Trump Caci Maki Netanyahu: Semua Orang Yahudi Muak Denganmu!

Jum'at, 26 Juni 2026 - 08:44 WIB
loading...
Trump Caci Maki Netanyahu:...
Sebuah buku terbaru ungkap Presiden AS Donald Trump mencaci maki PM Israel Benjamin Netanyahu dalam panggilan telepon yang menegangkan pada September 2025. Foto/Dihasilkan dari AI
A A A
WASHINGTON - Sebuah buku baru mengungkap rincian caci maki kasar Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump terhadap Perdana Menteri (PM) Israel Benjamin Netanyahu selama panggilan telepon yang menegangkan pada September 2025. Dalam panggilan telepon itu, Trump menekannya agar menerima gencatan senjata Gaza.

Buku berjudul "Regime Change: Inside the Imperial Presidency of Donald Trump" tersebut ditulis oleh jurnalis New York Times; Maggie Haberman dan Jonathan Swan. Buku ini membahas masa jabatan kedua Trump sebagai presiden Amerika, di mana politisi Partai Republik tersebut menengahi gencatan senjata antara Israel dan Hamas.

Baca Juga: Trump Damprat Netanyahu: 'Kau Benar-benar Gila, Kau Sudah Dipenjara Kalau Bukan karena Aku'

Menurut buku tersebut, selama percakapan telepon yang panas, Trump mencaci maki Netanyahu dengan mengatakan, "Semua orang muak denganmu, Bibi. Semua orang Yahudi muak denganmu. Bahkan dua orang Yahudi dalam panggilan ini pun muak denganmu," merujuk pada pejabat AS Yahudi Steve Witkoff dan Jared Kushner.

Panggilan telepon tersebut terjadi pada September 2025, selama Sidang Umum PBB ketika Trump berupaya mengakhiri perang di Gaza dan membangun kembali wilayah kantong Palestina tersebut.

Israel telah melancarkan serangan udara ke Qatar yang menargetkan kepemimpinan Hamas saat mereka bersiap untuk membahas kesepakatan gencatan senjata dengan Tel Aviv pada awal bulan itu. Meskipun serangan tersebut tidak menewaskan para pemimpin Hamas, anggota Hamas lainnya tewas dalam serangan tersebut bersama dengan seorang penjaga keamanan Qatar.

Trump juga mengatakan kepada Netanyahu dalam panggilan telepon tersebut bahwa dia tidak diizinkan untuk mundur dari kesepakatan gencatan senjata Gaza yang diusulkan oleh AS.

"Sayalah sahabat terbaik Israel," katanya kepada Netanyahu. "Semua orang membencimu, dan saya selalu mendukungmu."

Dalam kutipan terpisah dari buku tersebut, Trump menyebut Netanyahu sebagai "penipu" pada awal masa pemerintahan keduanya.

Kutipan dari buku tersebut muncul pada saat hubungan antara Trump dan Netanyahu mengalami gejolak karena perbedaan pendapat terkait kesepakatan gencatan senjata antara AS dan Iran.

Dalam panggilan telepon baru-baru ini, tepatnya awal bulan ini, Trump menyebut Netanyahu "gila" atas eskalasi Israel di Lebanon, yang mengancam akan membahayakan perundingan perdamaian AS dengan Iran, dan menuduhnya tidak tahu berterima kasih,

Trump juga mengeklaim telah membantu menyelamatkan Netanyahu agar tidak dipenjara—merujuk pada dukungannya selama persidangan korupsi pemimpin Israel tersebut.

"Kau benar-benar gila. Kau pasti sudah dipenjara kalau bukan karena aku. Aku menyelamatkanmu. Semua orang membencimu sekarang. Semua orang membenci Israel karena ini," kata Trump kepada Netanyahu, menurut laporan Axios.

Pada satu titik, sebuah sumber yang dikutip Axios mengatakan Trump marah kepada Netanyahu dan bertanya kepadanya, "Apa yang kau lakukan?"

Namun, Trump kemudian mengatakan kepada media tersebut bahwa hubungannya dengan Netanyahu "baik" dan AS harus "membuatnya sedikit waras".

Tetapi Netanyahu telah menolak gagasan krisis struktural dalam wawancara media. Dia menggambarkan gesekan tersebut sebagai "perbedaan taktis" belaka yang terjadi dalam "keluarga terbaik sekalipun", dan menegaskan bahwa dia dan Trump masih sepakat tentang tujuan-tujuan utama.
(mas)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
UEA Keluarkan Alarm...
UEA Keluarkan Alarm Rudal Iran, Beberapa Detik Kemudian Dicabut, Pemerintah Minta Maaf
Balas Serangan AS, Iran...
Balas Serangan AS, Iran Gempur Bahrain
Lebih dari 50.000 Orang...
Lebih dari 50.000 Orang Dilaporkan Hilang akibat Gempa Venezuela
AS Ingin Pindahkan Pangkalan-Pangkalan...
AS Ingin Pindahkan Pangkalan-Pangkalan di Teluk yang Rusak Akibat Serangan Iran ke Israel
Lebanon dan Israel Tandatangani...
Lebanon dan Israel Tandatangani Kesepakatan Kerangka Kerja untuk Akhiri Perang
AS Kembali Serang Iran,...
AS Kembali Serang Iran, IRGC Balas Gempur Pasukan Amerika
Mengapa Gol Iran ke...
Mengapa Gol Iran ke Gawang Mesir Dianulir? Ini Penjelasan Aturan Offside di Piala Dunia 2026
Hadiri LCAW 2026, Menteri...
Hadiri LCAW 2026, Menteri Jumhur Sampaikan Salam Presiden Prabowo kepada Raja Charles di London
Tragis! 3 Anak Meninggal...
Tragis! 3 Anak Meninggal Dunia akibat Suhu Panas Ekstrem di Paris
Rekomendasi
Bahas Kemajuan Desa...
Bahas Kemajuan Desa Nifasi Papua Tengah, Forum Diskusi Publik Digelar di Jaksel
Jangan Lewatkan! Spesial...
Jangan Lewatkan! Spesial Akhir Pekan di Alfamidi, Banyak Bonus Menanti
Jirayut Debut Akting...
Jirayut Debut Akting di Film Cek Kodham, Akui Sempat Tak Percaya Diri
Berita Terkini
Rudal Ukraina Hancurkan...
Rudal Ukraina Hancurkan Pabrik Senjata Rusia
UEA Keluarkan Alarm...
UEA Keluarkan Alarm Rudal Iran, Beberapa Detik Kemudian Dicabut, Pemerintah Minta Maaf
Pesawat Tabrak Gedung...
Pesawat Tabrak Gedung Tertinggi di China, 1 Jam Setelahnya Tampak Normal
Jet Tempur China dan...
Jet Tempur China dan Rusia Kompak Masuk ke Zona Pertahanan Udara Korsel
Balas Serangan AS, Iran...
Balas Serangan AS, Iran Gempur Bahrain
Korut Masih Andalkan...
Korut Masih Andalkan Senjata Besar, Korsel Beralih ke 500.000 Prajurit Drone, Siapa Lebih Unggul?
Infografis
7 Alasan Dunia Tak Menghukum...
7 Alasan Dunia Tak Menghukum Trump dan Netanyahu meski AS-Israel Bom Iran
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved