4 Prasyarat Iran untuk Negosiasi di Swiss, Dapat Dana Segar Rp106 Triliun
Senin, 22 Juni 2026 - 04:40 WIB
loading...
A
A
A
“Ini bukan berarti kita takut akan perang. Para prajurit dari Angkatan Bersenjata Iran, baik yang bertugas di Angkatan Darat maupun Korps Garda Revolusi Islam (IRGC), serta rakyat negara kita, telah menunjukkan bahwa mereka teguh, dan akan terus bertahan dengan gigih jika perang berlanjut,” katanya.
Ia menggarisbawahi bahwa klausul-klausul nota kesepahaman yang ditandatangani antara Iran dan Amerika Serikat sebagian besar menguntungkan bangsa Iran, dan pencapaian nyata dari negosiasi yang sedang berlangsung akan segera terlihat sepenuhnya oleh publik.
Ia lebih lanjut mencatat bahwa Gubernur Bank Sentral Iran (CBI), Abdolnaser Hemmati, secara aktif berpartisipasi dalam negosiasi untuk menentukan secara tepat bagaimana sumber daya ini akan dialokasikan ke sektor domestik guna mendorong pertumbuhan ekonomi.
Ia menegaskan kembali bahwa posisi ini selaras sempurna dengan kebijakan Teheran yang ada, sebagaimana yang telah berulang kali dinyatakan oleh almarhum Pemimpin Revolusi Islam Ayatollah Seyyed Ali Khamenei selama bertahun-tahun bahwa Iran tidak menginginkan atau berniat untuk membangun senjata nuklir.
“Ketika AS meminta untuk menuangkan deklarasi yang telah lama ada ini ke dalam bentuk tertulis, pihak Iran segera menandatangani perjanjian tersebut.”
Presiden menambahkan bahwa poin-poin negosiasi lainnya juga telah disepakati selama masa hidup almarhum Pemimpin Revolusi Islam, menekankan bahwa Iran belum dan tidak akan pernah mundur dari hak fundamentalnya untuk pengayaan uranium, yang telah dipaksa untuk diterima oleh pihak lawan.
Iran mengatakan pembicaraan dengan AS akan fokus pada tidak dilaksanakannya klausul pertama dari Memorandum of Understanding yang baru saja ditandatangani antara kedua negara.
Ia menggarisbawahi bahwa klausul-klausul nota kesepahaman yang ditandatangani antara Iran dan Amerika Serikat sebagian besar menguntungkan bangsa Iran, dan pencapaian nyata dari negosiasi yang sedang berlangsung akan segera terlihat sepenuhnya oleh publik.
Ia lebih lanjut mencatat bahwa Gubernur Bank Sentral Iran (CBI), Abdolnaser Hemmati, secara aktif berpartisipasi dalam negosiasi untuk menentukan secara tepat bagaimana sumber daya ini akan dialokasikan ke sektor domestik guna mendorong pertumbuhan ekonomi.
3. Iran Mengembangkan Senjata Nuklir
Pezeshkian mengklarifikasi bahwa satu-satunya poin yang diangkat oleh Amerika Serikat adalah bahwa Iran tidak boleh memiliki bom atom.Ia menegaskan kembali bahwa posisi ini selaras sempurna dengan kebijakan Teheran yang ada, sebagaimana yang telah berulang kali dinyatakan oleh almarhum Pemimpin Revolusi Islam Ayatollah Seyyed Ali Khamenei selama bertahun-tahun bahwa Iran tidak menginginkan atau berniat untuk membangun senjata nuklir.
“Ketika AS meminta untuk menuangkan deklarasi yang telah lama ada ini ke dalam bentuk tertulis, pihak Iran segera menandatangani perjanjian tersebut.”
Presiden menambahkan bahwa poin-poin negosiasi lainnya juga telah disepakati selama masa hidup almarhum Pemimpin Revolusi Islam, menekankan bahwa Iran belum dan tidak akan pernah mundur dari hak fundamentalnya untuk pengayaan uranium, yang telah dipaksa untuk diterima oleh pihak lawan.
Iran mengatakan pembicaraan dengan AS akan fokus pada tidak dilaksanakannya klausul pertama dari Memorandum of Understanding yang baru saja ditandatangani antara kedua negara.
4. Banyak Pihak Menentang Perdamaian Iran dan AS
Pezeshkian kemudian mengidentifikasi tiga faksi utama yang secara aktif tidak puas dengan terobosan diplomatik tersebut.Lihat Juga :