Selat Hormuz Tak Akan Lagi seperti Dulu, Ini 3 Alasannya

Rabu, 17 Juni 2026 - 01:10 WIB
loading...
A A A
"Selama berabad-abad, selat ini telah menjadi tempat perlindungan yang aman bagi pelayaran niaga, tetapi perang ini telah menghancurkan tatanan dan struktur sebelumnya, dan kita harus menunggu tatanan baru dan peran yang lebih efektif bagi negara-negara pesisirnya," katanya kepada Al Jazeera.

2. Butuh Proses yang Panjang

Rezaei, yang menjabat sebagai sekretaris jenderal Serikat Pelaut Niaga Iran (IMMS), afiliasi dari Federasi Pekerja Transportasi Internasional (ITF), mengatakan bahwa industri pelayaran global percaya bahwa pemulihan penuh kondisi normal di selat tersebut bisa menjadi "proses yang panjang dan tidak pasti".

Pemulihan tersebut, menurutnya, bergantung pada "konvergensi penilaian" berdasarkan "perdamaian berkelanjutan, pengurangan ancaman yang nyata, dan beberapa siklus transit tanpa insiden".

3. Butuh Dana Besar

Mengenai jangka waktu spesifik, Rezaei mencatat bahwa ITF mengatakan hal itu bisa memakan waktu "minggu, bahkan berbulan-bulan" karena tumpukan kapal yang sangat besar dan kebutuhan untuk mengganti awak kapal.

"Selain itu, beberapa aset utama Otoritas Pelabuhan dan Transportasi serta Otoritas Perdagangan dan Minyak di kedua sisi Teluk telah rusak akibat perang, yang membutuhkan pendanaan yang signifikan, dan waktu untuk memperbaiki dan membangun kembali," tambahnya.
(ahm)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Mojtaba Akan Pimpin...
Mojtaba Akan Pimpin Doa untuk Ayatollah Ali Khamenei, Bakal Muncul untuk Pertama Kalinya?
20 Kapal Perang AS Berkeliaran...
20 Kapal Perang AS Berkeliaran di Timur Tengah saat Iran-Amerika Saling Serang
Usai Serang Iran, Trump...
Usai Serang Iran, Trump Briefing Netanyahu tentang Taktik AS di Teluk
10 Rudal Iran Gempur...
10 Rudal Iran Gempur Pangkalan Yordania dan Pusat Komando AS di Timur Tengah
AS Serang Lebih dari...
AS Serang Lebih dari 170 Target di Iran dalam 2 Hari, 3 Anggota IRGC Tewas
Khamenei Dimakamkan...
Khamenei Dimakamkan Hari Ini, Dihadiri Lebih dari 2,3 Juta Orang
Membongkar Otak Rudal...
Membongkar Otak Rudal Barracuda-500M yang Supercerdas
Korban Tewas Gempa Venezuela...
Korban Tewas Gempa Venezuela Tembus 3.535 Jiwa, Ancaman Krisis Kesehatan Mengintai
Situasi Timur Tengah...
Situasi Timur Tengah Terkini: AS Hentikan Serangan ke Iran
Rekomendasi
Mengenang Rachmat Gobel,...
Mengenang Rachmat Gobel, Zulkifli Hasan: Indonesia Kehilangan Sosok Pejuang
Jampidsus Febrie Adriansyah...
Jampidsus Febrie Adriansyah Akui Rumah di Sentul yang Digeledah Polri Miliknya
PSEL Bali Dinilai Strategis...
PSEL Bali Dinilai Strategis Kendalikan Sampah dan Emisi
Berita Terkini
Mojtaba Akan Pimpin...
Mojtaba Akan Pimpin Doa untuk Ayatollah Ali Khamenei, Bakal Muncul untuk Pertama Kalinya?
Horor! Siswa Daratkan...
Horor! Siswa Daratkan Pesawat Sendirian usai Instruktur Pilot Lompat Bunuh Diri
Suporter Maroko Mengamuk...
Suporter Maroko Mengamuk di London usai Timnya Dikalahkan Prancis 2-0
20 Kapal Perang AS Berkeliaran...
20 Kapal Perang AS Berkeliaran di Timur Tengah saat Iran-Amerika Saling Serang
Berubah Pikiran Lagi,...
Berubah Pikiran Lagi, AS Akan Pasok Rudal Canggih Tomahawk ke Jerman
Lagi, Wakil Menteri...
Lagi, Wakil Menteri Sembunyikan Uang Korupsi Rp193 Miliar di Dalam Drainase Air Hujan
Infografis
3 Proyek Kereta Cepat...
3 Proyek Kereta Cepat Termahal di Dunia, Whoosh Tak Masuk Hitungan
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved