Mengapa Kekejaman Israel di Lebanon Bisa Picu Pembalasan dari Iran?
Kamis, 18 Juni 2026 - 02:20 WIB
loading...
A
A
A
Perdana Menteri Netanyahu menghadapi kritik atas bagaimana ia memanipulasi situasi. Banyak yang percaya Israel telah dipinggirkan karena tindakan Netanyahu dan Trump tidak lagi mendengarkannya.
Itulah mengapa beberapa politisi Israel telah mencoba menjauhkan diri dari Netanyahu, bahkan ketika ia mencoba meyakinkan anggota kabinetnya dan publik bahwa dialah satu-satunya yang dapat menghentikan Iran untuk mendapatkan senjata nuklir.
Sementara itu, Presiden Lebanon Joseph Aoun membahas situasi di Lebanon selatan dan masa depan operasi UNIFIL dengan komandan pasukan penjaga perdamaian PBB, di tengah meningkatnya kesulitan yang dihadapi pergerakan pasukan di wilayah tersebut.
Aoun bertemu dengan kepala UNIFIL Mayor Jenderal Diodato Abagnara dan koordinator khusus PBB Imran Riza, menurut pernyataan kepresidenan. Diskusi membahas “kesulitan dan pelecehan” yang dihadapi pergerakan misi penjaga perdamaian di wilayah operasi.
Presiden menyampaikan kembali belasungkawa atas gugurnya tentara UNIFIL dalam menjalankan tugas, dan memuji pengorbanan mereka untuk perdamaian di Lebanon, kata pernyataan itu.
Kemudian, kelompok hak asasi manusia yang berbasis di Inggris ini mengatakan bahwa perintah pemindahan paksa massal tentara Israel di Lebanon sama dengan “kejahatan perang” berdasarkan hukum internasional.
Itulah mengapa beberapa politisi Israel telah mencoba menjauhkan diri dari Netanyahu, bahkan ketika ia mencoba meyakinkan anggota kabinetnya dan publik bahwa dialah satu-satunya yang dapat menghentikan Iran untuk mendapatkan senjata nuklir.
Sementara itu, Presiden Lebanon Joseph Aoun membahas situasi di Lebanon selatan dan masa depan operasi UNIFIL dengan komandan pasukan penjaga perdamaian PBB, di tengah meningkatnya kesulitan yang dihadapi pergerakan pasukan di wilayah tersebut.
Aoun bertemu dengan kepala UNIFIL Mayor Jenderal Diodato Abagnara dan koordinator khusus PBB Imran Riza, menurut pernyataan kepresidenan. Diskusi membahas “kesulitan dan pelecehan” yang dihadapi pergerakan misi penjaga perdamaian di wilayah operasi.
Presiden menyampaikan kembali belasungkawa atas gugurnya tentara UNIFIL dalam menjalankan tugas, dan memuji pengorbanan mereka untuk perdamaian di Lebanon, kata pernyataan itu.
Kemudian, kelompok hak asasi manusia yang berbasis di Inggris ini mengatakan bahwa perintah pemindahan paksa massal tentara Israel di Lebanon sama dengan “kejahatan perang” berdasarkan hukum internasional.
Lihat Juga :