Serang Lebanon, Israel: Kami Tak Terikat dalam Perjanjian Damai Iran dan AS
Senin, 15 Juni 2026 - 15:08 WIB
loading...
Serang Lebanon, Israel klaim tak terikat dalam perjanjian damai Iran dan AS. Foto/X
A
A
A
TEL AVIV - Israel belum secara resmi mengomentari perjanjian kerangka kerja antara AS dan Iran, yang diumumkan oleh Pakistan dan Presiden AS Donald Trump.
Namun, Menteri Keamanan Nasional Israel sayap kanan, Itamar Ben-Gvir sudah mengirimkan sinyal penolakan.
Mengkritik kesepakatan antara AS dan Iran, ia mengatakan: "Kami bukan mitra dalam perjanjian ini yang tidak menjamin keamanan kami, dan perjanjian ini tidak mengikat kami dengan cara apa pun."
Ia menambahkan Israel seharusnya tidak puas dengan apa pun selain "pembubaran Hizbullah", mendesak kelanjutan tindakan terhadap kelompok politik bersenjata Lebanon tersebut.
“Setiap peluncuran drone, UAV, atau rudal ke arah Israel dari Lebanon akan menyebabkan serangan Israel di Dahiya,” tambahnya, dilansir Al Jazeera.
Ben-Gvir sering mengkritik pemerintahannya sendiri dan telah dikenai sanksi oleh Inggris dan negara-negara lain karena “penghasutan kekerasan berulang kali terhadap komunitas Palestina”.
Sebelumnya, Yair Golan, pemimpin Demokrat sayap kiri tengah, mengecam perjanjian tersebut.
“Dalam satu langkah, prestasi militer luar biasa yang diraih dengan keberanian pilot kita dan darah para pejuang kita telah dihapus, sementara Netanyahu berdiri di pinggir lapangan – lemah, sakit, terisolasi, dan tidak berdaya,” katanya dalam sebuah unggahan di media sosial.
Golan menyebut kesepakatan itu sebagai “puncak dari kegagalan bertahun-tahun,” menambahkan bahwa Netanyahu “mengakhiri masa jabatannya dengan musuh Israel yang lebih kuat, Israel yang lebih lemah, dan pencegahan yang dibangun dengan darah para pejuang kita terkikis di depan mata kita.”
Sementara itu, Kantor Berita Nasional Lebanon (NNA) melaporkan dalam satu jam terakhir sejumlah serangan Israel di berbagai bagian Lebanon selatan, meskipun ada kesepakatan AS-Iran yang menurut Teheran akan mencakup penghentian serangan terhadap Lebanon.
Tentara Israel melakukan dua serangan di Khiam dan serangan drone terhadap sebuah mobil di kota Kfar Tebnit, di mana dilaporkan ada korban luka, menurut NNA.
Kota Kfar Tebnit dan Nabatieh al-Fawqa juga menjadi sasaran penembakan artileri Israel.
NNA juga mengatakan bahwa tentara Israel meledakkan kendaraan lapis baja M113 yang dikendalikan dari jarak jauh dan dipasangi jebakan di jalan Haris-Tibnin, yang menuju ke kota Tyre di selatan.
Namun, Menteri Keamanan Nasional Israel sayap kanan, Itamar Ben-Gvir sudah mengirimkan sinyal penolakan.
Mengkritik kesepakatan antara AS dan Iran, ia mengatakan: "Kami bukan mitra dalam perjanjian ini yang tidak menjamin keamanan kami, dan perjanjian ini tidak mengikat kami dengan cara apa pun."
Ia menambahkan Israel seharusnya tidak puas dengan apa pun selain "pembubaran Hizbullah", mendesak kelanjutan tindakan terhadap kelompok politik bersenjata Lebanon tersebut.
“Setiap peluncuran drone, UAV, atau rudal ke arah Israel dari Lebanon akan menyebabkan serangan Israel di Dahiya,” tambahnya, dilansir Al Jazeera.
Ben-Gvir sering mengkritik pemerintahannya sendiri dan telah dikenai sanksi oleh Inggris dan negara-negara lain karena “penghasutan kekerasan berulang kali terhadap komunitas Palestina”.
Sebelumnya, Yair Golan, pemimpin Demokrat sayap kiri tengah, mengecam perjanjian tersebut.
“Dalam satu langkah, prestasi militer luar biasa yang diraih dengan keberanian pilot kita dan darah para pejuang kita telah dihapus, sementara Netanyahu berdiri di pinggir lapangan – lemah, sakit, terisolasi, dan tidak berdaya,” katanya dalam sebuah unggahan di media sosial.
Golan menyebut kesepakatan itu sebagai “puncak dari kegagalan bertahun-tahun,” menambahkan bahwa Netanyahu “mengakhiri masa jabatannya dengan musuh Israel yang lebih kuat, Israel yang lebih lemah, dan pencegahan yang dibangun dengan darah para pejuang kita terkikis di depan mata kita.”
Sementara itu, Kantor Berita Nasional Lebanon (NNA) melaporkan dalam satu jam terakhir sejumlah serangan Israel di berbagai bagian Lebanon selatan, meskipun ada kesepakatan AS-Iran yang menurut Teheran akan mencakup penghentian serangan terhadap Lebanon.
Tentara Israel melakukan dua serangan di Khiam dan serangan drone terhadap sebuah mobil di kota Kfar Tebnit, di mana dilaporkan ada korban luka, menurut NNA.
Kota Kfar Tebnit dan Nabatieh al-Fawqa juga menjadi sasaran penembakan artileri Israel.
NNA juga mengatakan bahwa tentara Israel meledakkan kendaraan lapis baja M113 yang dikendalikan dari jarak jauh dan dipasangi jebakan di jalan Haris-Tibnin, yang menuju ke kota Tyre di selatan.
(ahm)
Lihat Juga :