Trump Tegaskan Tanpa AS, Tidak akan Ada Israel, Netanyahu Harus Lebih Tanggung Jawab
Selasa, 16 Juni 2026 - 22:29 WIB
loading...
Presiden AS Donald Trump dan Emir Qatar Sheikh Tamim bertemu di sela KTT G7 di Prancis. Foto/youtube
A
A
A
WASHINGTON - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengatakan tanpa AS, "tidak akan ada Israel." Pernyataan itu muncul dalam pertemuan antara Trump dan Emir Qatar Sheikh Tamim di KTT G7 di Prancis untuk membahas keamanan dan investasi Timur Tengah.
Trump menambahkan, "Tanpa saya, tidak akan ada Israel, karena tidak ada presiden lain yang bersedia melakukan apa yang saya lakukan."
Presiden AS mengatakan ia memiliki "hubungan yang hebat" dengan Perdana Menteri (PM) Israel Benjamin Netanyahu tetapi menambahkan perdana menteri Israel "harus lebih bertanggung jawab terhadap Lebanon".
Trump tampaknya mengkritik aksi militer Israel di Lebanon, mengatakan Israel telah memerangi Hizbullah "terlalu lama dan terlalu banyak orang yang terbunuh".
"Anda tidak perlu merobohkan gedung apartemen setiap kali Anda mencari seseorang karena ada banyak orang di gedung-gedung apartemen itu – dan mereka tidak semuanya anggota Hizbullah," kata presiden AS.
“Saya menyarankan kepada Israel untuk membiarkan Suriah menangani Hizbullah karena, jujur saja, saya pikir mereka akan melakukan pekerjaan yang lebih baik,” tegas Trump.
Ditanya apakah kesepakatan AS-Iran dapat bertahan bahkan jika Israel menyerang Lebanon, Trump berkata, “Bisa.”
“Saya menganggap itu perang kecil,” ujar Trump, merujuk pada konflik di Lebanon. “Iran adalah yang besar, tetapi kita memiliki titik kecil di luar sana yang terus-menerus muncul dan itu adalah Hizbullah.”
Presiden AS mengatakan dia “tidak menyukai” serangan Israel terhadap Beirut “dua jam” sebelum penandatanganan perjanjian dengan Iran.
“Saya memberi tahu mereka tentang itu. Saya tidak menyukainya, sama sekali tidak,” tegas Trump.
Baca juga: Trump: AS Tidak akan Bayar Iran Rp5 Triliun, Itu Berita Palsu
Trump menambahkan, "Tanpa saya, tidak akan ada Israel, karena tidak ada presiden lain yang bersedia melakukan apa yang saya lakukan."
Presiden AS mengatakan ia memiliki "hubungan yang hebat" dengan Perdana Menteri (PM) Israel Benjamin Netanyahu tetapi menambahkan perdana menteri Israel "harus lebih bertanggung jawab terhadap Lebanon".
Trump tampaknya mengkritik aksi militer Israel di Lebanon, mengatakan Israel telah memerangi Hizbullah "terlalu lama dan terlalu banyak orang yang terbunuh".
"Anda tidak perlu merobohkan gedung apartemen setiap kali Anda mencari seseorang karena ada banyak orang di gedung-gedung apartemen itu – dan mereka tidak semuanya anggota Hizbullah," kata presiden AS.
“Saya menyarankan kepada Israel untuk membiarkan Suriah menangani Hizbullah karena, jujur saja, saya pikir mereka akan melakukan pekerjaan yang lebih baik,” tegas Trump.
Ditanya apakah kesepakatan AS-Iran dapat bertahan bahkan jika Israel menyerang Lebanon, Trump berkata, “Bisa.”
“Saya menganggap itu perang kecil,” ujar Trump, merujuk pada konflik di Lebanon. “Iran adalah yang besar, tetapi kita memiliki titik kecil di luar sana yang terus-menerus muncul dan itu adalah Hizbullah.”
Presiden AS mengatakan dia “tidak menyukai” serangan Israel terhadap Beirut “dua jam” sebelum penandatanganan perjanjian dengan Iran.
“Saya memberi tahu mereka tentang itu. Saya tidak menyukainya, sama sekali tidak,” tegas Trump.
Baca juga: Trump: AS Tidak akan Bayar Iran Rp5 Triliun, Itu Berita Palsu
(sya)
Lihat Juga :