6 Teroris Ditembak Mati usai Serang Markas Rangers Pakistan, 4 Tentara Juga Tewas

Minggu, 28 Juni 2026 - 10:41 WIB
loading...
6 Teroris Ditembak Mati...
Pasukan Pakistan tembak mati 6 teroris dan tangkap hidup-hidup 1 lainnya dalam baku tembak usai serangan di markas besar Pakistan Rangers Sindh, Sabtu malam. Foto/NDTV
A A A
KARACHI - Kelompok teroris telah menyerang markas besar pasukan paramiliter Pakistan Rangers Sindh di Karachi, pada Sabtu malam. Serangan ini memicu baku tembak hebat antara kelompok tersebut dengan unit khusus pasukan Pakistan.

Serangan dimulai dengan sebuah kendaraan bermuatan bahan peledak menabrak markas besar Rangers Sindh, menewaskan empat tentara dari pasukan paramiliter tersebut. Ada juga ledakan lain yang terdengar, yang disusul dengan baku tembak hebat di dekat Meteorological Chowrangi di University Road.

Baca Juga: Wanita Ini Dihujat karena Sebut Islam Organisasi Teroris, Sekarang Malah Dapat Donasi Rp2,5 Miliar

Mengutip laporan surat kabar Dawn,Minggu (28/6/2026), baku tembak itu melibatkan unit khusus seperti Pasukan Respons Cepat dan komando polisi.

Sekadar diketahui, Pakistan Rangers Sindh adalah pasukan paramiliter federal di Pakistan yang beroperasi di bawah naungan Angkatan Darat. Tugas utama mereka adalah menjaga keamanan perbatasan dengan India, membantu kepolisian dalam penegakan hukum, serta menanggulangi terorisme dan menjaga ketertiban umum di provinsi Sindh.

Menurut laporan Dawn, pasukan Pakistan menembak mati enam teroris dan menangkap satu orang hidup-hidup dalam baku tembak tersebut.

Jamaat-ul-Ahrar (JuA), kelompok teroris sempalan dari organisasi Tehrik-e-Taliban Pakistan (TTP), telah mengeklaim bertanggung jawab atas serangan terhadap markas besar Sindh Rangers. Serangan tersebut dilakukan oleh pasukan bunuh diri yang disebut Brigade Khulafa-e-Rashideen Ishtishhadi.

Ketua Menteri Sindh Syed Murad Ali Shah mengatakan dia telah memperhatikan laporan suara ledakan dan penembakan, menambahkan bahwa dia telah meminta laporan terperinci tentang insiden tersebut.

"Polisi harus segera sampai di tempat kejadian, menentukan sifat insiden tersebut, dan mengambil semua tindakan yang diperlukan," katanya dalam sebuah pernyataan.

Serangan ini menandai serangan teroris besar pertama di kota Karachi sejak Oktober 2024, ketika dua insinyur China tewas dalam serangan bom bunuh diri di dekat bandara yang diklaim oleh Tentara Pembebasan Balochistan—kelompok terlarang di Pakistan.

Inspektur Jenderal Kepolisian Sindh, Javed Alam Odho, awalnya mengatakan kepada media bahwa tiga personel Pakistan Sindh Rangers tewas dalam serangan tersebut. “Detail lebih lanjut sedang dikumpulkan, tetapi investigasi awal mengkonfirmasi bahwa teroris tiba dengan kendaraan dan memasuki kompleks dengan menabrak gerbang utama. Personel Rangers merespons dengan cepat,” katanya.

Odho mengatakan sebuah ledakan terdengar ketika serangan dimulai, meskipun belum jelas apa penyebabnya.

“Yang pasti adalah bahwa segera setelah serangan terjadi, personel Rangers segera mengambil posisi dan terlibat baku tembak dengan para penyerang,” imbuh dia.

Serangan ini terjadi di tengah meningkatnya ketegangan antara Pakistan dan Afghanistan. Sejak akhir tahun lalu, militer dan badan intelijen Pakistan berulang kali menuduh pemerintah Taliban Afghanistan memberikan tempat perlindungan kepada TTP, sehingga memungkinkan kelompok tersebut melancarkan serangan lintas batas.

Militer Pakistan, pada gilirannya, telah melakukan beberapa serangan terhadap apa yang mereka sebut sebagai tempat persembunyian dan pusat pelatihan TTP di dalam Afghanistan.
(mas)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Benarkah Mossad Hendak...
Benarkah Mossad Hendak Habisi Bos Militer Pakistan Selama Perundingan AS-Iran di Swiss?
PM Pakistan: AS dan...
PM Pakistan: AS dan Iran akan Bahas Program Rudal Balistik dan Isu Nuklir dalam 60 Hari ke Depan
Permainan Lincah Pakistan...
Permainan Lincah Pakistan dalam Mendamaikan AS dan Iran, Ini 4 Rahasianya
Dari Infrastruktur ke...
Dari Infrastruktur ke AI, China Terus Perkuat Pengaruh di Pakistan
AS Tolak Masuk Wasit...
AS Tolak Masuk Wasit Piala Dunia Omar Artan, Alasannya Terlibat Organisasi Teroris
Pakistan Gelar Serangan...
Pakistan Gelar Serangan Udara di Afghanistan, 13 Orang Tewas
Kisah Pasukan Legiun...
Kisah Pasukan Legiun Mangkunegaran Mampu Menandingi Kekuatan Militer Eropa
Update Korban Gempa...
Update Korban Gempa Venezuela: 235 Orang Tewas dan 70.000 Keluarga Terdampak
Selat Hormuz Membara,...
Selat Hormuz Membara, Iran Ancam Tembak Kapal-Kapal Tanker yang Tak Patuhi Aturan
Rekomendasi
Panaskan Mesin Ekonomi,...
Panaskan Mesin Ekonomi, Purbaya Tawarkan Bunga Kredit 4% untuk UKM Eksportir
Ketum PB Akuatik Optimistis...
Ketum PB Akuatik Optimistis Skema Anggaran Pelatnas Multiyears Lahirkan Atlet Berprestasi
Perbarui IPKP PPKP Daruba,...
Perbarui IPKP PPKP Daruba, BNPP Soroti Transportasi hingga Infrastruktur Morotai
Berita Terkini
7 Pemimpin yang Mengubah...
7 Pemimpin yang Mengubah Dunia, Fatima al Fihri yang Mendirikan Kampus Pertama di Dunia
Iran Buat Senjata yang...
Iran Buat Senjata yang Lebih Canggih selama Perang dengan AS-Israel, Ini Bocorannya
Helikopter Saudi Aramco...
Helikopter Saudi Aramco Jatuh, 14 Orang Tewas
Ingin Kendalikan Selat...
Ingin Kendalikan Selat Hormuz, Iran Serukan Kerangka Keamanan dengan Negara Arab
Gelombang Panas Terjang...
Gelombang Panas Terjang Prancis, Rumah Duka Kewalahan
Jika AS Lanjutkan Perang,...
Jika AS Lanjutkan Perang, Trump: Iran Tidak Akan Ada Lagi
Infografis
4 Tentara AS Tewas saat...
4 Tentara AS Tewas saat Latihan Tempur di Dekat Sekutu Rusia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved