Tetangga Indonesia Ini Beli Lagi 24 Rudal Canggih Hellfire AS, Harganya Rp401 Miliar
Kamis, 02 Juli 2026 - 07:36 WIB
loading...
Singapura membeli lagi 24 unit rudal Hellfire dari Amerika Serikat. Foto/Air National Guard/Staff Sgt. Joseph Pagan
A
A
A
SINGAPURA - Negara tetangga Indonesia, Singapura, akan memperoleh tambahan rudal 24 unit rudal canggih Hellfire setelah Amerika Serikat (AS) mendukung paket penjualan yang diusulkan senilai USD22,3 juta (lebih dari Rp401 miliar)
Departemen Luar Negeri AS mengatakan pada hari Selasa bahwa mereka telah menyetujui potensi penjualan tambahan 24 rudal AGM-114R Hellfire ke Singapura, bersama dengan layanan dan peralatan pendukung terkait. Dengan demikian, total paket yang dijual ke Singapura menjadi 67 rudal.
Baca Juga: Selat Hormuz Bergejolak Lagi, Iran Serang Kapal Berbendera Singapura
Rudal Hellfire adalah jenis senjata udara-ke-darat presisi yang diproduksi oleh Lockheed Martin.
Kementerian Pertahanan Singapura (MINDEF) mengatakan akuisisi ini akan mendukung kebutuhan pelatihan dan operasional Angkatan Udara Republik Singapura (RSAF).
Helikopter serang AH-64D Apache Longbow milik RSAF saat ini dipersenjatai dengan rudal Hellfire.
"Kementerian Pertahanan/Angkatan Bersenjata Singapura (MINDEF/SAF) mengambil pandangan strategis jangka panjang terhadap pengadaan pertahanan kami untuk memastikan bahwa kami membuat keputusan yang bijaksana dan hemat biaya yang paling sesuai dengan kebutuhan pertahanan kami, dan menjaga kesiapan operasional," kata kementerian tersebut, yang dilansir Channel News Asia, Kamis (2/7/2026).
Singapura telah meminta rudal serta layanan dukungan teknik, teknis, dan logistik, menurut pernyataan yang dirilis oleh Departemen Luar Negeri AS.
Persetujuan terbaru ini menambah paket sebelumnya yang bernilai sekitar USD12,4 juta, yang berada di bawah ambang batas yang memerlukan pemberitahuan kepada Kongres AS.
Paket tersebut mencakup suku cadang, peningkatan peluncur, layanan pemeliharaan dan perbaikan, dukungan perangkat lunak, publikasi teknis, pelatihan dan bantuan teknis, serta dukungan teknik dan logistik.
Departemen Luar Negeri AS mengatakan bahwa penjualan peralatan dan dukungan yang diusulkan ini tidak akan mengubah keseimbangan militer dasar di kawasan Asia.
Disebutkan bahwa penjualan tersebut akan mendukung kebijakan luar negeri dan tujuan keamanan nasional AS dengan meningkatkan keamanan Singapura, yang dipandang Washington sebagai kekuatan penting untuk stabilitas politik dan kemajuan ekonomi di Asia.
Departemen Luar Negeri AS mengatakan penjualan tersebut akan meningkatkan kemampuan RSAF untuk melakukan operasi dan pelatihan, menambahkan bahwa Singapura "tidak akan kesulitan" mengintegrasikan peralatan dan pelatihan terkait ke dalam angkatan bersenjatanya.
Pada bulan Juni, AS menyetujui penjualan peningkatan artileri roket senilai USD73 juta kepada Singapura.
Departemen Luar Negeri AS mengatakan pada hari Selasa bahwa mereka telah menyetujui potensi penjualan tambahan 24 rudal AGM-114R Hellfire ke Singapura, bersama dengan layanan dan peralatan pendukung terkait. Dengan demikian, total paket yang dijual ke Singapura menjadi 67 rudal.
Baca Juga: Selat Hormuz Bergejolak Lagi, Iran Serang Kapal Berbendera Singapura
Rudal Hellfire adalah jenis senjata udara-ke-darat presisi yang diproduksi oleh Lockheed Martin.
Kementerian Pertahanan Singapura (MINDEF) mengatakan akuisisi ini akan mendukung kebutuhan pelatihan dan operasional Angkatan Udara Republik Singapura (RSAF).
Helikopter serang AH-64D Apache Longbow milik RSAF saat ini dipersenjatai dengan rudal Hellfire.
"Kementerian Pertahanan/Angkatan Bersenjata Singapura (MINDEF/SAF) mengambil pandangan strategis jangka panjang terhadap pengadaan pertahanan kami untuk memastikan bahwa kami membuat keputusan yang bijaksana dan hemat biaya yang paling sesuai dengan kebutuhan pertahanan kami, dan menjaga kesiapan operasional," kata kementerian tersebut, yang dilansir Channel News Asia, Kamis (2/7/2026).
Singapura telah meminta rudal serta layanan dukungan teknik, teknis, dan logistik, menurut pernyataan yang dirilis oleh Departemen Luar Negeri AS.
Persetujuan terbaru ini menambah paket sebelumnya yang bernilai sekitar USD12,4 juta, yang berada di bawah ambang batas yang memerlukan pemberitahuan kepada Kongres AS.
Paket tersebut mencakup suku cadang, peningkatan peluncur, layanan pemeliharaan dan perbaikan, dukungan perangkat lunak, publikasi teknis, pelatihan dan bantuan teknis, serta dukungan teknik dan logistik.
Departemen Luar Negeri AS mengatakan bahwa penjualan peralatan dan dukungan yang diusulkan ini tidak akan mengubah keseimbangan militer dasar di kawasan Asia.
Disebutkan bahwa penjualan tersebut akan mendukung kebijakan luar negeri dan tujuan keamanan nasional AS dengan meningkatkan keamanan Singapura, yang dipandang Washington sebagai kekuatan penting untuk stabilitas politik dan kemajuan ekonomi di Asia.
Departemen Luar Negeri AS mengatakan penjualan tersebut akan meningkatkan kemampuan RSAF untuk melakukan operasi dan pelatihan, menambahkan bahwa Singapura "tidak akan kesulitan" mengintegrasikan peralatan dan pelatihan terkait ke dalam angkatan bersenjatanya.
Pada bulan Juni, AS menyetujui penjualan peningkatan artileri roket senilai USD73 juta kepada Singapura.
(mas)
Lihat Juga :