Mengapa Kekejaman Israel di Lebanon Bisa Picu Pembalasan dari Iran?

Kamis, 18 Juni 2026 - 02:20 WIB
loading...
A A A
“Di beberapa bagian Lebanon selatan, pemindahan paksa warga sipil oleh militer Israel dan pencegahan kepulangan mereka sama dengan pemindahan ilegal – yang merupakan kejahatan perang,” kata kelompok itu dalam sebuah pernyataan.

Tentara Israel telah “secara radikal memperluas” penggunaan perintah semacam itu, menyebabkan ratusan ribu orang mengungsi di seluruh Lebanon, tambahnya.

“Alih-alih secara paksa memindahkan komunitas dan menetapkan seluruh wilayah Lebanon sebagai ‘zona terlarang’ bagi warga sipil, pasukan Israel harus segera menarik diri dari wilayah Lebanon,” kata Kristine Beckerle, wakil direktur regional Amnesty International untuk Timur Tengah dan Afrika Utara.

Militer Israel menyatakan sekitar 4,6 persen wilayah Lebanon sebagai “zona terlarang” pada 28 November 2024, sehari setelah gencatan senjata sebelumnya berlaku, catatnya.

Pada tahun 2026, hanya tiga hari setelah pengumuman gencatan senjata pada 17 April, area terlarang diperluas menjadi sekitar enam persen dari wilayah negara, dan ditetapkan sebagai zona "Pertahanan Maju", dengan penduduk diperintahkan untuk tidak kembali ke beberapa desa yang sebelumnya dihuni oleh puluhan ribu warga sipil.

Para pejabat Lebanon mengatakan Israel, yang telah melakukan serangan besar-besaran di negara itu sejak 2 Maret, telah menewaskan lebih dari 3.800 orang, melukai 11.850 lainnya, dan menyebabkan lebih dari satu juta orang mengungsi.
(ahm)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Ini 3 Kemewahan Jet...
Ini 3 Kemewahan Jet Mewah Qatar untuk Armada Air Force One Donald Trump
Protes Serangan Mematikan...
Protes Serangan Mematikan Israel di Lebanon, Iran Tutup Selat Hormuz
Swiss: Perundingan AS...
Swiss: Perundingan AS dan Iran Berlanjut di Burgenstock
Israel Terus Serang...
Israel Terus Serang Lebanon, Utusan AS Kirim Negosiator ke Jenewa
3 Penyebab Batalnya...
3 Penyebab Batalnya Penandatanganan Perjanjian Damai AS dan Iran
Wapres Vance Batalkan...
Wapres Vance Batalkan Kunjungan ke Jenewa, Swiss: Perundingan AS-Iran Ditunda
Trump Klaim Kesepakatan...
Trump Klaim Kesepakatan Damai AS-Iran Selamatkan Dunia dari Bencana Ekonomi
Dampak Kunjungan Trump,...
Dampak Kunjungan Trump, China Perketat Pembatasan Aktivis dan Pengawasan Domestik
Siap-Siap, Apple bakal...
Siap-Siap, Apple bakal Naikkan Harga iPhone Dkk Imbas Biaya Chip Melonjak
Rekomendasi
Bangun Sinergitas, Pemkot...
Bangun Sinergitas, Pemkot Bogor Bersama Pelaku Usaha Ikuti Kompetisi Padel
Trump Klaim Kesepakatan...
Trump Klaim Kesepakatan Damai AS-Iran Selamatkan Dunia dari Bencana Ekonomi
Polda Metro Tangkap...
Polda Metro Tangkap Perampok Minimarket di Bekasi, Pelaku Tercatat sebagai Mahasiswa
Berita Terkini
Ini 3 Kemewahan Jet...
Ini 3 Kemewahan Jet Mewah Qatar untuk Armada Air Force One Donald Trump
Protes Serangan Mematikan...
Protes Serangan Mematikan Israel di Lebanon, Iran Tutup Selat Hormuz
Swiss: Perundingan AS...
Swiss: Perundingan AS dan Iran Berlanjut di Burgenstock
Warga Moskow Sudah Merasakan...
Warga Moskow Sudah Merasakan Perang Ukraina di Depan Halaman Rumah
Israel Terus Serang...
Israel Terus Serang Lebanon, Utusan AS Kirim Negosiator ke Jenewa
3 Penyebab Batalnya...
3 Penyebab Batalnya Penandatanganan Perjanjian Damai AS dan Iran
Infografis
7 Perang Besar di Selat...
7 Perang Besar di Selat Malaka, dari Jalur Rempah hingga Medan Tempur Kekuatan Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved