AS Ternyata Gunakan AI Grok Elon Musk untuk Tembakkan 2.000 Rudal ke Iran
Kamis, 18 Juni 2026 - 15:13 WIB
loading...
A
A
A
Produk AI tersebut tidak secara eksplisit membuat target tetapi bekerja di dalam Maven untuk mengidentifikasi potensi titik minat bagi intelijen militer.
Dalam pengajuan pernyataan ke pengadilan pada hari Senin, Pentagon mengatakan bahwa mereka bergantung pada "xAI’s Grok Gov Model", serangkaian produk yang dirancang untuk bekerja dengan lembaga federal dengan fitur-fitur yang tidak ditemukan dalam model AI terdepan lainnya.
Menurut Departemen Kehakiman, Pentagon akan sangat terdampak oleh putusan pengadilan yang mencegah xAI untuk "diterapkan, disempurnakan, dan di-upgrade" di seluruh Pentagon.
Penggunaan AI oleh Pentagon telah mendapat sorotan tajam setelah anggota Kongres dan analis militer asing mempertanyakan apakah intelijen yang salah menyebabkan serangan yang menewaskan ratusan warga sipil, termasuk anak-anak.
Pemerintahan Trump meminta seorang hakim federal di Mississippi untuk menolak gugatan yang diajukan oleh NAACP, yang mengeklaim xAI milik Musk melanggar Undang-Undang Udara Bersih dengan menjalankan puluhan turbin berbahan bakar gas meskipun tidak memiliki izin untuk itu.
NAACP menuduh bahwa xAI mengoperasikan setidaknya 57 turbin yang digunakan untuk memberi daya pada pusat data Colossus 2 tanpa kontrol polusi yang dipersyaratkan oleh Undang-Undang Udara Bersih.
Menurut Stanley, pusat data tersebut dan pusat data lainnya "berada di posisi yang tepat" untuk menyediakan "lonjakan kritis" dalam kapasitas energi jika terjadi "konflik bersenjata atau keadaan darurat lainnya" yang berdampak pada keamanan nasional.
"Pusat data yang mendukung produk AI yang digunakan oleh pemerintah federal adalah alat strategis jangka panjang yang vital untuk mempertahankan keunggulan teknologi kita terhadap musuh," imbuh pernyataan Stanley.
Beberapa anggota Partai Demokrat di Kongres mengusulkan undang-undang untuk membatasi penggunaan AI oleh militer setelah para pejabat tinggi menyatakan akan menyelidiki kematian warga sipil yang mungkin dapat dicegah dengan kontrol yang lebih ketat terhadap AI.
Dalam pengajuan pernyataan ke pengadilan pada hari Senin, Pentagon mengatakan bahwa mereka bergantung pada "xAI’s Grok Gov Model", serangkaian produk yang dirancang untuk bekerja dengan lembaga federal dengan fitur-fitur yang tidak ditemukan dalam model AI terdepan lainnya.
Menurut Departemen Kehakiman, Pentagon akan sangat terdampak oleh putusan pengadilan yang mencegah xAI untuk "diterapkan, disempurnakan, dan di-upgrade" di seluruh Pentagon.
Penggunaan AI oleh Pentagon telah mendapat sorotan tajam setelah anggota Kongres dan analis militer asing mempertanyakan apakah intelijen yang salah menyebabkan serangan yang menewaskan ratusan warga sipil, termasuk anak-anak.
Pemerintahan Trump meminta seorang hakim federal di Mississippi untuk menolak gugatan yang diajukan oleh NAACP, yang mengeklaim xAI milik Musk melanggar Undang-Undang Udara Bersih dengan menjalankan puluhan turbin berbahan bakar gas meskipun tidak memiliki izin untuk itu.
NAACP menuduh bahwa xAI mengoperasikan setidaknya 57 turbin yang digunakan untuk memberi daya pada pusat data Colossus 2 tanpa kontrol polusi yang dipersyaratkan oleh Undang-Undang Udara Bersih.
Menurut Stanley, pusat data tersebut dan pusat data lainnya "berada di posisi yang tepat" untuk menyediakan "lonjakan kritis" dalam kapasitas energi jika terjadi "konflik bersenjata atau keadaan darurat lainnya" yang berdampak pada keamanan nasional.
"Pusat data yang mendukung produk AI yang digunakan oleh pemerintah federal adalah alat strategis jangka panjang yang vital untuk mempertahankan keunggulan teknologi kita terhadap musuh," imbuh pernyataan Stanley.
Beberapa anggota Partai Demokrat di Kongres mengusulkan undang-undang untuk membatasi penggunaan AI oleh militer setelah para pejabat tinggi menyatakan akan menyelidiki kematian warga sipil yang mungkin dapat dicegah dengan kontrol yang lebih ketat terhadap AI.
Lihat Juga :