Pilot F-15 AS: Serangan Drone Iran Membentuk Formasi Ubur-ubur
Rabu, 24 Juni 2026 - 15:25 WIB
loading...
Pilot F-15 AS yang ditembak jatuh mengklaim serangan drone Iran membentuk formasi ubur-ubur. Foto/X/@MarioNawfal
A
A
A
WASHINGTON - Seorang pilot F-15 AS yang diselamatkan setelah ditembak jatuh di atas Iran pada bulan April melaporkan melihat formasi "ubur-ubur" yang tidak biasa dari drone Iran sebelum melontarkan diri.
Selama pengarahan pasca-misi, pilot tersebut dilaporkan mengatakan kepada pejabat intelijen bahwa ia mengamati beberapa drone bergerak bersama dalam pola yang menyerupai "ubur-ubur," memicu perdebatan di dalam komunitas intelijen AS.
Jika akurat, penampakan tersebut dapat menunjukkan kemajuan signifikan dalam teknologi drone Iran, kata laporan CNN tersebut.
Salah satu sumber yang mengetahui laporan tersebut menggambarkannya sebagai "beberapa drone yang saling terhubung dan bergerak sebagai satu kesatuan dengan drone yang lebih kecil di bawah drone yang lebih besar seperti kaki." Sumber tersebut menambahkan, “Alien sungguhan (makian).”
Sumber lain mengatakan pilot tersebut melihat “ladang ranjau drone” di langit, menurut laporan tersebut.
Para penyelidik masih menentukan penyebab jatuhnya F-15, tetapi penilaian awal menunjukkan formasi drone mungkin telah membantu Iran menembak jatuh pesawat tersebut, kata laporan itu.
Insiden tersebut menandai pesawat AS pertama yang ditembak jatuh di atas Iran selama konflik. Pilot tersebut berhasil diselamatkan dalam beberapa jam, sementara seorang petugas sistem senjata berhasil menghindari penangkapan selama lebih dari satu hari sebelum akhirnya diselamatkan.
Para pejabat intelijen AS tidak sepakat mengenai keterangan pilot dan keandalannya, kata laporan itu. Selama pengarahan, para pejabat dilaporkan bertanya, “Apakah Anda yakin Anda melihat apa yang Anda katakan?”
Pertanyaan seputar kemampuan drone Iran muncul ketika Washington dan Teheran berupaya melakukan negosiasi untuk mengakhiri perang, setelah dimulainya periode pembicaraan gencatan senjata selama 60 hari pekan lalu.
Selama pengarahan pasca-misi, pilot tersebut dilaporkan mengatakan kepada pejabat intelijen bahwa ia mengamati beberapa drone bergerak bersama dalam pola yang menyerupai "ubur-ubur," memicu perdebatan di dalam komunitas intelijen AS.
Jika akurat, penampakan tersebut dapat menunjukkan kemajuan signifikan dalam teknologi drone Iran, kata laporan CNN tersebut.
Salah satu sumber yang mengetahui laporan tersebut menggambarkannya sebagai "beberapa drone yang saling terhubung dan bergerak sebagai satu kesatuan dengan drone yang lebih kecil di bawah drone yang lebih besar seperti kaki." Sumber tersebut menambahkan, “Alien sungguhan (makian).”
Sumber lain mengatakan pilot tersebut melihat “ladang ranjau drone” di langit, menurut laporan tersebut.
Para penyelidik masih menentukan penyebab jatuhnya F-15, tetapi penilaian awal menunjukkan formasi drone mungkin telah membantu Iran menembak jatuh pesawat tersebut, kata laporan itu.
Insiden tersebut menandai pesawat AS pertama yang ditembak jatuh di atas Iran selama konflik. Pilot tersebut berhasil diselamatkan dalam beberapa jam, sementara seorang petugas sistem senjata berhasil menghindari penangkapan selama lebih dari satu hari sebelum akhirnya diselamatkan.
Para pejabat intelijen AS tidak sepakat mengenai keterangan pilot dan keandalannya, kata laporan itu. Selama pengarahan, para pejabat dilaporkan bertanya, “Apakah Anda yakin Anda melihat apa yang Anda katakan?”
Pertanyaan seputar kemampuan drone Iran muncul ketika Washington dan Teheran berupaya melakukan negosiasi untuk mengakhiri perang, setelah dimulainya periode pembicaraan gencatan senjata selama 60 hari pekan lalu.
(ahm)
Lihat Juga :