Wanita Ini Dihujat karena Sebut Islam Organisasi Teroris, Sekarang Malah Dapat Donasi Rp2,5 Miliar

Selasa, 23 Juni 2026 - 11:04 WIB
loading...
Wanita Ini Dihujat karena...
Dasha Kilpatrick, wanita Texas, AS, yang menuai kecaman karena membuat ujaran kebencian terhadap Islam. Foto/X/@Sassafrass_84
A A A
WASHINGTON - Seorang wanita asal Texas, Amerika Serikat (AS), viral karena video tentang komentar anti-Islam yang dia lontarkan di sebuah toko kelontong. Lantaran menuai hujatan, dia menerima donasi dari kelompok penggalangan dana yang berempati kepadanya.

Video berdurasi 44 detik, yang muncul pada hari Minggu, menunjukkan seorang wanita dengan seragam medis biru berkonfrontasi dengan dua wanita lain yang tetap berada di luar kamera.

Baca Juga: Aktor 'Breaking Bad' Giancarlo Esposito Masuk Islam saat Syuting di Arab Saudi

Wanita itu, yang diidentifikasi oleh laporan media lokal sebagai terapis pijat Dasha Kilpatrick, mengatakan: “Islam adalah organisasi teroris, bukan agama. Saya sangat berpendidikan tentang subjek ini. Anda harus pergi. Anda tidak diterima di sini. Ini bukan negara Muslim. Ini adalah negara Kristen.”

"Anda harus pergi,” kata Kilpatrick, sementara wanita yang lain berkata, “Kami memiliki kewarganegaraan di sini.”

Pertengkaran itu dilaporkan direkam di dalam supermarket H-E-B di Conroe, Texas.

Setelah Kilpatrick menghadapi kecaman daring, penggalangan dana diluncurkan di platform penggalangan dana GiveSendGo. Hingga Selasa (23/6/2026), dana yang terkumpul mencapai USD140.178 (lebih dari Rp2,5 miliar).

“Dasha telah sepenuhnya diungkap identitasnya, dipecat, dan dikucilkan karena berani berbicara jujur di negaranya sendiri. Dia sekarang menghadapi kehilangan pendapatan, ancaman, dan massa yang mengincar praktik holistiknya,” demikian pernyataan di halaman penggalangan dana tersebut.

Anggota Parlemen Negara Bagian Texas Suleman Lalani menggambarkan pernyataan Kilpatrick sebagai “mengganggu".

“'Virus kebencian' ini adalah penyakit menular yang harus kita hadapi dengan fakta, kebenaran, dan persatuan,” tulisnya di X, yang dikutip Russia Today.

Inner Light Holistic Healing, sebuah bisnis tempat Kilpatrick dilaporkan terdaftar sebagai karyawan, telah dibanjiri ulasan negatif.

Anggota Kongres Partai Republik Nancy Mace menyatakan dukungan untuk Kilpatrick. “Saya mendukung Dasha, bagaimana dengan Anda?” tulis Mace di X.

Insiden anti-Muslim di AS telah meningkat dalam beberapa tahun terakhir di tengah perdebatan tentang imigrasi, konflik di Timur Tengah, dan kekhawatiran tentang terorisme yang mengatasnamakan Islam.

Presiden AS Donald Trump, yang menandatangani perintah eksekutif yang membatasi masuk dari beberapa negara mayoritas Muslim selama masa jabatan pertamanya, baru-baru ini menuduh Partai Demokrat menutupi beberapa kasus penipuan tingkat tinggi di Minnesota yang melibatkan warga Somalia-Amerika.

Dewan Hubungan Amerika-Islam (CAIR) mengatakan pihaknya menerima 8.683 pengaduan diskriminasi dan fanatisme tahun lalu, jumlah tahunan tertinggi sejak organisasi tersebut mulai menerbitkan data tersebut pada tahun 1996.
(mas)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Mengapa Pangkalan-pangkalan...
Mengapa Pangkalan-pangkalan Militer AS di Teluk Akan Berakhir? Ini Analisisnya
Setelah Saling Serang,...
Setelah Saling Serang, AS dan Iran Sepakat Menahan Diri, Ternyata Ini Pemicunya!
10 Kali Amerika Serikat...
10 Kali Amerika Serikat dan Iran Duduk di Meja Perundingan, tapi Perang Terus Berlanjut, Ini Penyebabnya
Biden Sebut Trump Pencundang,...
Biden Sebut Trump Pencundang, Narsis, dan Sombong
Begini Cara Bos FIFA...
Begini Cara Bos FIFA Gunakan Geopolitik di Panggung Piala Dunia
Media Pro-IRGC: Iran...
Media Pro-IRGC: Iran Mutlak Harus Memiliki Bom Nuklir
Penembakan di Fan Zone...
Penembakan di Fan Zone Piala Dunia 2026, Satu Orang Tewas dan Satu Kritis
Gelombang Panas Dahsyat...
Gelombang Panas Dahsyat Landa Eropa, Picu Lebih dari 200 Kematian di Spanyol dan Prancis
Presiden Korsel Lee...
Presiden Korsel Lee Jae Myung Murka Negaranya Tersingkir di Piala Dunia: Tidak Kompeten!
Rekomendasi
Nadiem Makarim Hadapi...
Nadiem Makarim Hadapi Sidang Putusan Kasus Chromebook Hari Ini
PKS Targetkan 2 Kali...
PKS Targetkan 2 Kali Lipat Legislator Muda di Senayan pada 2029
Kejutan! Paraguay Singkirkan...
Kejutan! Paraguay Singkirkan Jerman Lewat Adu Penalti
Berita Terkini
Mengapa Pangkalan-pangkalan...
Mengapa Pangkalan-pangkalan Militer AS di Teluk Akan Berakhir? Ini Analisisnya
Bom Ransel Meledak di...
Bom Ransel Meledak di Apartemen Monako, Oligarki Ukraina Vadym Iermolaiev Terluka
Inggris Akan Ganti 6...
Inggris Akan Ganti 6 Kapal Perusak Tua dengan 6 Kapal Perang Hibrida Pengendali Drone
Jerman Diguncang Penembakan,...
Jerman Diguncang Penembakan, 6 Orang Tewas
Korut Tuding Jepang...
Korut Tuding Jepang Berubah Jadi Negara Perang, Apa Pemicunya?
3 Alasan Malaysia Lanjutkan...
3 Alasan Malaysia Lanjutkan Pencarian MH370, Operasi Termahal di Dunia
Infografis
5 Negara Mayoritas Islam...
5 Negara Mayoritas Islam Hancur Karena Campur Tangan AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved