Profil Abelardo De La Espriella, Pengacara Berjam Tangan Mewah yang Jadi Presiden Baru Kolombia
Senin, 22 Juni 2026 - 14:35 WIB
loading...
Abelardo De La Espriella, pengacara berjam tangan mewah yang terpilih menjadi presiden baru Kolombia. Foto/La Silla Vacia
A
A
A
BOGOTA - Kolombia telah memilih pengacara nasionalis Abelardo De La Espriella sebagai presiden barunya pada hari Minggu, menurut penghitungan suara awal pemilu. Ini menandai perubahan politik yang tajam dan membawa agenda keamanan garis keras serta kebijakan ramah pasar ke depan.
Dijuluki "The Tiger" atau "Harimau" oleh para pengikutnya, De La Espriella menggambarkan dirinya sebagai penyelamat anti-kemapanan yang mampu menghidupkan kembali ekonomi Kolombia yang sedang sakit dan memulihkan ketertiban di negara yang diguncang oleh kelompok bersenjata ilegal dan perdagangan narkoba.
Baca Juga: Presiden Kolombia: Demi Tanah Air, Saya Angkat Senjata Lagi untuk Melawan AS!
De La Espriella mulai mendapatkan popularitas di awal tahun dengan wacana kerasnya terhadap kejahatan. Dia meraih kemenangan di putaran pertama pemilu pada akhir Mei dengan 43,7% suara dan kemudian mengalahkan senator sayap kiri Ivan Cepeda di putaran kedua dengan 49,66%:48,7%, menurut penghitungan suara nasional.
De La Espriella, yang menyalahkan Presiden Gustavo Petro yang akan segera lengser atas masalah ekonomi dan keamanan Kolombia, memenangkan suara mayoritas dengan janji akan memangkas ukuran pemerintah hingga 40 persen, memperluas basis pajak, dan mengakhiri upaya perdamaian dengan kelompok bersenjata demi respons militer yang lebih keras.
Dia berencana untuk memulai kembali eksplorasi minyak dan mengizinkan fracking untuk hampir menggandakan produksi menjadi 1,3 juta barel per hari.
De La Espriella mengeklaim telah membiayai sendiri kampanyenya dan mengatakan gerakan "Pembela Tanah Air"-nya tumbuh tanpa dukungan dari partai politik atau kelompok bisnis luar. Menurut Reuters, klaim tersebut tidak dapat diverifikasi secara independen.
Selain sebagai pengacara, De La Espriella memiliki kerajaan bisnis yang luas yang meliputi anggur, rum, pakaian, dan real estate.
Sebuah media jurnalisme investigatif, La Silla Vacia, menemukan bahwa banyak bisnisnya telah dibubarkan, terlilit utang, dan merugi secara keseluruhan pada tahun 2024, dengan firma hukumnya menjadi usaha yang paling menguntungkan.
Tim kampanye De La Espriella menolak menjawab pertanyaan La Silla Vacia tentang bisnis presiden terpilih tersebut, menurut laporan media itu, tetapi kemudian mempertanyakan pendanaannya dalam sebuah surat terbuka. La Silla Vacia menolak tuduhan bias.
De La Espriella (47) menggunakan salam militer sepanjang kampanyenya meskipun tidak pernah bertugas di militer.
Sering terlihat mengenakan jam tangan mewah, kacamata hitam desainer, dan dengan janggut yang terawat, De La Espriella telah dibandingkan dengan Nayib Bukele dari El Salvador, yang menyebut dirinya "diktator paling keren di dunia."
Bukele telah menerapkan kebijakan keamanan yang keras dan penjara-penjara mega yang mendorong tingkat kejahatan di El Salvador menjadi salah satu yang terendah di Amerika Tengah dan memicu seruan agar negara-negara lain mengadopsi kebijakan serupa. Dia telah menahan lebih dari 90.000 orang dalam proses tersebut, yang menuai kritik dari kelompok hak asasi manusia (HAM).
De La Espriella membantah meniru Bukele tetapi telah mengusulkan 10 penjara mega di Kolombia.
De La Espriella juga menghadapi kritik karena secara hukum mewakili Alex Saab, yang menghadapi tuduhan di Amerika Serikat (AS) atas pencucian uang untuk mantan Presiden Venezuela Nicolas Maduro. Dia juga mewakili orang-orang yang terkait dengan skandal korupsi, penggelapan keuangan, dan paramiliter sayap kanan dan mengatakan hubungan profesionalnya sebagai pengacara tidak melibatkan keterlibatan atau kejahatan apa pun.
De La Espriella, seorang ayah yang sudah menikah dan memiliki empat anak, dibesarkan di kota Monteria di Karibia dan dikenal sebagai penyanyi musik rakyat tradisional vallenato di wilayah tersebut. Sebagai warga negara Amerika Serikat, Italia, dan Kolombia, De La Espriella akan menjabat sebagai presiden pada 7 Agustus.
Dijuluki "The Tiger" atau "Harimau" oleh para pengikutnya, De La Espriella menggambarkan dirinya sebagai penyelamat anti-kemapanan yang mampu menghidupkan kembali ekonomi Kolombia yang sedang sakit dan memulihkan ketertiban di negara yang diguncang oleh kelompok bersenjata ilegal dan perdagangan narkoba.
Baca Juga: Presiden Kolombia: Demi Tanah Air, Saya Angkat Senjata Lagi untuk Melawan AS!
De La Espriella mulai mendapatkan popularitas di awal tahun dengan wacana kerasnya terhadap kejahatan. Dia meraih kemenangan di putaran pertama pemilu pada akhir Mei dengan 43,7% suara dan kemudian mengalahkan senator sayap kiri Ivan Cepeda di putaran kedua dengan 49,66%:48,7%, menurut penghitungan suara nasional.
De La Espriella, yang menyalahkan Presiden Gustavo Petro yang akan segera lengser atas masalah ekonomi dan keamanan Kolombia, memenangkan suara mayoritas dengan janji akan memangkas ukuran pemerintah hingga 40 persen, memperluas basis pajak, dan mengakhiri upaya perdamaian dengan kelompok bersenjata demi respons militer yang lebih keras.
Dia berencana untuk memulai kembali eksplorasi minyak dan mengizinkan fracking untuk hampir menggandakan produksi menjadi 1,3 juta barel per hari.
De La Espriella mengeklaim telah membiayai sendiri kampanyenya dan mengatakan gerakan "Pembela Tanah Air"-nya tumbuh tanpa dukungan dari partai politik atau kelompok bisnis luar. Menurut Reuters, klaim tersebut tidak dapat diverifikasi secara independen.
Selain sebagai pengacara, De La Espriella memiliki kerajaan bisnis yang luas yang meliputi anggur, rum, pakaian, dan real estate.
Sebuah media jurnalisme investigatif, La Silla Vacia, menemukan bahwa banyak bisnisnya telah dibubarkan, terlilit utang, dan merugi secara keseluruhan pada tahun 2024, dengan firma hukumnya menjadi usaha yang paling menguntungkan.
Tim kampanye De La Espriella menolak menjawab pertanyaan La Silla Vacia tentang bisnis presiden terpilih tersebut, menurut laporan media itu, tetapi kemudian mempertanyakan pendanaannya dalam sebuah surat terbuka. La Silla Vacia menolak tuduhan bias.
Jam Tangan Mewah di Tangan Besi
De La Espriella (47) menggunakan salam militer sepanjang kampanyenya meskipun tidak pernah bertugas di militer.
Sering terlihat mengenakan jam tangan mewah, kacamata hitam desainer, dan dengan janggut yang terawat, De La Espriella telah dibandingkan dengan Nayib Bukele dari El Salvador, yang menyebut dirinya "diktator paling keren di dunia."
Bukele telah menerapkan kebijakan keamanan yang keras dan penjara-penjara mega yang mendorong tingkat kejahatan di El Salvador menjadi salah satu yang terendah di Amerika Tengah dan memicu seruan agar negara-negara lain mengadopsi kebijakan serupa. Dia telah menahan lebih dari 90.000 orang dalam proses tersebut, yang menuai kritik dari kelompok hak asasi manusia (HAM).
De La Espriella membantah meniru Bukele tetapi telah mengusulkan 10 penjara mega di Kolombia.
De La Espriella juga menghadapi kritik karena secara hukum mewakili Alex Saab, yang menghadapi tuduhan di Amerika Serikat (AS) atas pencucian uang untuk mantan Presiden Venezuela Nicolas Maduro. Dia juga mewakili orang-orang yang terkait dengan skandal korupsi, penggelapan keuangan, dan paramiliter sayap kanan dan mengatakan hubungan profesionalnya sebagai pengacara tidak melibatkan keterlibatan atau kejahatan apa pun.
De La Espriella, seorang ayah yang sudah menikah dan memiliki empat anak, dibesarkan di kota Monteria di Karibia dan dikenal sebagai penyanyi musik rakyat tradisional vallenato di wilayah tersebut. Sebagai warga negara Amerika Serikat, Italia, dan Kolombia, De La Espriella akan menjabat sebagai presiden pada 7 Agustus.
(mas)
Lihat Juga :