengenai beberapa isu, termasuk, misalnya, alokasi dana untuk rekonstruksi Iran," imbuh dia.
Lebih lanjut, orang kepercayaan Presiden Rusia Vladimir Putin ini menegaskan bahwa serangan AS-Israel terhadap Iran pada akhir Februari sama sekali tidak beralasan. "[Karena] Iran tidak menimbulkan ancaman bagi Amerika Serikat," katanya.
Dia mencatat bahwa Teheran sedang terlibat dalam negosiasi dengan Washington pada saat Presiden AS Donald Trump memerintahkan serangan tersebut. Fakta ini, menurut Medvedev, menunjukkan erosi hukum internasional.
Dia juga menceritakan bahwa sebelum permusuhan dimulai pada akhir Februari, Presiden Putin telah mengusulkan peta jalan yang bertujuan untuk menyelesaikan masalah program nuklir Iran secara damai. AS dan Israel menyebut hal itu sebagai salah satu dalih untuk tindakan militer terhadap Republik Islam.
“Saya pikir Iran telah mengatasi cobaan terberat ini dengan bermartabat,” kata Medvedev, seraya menambahkan bahwa meskipun beberapa bagian Teheran masih hancur, kehidupan di ibu kota Iran sebagian besar telah kembali normal.
Lebih lanjut, orang kepercayaan Presiden Rusia Vladimir Putin ini menegaskan bahwa serangan AS-Israel terhadap Iran pada akhir Februari sama sekali tidak beralasan. "[Karena] Iran tidak menimbulkan ancaman bagi Amerika Serikat," katanya.
Dia mencatat bahwa Teheran sedang terlibat dalam negosiasi dengan Washington pada saat Presiden AS Donald Trump memerintahkan serangan tersebut. Fakta ini, menurut Medvedev, menunjukkan erosi hukum internasional.
Dia juga menceritakan bahwa sebelum permusuhan dimulai pada akhir Februari, Presiden Putin telah mengusulkan peta jalan yang bertujuan untuk menyelesaikan masalah program nuklir Iran secara damai. AS dan Israel menyebut hal itu sebagai salah satu dalih untuk tindakan militer terhadap Republik Islam.
“Saya pikir Iran telah mengatasi cobaan terberat ini dengan bermartabat,” kata Medvedev, seraya menambahkan bahwa meskipun beberapa bagian Teheran masih hancur, kehidupan di ibu kota Iran sebagian besar telah kembali normal.
(mas)
Lihat Juga :