Pilot Australia Terbangkan 2 Buronan Paling Dicari ke Indonesia via Penerbangan Gelap
Minggu, 21 Juni 2026 - 11:50 WIB
loading...
Polisi Federal Australia tangkap pilot yang terbangkan dua buronan paling dicari ke Indonesia via penerbangan gelap. Foto/via news.com.au
A
A
A
SYDNEY - Seorang pilot asal Brisbane telah ditangkap petugas Polisi Federal Australia (AFP) atas tuduhan menerbangkan dua buronan paling dicari pihak berwenang negara tersebut ke Indonesia. Pilot itu beraksi dengan "penerbangan gelap", yakni pesawat yang dimatikan transpondernya.
Petugas AFP menangkap pilot berusia 32 tahun itu di Bandara Brisbane pada Kamis malam, ketika dia kembali ke Australia dari Indonesia.
Baca Juga: 10 Pesawat Militer Termahal di Dunia, Harga 7 Bomber B-2 Hampir Setara Anggaran MBG Indonesia
Mengutip laporan news.com.au, Minggu (21/6/2026), pilot tersebut, bersama seorang pria Indonesia, telah melakukan penerbangan ilegal dari Port Stewart di Queensland Utara ke Indonesia.
Polisi mengeklaim dua orang buronan menaiki penerbangan tersebut dan turun di Merauke. Ketika mendarat, pesawat tersebut dicegat oleh pihak berwenang Indonesia dan disita.
Investigasi AFP dimulai pada November 2025, ketika keempat pria di dalam penerbangan tersebut ditahan di Papua Selatan.
Salah satu dari dua buronan itu adalah seorang pria berusia 34 tahun yang sedang dalam masa bebas dengan jaminan atas kasus penculikan, dengan syarat yang melarangnya melakukan perjalanan internasional.
Yang kedua adalah seorang pria berusia 35 tahun dengan tiga surat perintah penangkapan yang belum dilaksanakan, termasuk untuk kasus pasokan dan pembuatan narkoba komersial dalam jumlah besar.
Sekembalinya ke Australia, pilot tersebut ditangkap oleh petugas AFP. Dia dijadwalkan diadili pada hari Jumat.
“Penerbangan gelap melibatkan pesawat ringan yang mencatat rencana penerbangan palsu atau tidak ada sama sekali, terbang pada ketinggian yang sangat rendah, atau mematikan sistem pemantauan penerbangan untuk menghindari penegakan hukum,” kata Inspektur Detektif Adrian Telfer.
“Penerbangan ini sangat ceroboh dan siapa pun yang terlibat sangat mempertaruhkan nyawa mereka dan orang-orang di dalam pesawat," ujarnya, tanpa merinci identitas pilot dan dua buronan yang dimaksud.
Petugas AFP menangkap pilot berusia 32 tahun itu di Bandara Brisbane pada Kamis malam, ketika dia kembali ke Australia dari Indonesia.
Baca Juga: 10 Pesawat Militer Termahal di Dunia, Harga 7 Bomber B-2 Hampir Setara Anggaran MBG Indonesia
Mengutip laporan news.com.au, Minggu (21/6/2026), pilot tersebut, bersama seorang pria Indonesia, telah melakukan penerbangan ilegal dari Port Stewart di Queensland Utara ke Indonesia.
Polisi mengeklaim dua orang buronan menaiki penerbangan tersebut dan turun di Merauke. Ketika mendarat, pesawat tersebut dicegat oleh pihak berwenang Indonesia dan disita.
Investigasi AFP dimulai pada November 2025, ketika keempat pria di dalam penerbangan tersebut ditahan di Papua Selatan.
Salah satu dari dua buronan itu adalah seorang pria berusia 34 tahun yang sedang dalam masa bebas dengan jaminan atas kasus penculikan, dengan syarat yang melarangnya melakukan perjalanan internasional.
Yang kedua adalah seorang pria berusia 35 tahun dengan tiga surat perintah penangkapan yang belum dilaksanakan, termasuk untuk kasus pasokan dan pembuatan narkoba komersial dalam jumlah besar.
Sekembalinya ke Australia, pilot tersebut ditangkap oleh petugas AFP. Dia dijadwalkan diadili pada hari Jumat.
“Penerbangan gelap melibatkan pesawat ringan yang mencatat rencana penerbangan palsu atau tidak ada sama sekali, terbang pada ketinggian yang sangat rendah, atau mematikan sistem pemantauan penerbangan untuk menghindari penegakan hukum,” kata Inspektur Detektif Adrian Telfer.
“Penerbangan ini sangat ceroboh dan siapa pun yang terlibat sangat mempertaruhkan nyawa mereka dan orang-orang di dalam pesawat," ujarnya, tanpa merinci identitas pilot dan dua buronan yang dimaksud.
(mas)
Lihat Juga :