Korut Masih Andalkan Senjata Besar, Korsel Beralih ke 500.000 Prajurit Drone, Siapa Lebih Unggul?
Sabtu, 27 Juni 2026 - 15:05 WIB
loading...
A
A
A
Para analis menduga bahwa peningkatan tersebut bertujuan untuk memberi Korea Utara kemampuan untuk menyerang seluruh wilayah Korea Selatan.
Pyongyang telah berupaya memperkuat militernya sejak pembicaraan dengan AS terhenti pada tahun 2019.
Awal pekan ini, Kim mengatakan angkatan laut akan dilengkapi dengan senjata nuklir dan kapal perang yang lebih besar, dengan mengatakan ini akan memastikan negara tersebut siap untuk operasi yang "beragam dan efisien".
Kim Jong-un menanggapi upaya AS untuk memulai kembali diplomasi dengan mengatakan bahwa AS perlu mencabut tuntutannya agar Korea Utara membuang senjata nuklirnya.
Pekan lalu, Presiden Korea Selatan Lee Jae Myung mengatakan bahwa Presiden Donald Trump telah mengatakan kepadanya bahwa “sudah saatnya untuk memperhatikan masalah Korea Utara”.
Pyongyang telah berupaya memperkuat militernya sejak pembicaraan dengan AS terhenti pada tahun 2019.
Awal pekan ini, Kim mengatakan angkatan laut akan dilengkapi dengan senjata nuklir dan kapal perang yang lebih besar, dengan mengatakan ini akan memastikan negara tersebut siap untuk operasi yang "beragam dan efisien".
Kim Jong-un menanggapi upaya AS untuk memulai kembali diplomasi dengan mengatakan bahwa AS perlu mencabut tuntutannya agar Korea Utara membuang senjata nuklirnya.
3. Korsel Selalu Waspada dengan Ancaman Korut
Percepatan pengembangan militer Korea Utara yang diperintahkan telah membuat Korea Selatan waspada, dan berharap akan peningkatan dukungan dari AS.Pekan lalu, Presiden Korea Selatan Lee Jae Myung mengatakan bahwa Presiden Donald Trump telah mengatakan kepadanya bahwa “sudah saatnya untuk memperhatikan masalah Korea Utara”.
Lihat Juga :