Iran Tutup Lagi Selat Hormuz karena Israel Serang Lebanon
Minggu, 21 Juni 2026 - 05:41 WIB
loading...
A
A
A
Kementerian Kesehatan Lebanon mengatakan tujuh orang lagi tewas dan 13 terluka dalam serangan di sebuah desa dekat Sidon, dan melaporkan bahwa jumlah total korban tewas akibat pertempuran telah melampaui 4.000.
Anggota Parlemen Hizbullah, Hassan Fadlallah, mengatakan pada hari Sabtu; "Hizbullah mempertahankan hak penuh untuk menghadapi musuh ini ketika mereka menyerang kami."
Seorang pejabat militer Israel yang dikutip oleh lembaga penyiaran publik; Kan, menggambarkan pendekatan negaranya terhadap gencatan senjata sebagai pendekatan yang didasarkan pada "tembakan dibalas dengan tembakan".
Duta Besar Israel untuk AS, Yechiel Leiter, menegaskan bahwa Hizbullah yang melanggar gencatan senjata. "Israel membela diri terhadap serangan teroris, seperti yang akan dilakukan oleh negara mana pun yang bermartabat," katanya.
Namun Hizbullah mengatakan Israel memikul tanggung jawab penuh.
Fadi Zayat, warga yang telah melarikan diri dari kota Tayr di Lebanon selatan Debba mengatakan kepada AFP bahwa ketakutan mendominasi suasana di selatan.
"Kami kembali ke desa beberapa hari yang lalu, tetapi tas kami sudah siap untuk melarikan diri lagi," kata wanita berusia 53 tahun itu.
Hizbullah menyeret Lebanon ke dalam konflik Timur Tengah yang lebih luas pada awal Maret ketika mereka menembakkan roket ke Israel sebagai balasan atas pembunuhan Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei dalam serangan AS-Israel.
Gencatan senjata sebelumnya yang seharusnya berlaku di Lebanon pada bulan April tidak pernah dipatuhi, dengan masing-masing pihak membenarkan serangan mereka dengan dugaan pelanggaran pihak lain.
Anggota Parlemen Hizbullah, Hassan Fadlallah, mengatakan pada hari Sabtu; "Hizbullah mempertahankan hak penuh untuk menghadapi musuh ini ketika mereka menyerang kami."
Seorang pejabat militer Israel yang dikutip oleh lembaga penyiaran publik; Kan, menggambarkan pendekatan negaranya terhadap gencatan senjata sebagai pendekatan yang didasarkan pada "tembakan dibalas dengan tembakan".
Duta Besar Israel untuk AS, Yechiel Leiter, menegaskan bahwa Hizbullah yang melanggar gencatan senjata. "Israel membela diri terhadap serangan teroris, seperti yang akan dilakukan oleh negara mana pun yang bermartabat," katanya.
Namun Hizbullah mengatakan Israel memikul tanggung jawab penuh.
Fadi Zayat, warga yang telah melarikan diri dari kota Tayr di Lebanon selatan Debba mengatakan kepada AFP bahwa ketakutan mendominasi suasana di selatan.
"Kami kembali ke desa beberapa hari yang lalu, tetapi tas kami sudah siap untuk melarikan diri lagi," kata wanita berusia 53 tahun itu.
Hizbullah menyeret Lebanon ke dalam konflik Timur Tengah yang lebih luas pada awal Maret ketika mereka menembakkan roket ke Israel sebagai balasan atas pembunuhan Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei dalam serangan AS-Israel.
Gencatan senjata sebelumnya yang seharusnya berlaku di Lebanon pada bulan April tidak pernah dipatuhi, dengan masing-masing pihak membenarkan serangan mereka dengan dugaan pelanggaran pihak lain.
(mas)
Lihat Juga :