Lebanon dan Israel Tandatangani Kesepakatan Kerangka Kerja untuk Akhiri Perang

Sabtu, 27 Juni 2026 - 08:29 WIB
loading...
A A A
"Bagi Lebanon, Kerangka Kerja ini memberikan jalan keluar yang nyata dari krisis yang berkepanjangan. Bagi Israel, ini menciptakan jalan yang dapat diverifikasi untuk menghilangkan ancaman yang terus-menerus di perbatasan utaranya."

Melalui unggahan di X, Perdana Menteri Lebanon Nawaf Salam mengatakan kerangka kerja tersebut merupakan langkah menuju "pemulihan kedaulatan negara", tetapi meremehkan kewajiban baru apa pun pada negaranya selain perjanjian yang telah ditetapkan sebelumnya dalam Resolusi Dewan Keamanan PBB 1701, dan kesepakatan gencatan senjata 2024.

"Hanya pasukan yang sah yang berwenang untuk membawa senjata di Lebanon," katanya.

Hizbullah Tak Dilibatkan


Berbicara kepada wartawan pada acara penandatanganan, yang menyusul tiga hari berturut-turut pembicaraan, Rubio merujuk pada aktor kunci yang tidak terwakili dalam diskusi tersebut.

Ia mengatakan warga Israel "telah berulang kali menjadi sasaran serangan teroris yang dilancarkan dari wilayah Lebanon - tetapi bukan oleh rakyat Lebanon, bukan oleh pemerintah Lebanon, tetapi oleh aktor luar yang berupaya menggunakan wilayah tersebut."

Hizbullah menolak melakukan diskusi langsung dengan Israel, tetapi tampaknya telah melakukan komunikasi melalui jalur belakang dengan pemerintahan Trump. Kelompok ini tetap menjadi organisasi militer paling kuat di negara itu, dan jauh melampaui kemampuan pasukan Lebanon.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
AS Tak Umumkan Serangan...
AS Tak Umumkan Serangan Udara ke Iran, Apakah Dikaitkan dengan Angka Sial?
Trump Tiba-tiba Ganti...
Trump Tiba-tiba Ganti Pesawat karena Takut Dibunuh usai KTT NATO di Turki
Memanas, Kuwait dan...
Memanas, Kuwait dan Bahrain Lancarkan Serangan Udara ke Iran
Viral Video Trump Pingsan...
Viral Video Trump Pingsan dan Terduduk Lemas saat Mau Masuk Limusin
Trump Ungkap Iran Sedang...
Trump Ungkap Iran Sedang Bernegosiasi dengan AS, Peringatkan Teheran Tak Boleh Punya Senjata Nuklir
Iran Desak Warga di...
Iran Desak Warga di Negara-negara Teluk Jaga Jarak 500 Meter dari Akomodasi Rahasia Pasukan AS
Pengamat Hubungan Internasional:...
Pengamat Hubungan Internasional: Indonesia Perlu Cermati Dinamika Jelang Pilpres AS 2028
AS Resmi Jalin Kerja...
AS Resmi Jalin Kerja Sama Nuklir dengan Arab Saudi di Tengah Konflik Iran
Terungkap! Drone Iran...
Terungkap! Drone Iran Tembus Fasilitas CIA di Arab Saudi dengan Akurasi Tinggi
Rekomendasi
Almarhum Juru Bicara...
Almarhum Juru Bicara IKN Troy Harold Yohanes Pantouw Dibawa ke Jakarta Besok
Febrie Adriansyah Ditahan,...
Febrie Adriansyah Ditahan, Eks Penyidik KPK: Kejagung Tunjukkan Keseriusan
Pengamat Hubungan Internasional:...
Pengamat Hubungan Internasional: Indonesia Perlu Cermati Dinamika Jelang Pilpres AS 2028
Berita Terkini
Selama 30 Tahun, Kakek...
Selama 30 Tahun, Kakek di Singapura Ini Perkosa 11 Gadis, Termasuk Anak, Cucu, hingga Keponakan
Ini Perceraian Termahal...
Ini Perceraian Termahal Abad Ini! Nilainya Capai Rp11 Triliun
Houthi dan Arab Saudi...
Houthi dan Arab Saudi Saling Serang, Ini 5 Pemicunya
AS Tak Umumkan Serangan...
AS Tak Umumkan Serangan Udara ke Iran, Apakah Dikaitkan dengan Angka Sial?
Dipaksa Akui Israel...
Dipaksa Akui Israel untuk Kesepakatan Nuklir, Akankah Saudi Merapat ke China dan Pakistan?
Trump Tiba-tiba Ganti...
Trump Tiba-tiba Ganti Pesawat karena Takut Dibunuh usai KTT NATO di Turki
Infografis
4 Alasan Selat Hormuz...
4 Alasan Selat Hormuz Jadi Medan Perang Mematikan Antara Iran dan AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved