Drone Hizbullah Hantam Israel, IDF Bombardir Lebanon
Minggu, 14 Juni 2026 - 20:04 WIB
loading...
A
A
A
Sementara itu, militer mengeluarkan peringatan evakuasi besar-besaran bagi penduduk 29 desa di Lebanon selatan menjelang serangan di sana, meskipun ada gencatan senjata yang dimaksudkan untuk menghentikan perang dengan Hizbullah.
Sementara itu, Israel mengatakan militernya menyerang target Hizbullah di pinggiran selatan Beirut pada hari Minggu setelah kelompok bersenjata yang bersekutu dengan Iran itu menembak ke wilayah Israel, dan kantor berita negara Lebanon mengatakan dua orang tewas.
Militer Israel sebelumnya mengatakan bahwa Hizbullah telah meluncurkan tiga proyektil ke arah komunitas di Israel utara, menyebutnya sebagai pelanggaran gencatan senjata yang terang-terangan.
“IDF kini telah menyerang target teroris organisasi teroris Hizbullah di lingkungan Dahiyeh di Beirut, sebagai tanggapan atas penembakan Hizbullah ke wilayah Israel,” kata pernyataan bersama Perdana Menteri Benjamin Netanyahu dan Menteri Pertahanan Israel Katz.
Setidaknya dua orang tewas dan empat lainnya terluka dalam serangan itu, yang menargetkan sebuah apartemen di pinggiran selatan Beirut, lapor kantor berita negara NNA.
Sumber keamanan Lebanon mengatakan serangan itu tampaknya merupakan serangan yang ditargetkan dengan dua rudal. Militer Israel mengatakan telah melakukan serangan "tepat" terhadap pusat komando Hizbullah.
Tidak ada komentar langsung dari Hizbullah mengenai pernyataan Israel, tetapi kelompok itu mengatakan telah meluncurkan rudal dan drone ke arah pasukan Israel di Lebanon selatan.
Pekan lalu, serangan Israel di pinggiran selatan memicu baku tembak antara Israel dan Iran yang mengancam akan menggagalkan kesepakatan AS-Iran yang akan mengakhiri perang yang lebih luas.
Washington dan Teheran tampaknya hampir mencapai kesepakatan untuk mengakhiri konflik yang telah berlangsung lebih dari tiga bulan yang mengganggu pasokan energi dan mengguncang ekonomi global, dengan para pemimpin AS dan Pakistan memperkirakan kesepakatan itu dapat ditandatangani pada hari Minggu.
Sementara itu, Israel mengatakan militernya menyerang target Hizbullah di pinggiran selatan Beirut pada hari Minggu setelah kelompok bersenjata yang bersekutu dengan Iran itu menembak ke wilayah Israel, dan kantor berita negara Lebanon mengatakan dua orang tewas.
Militer Israel sebelumnya mengatakan bahwa Hizbullah telah meluncurkan tiga proyektil ke arah komunitas di Israel utara, menyebutnya sebagai pelanggaran gencatan senjata yang terang-terangan.
“IDF kini telah menyerang target teroris organisasi teroris Hizbullah di lingkungan Dahiyeh di Beirut, sebagai tanggapan atas penembakan Hizbullah ke wilayah Israel,” kata pernyataan bersama Perdana Menteri Benjamin Netanyahu dan Menteri Pertahanan Israel Katz.
Setidaknya dua orang tewas dan empat lainnya terluka dalam serangan itu, yang menargetkan sebuah apartemen di pinggiran selatan Beirut, lapor kantor berita negara NNA.
Sumber keamanan Lebanon mengatakan serangan itu tampaknya merupakan serangan yang ditargetkan dengan dua rudal. Militer Israel mengatakan telah melakukan serangan "tepat" terhadap pusat komando Hizbullah.
Tidak ada komentar langsung dari Hizbullah mengenai pernyataan Israel, tetapi kelompok itu mengatakan telah meluncurkan rudal dan drone ke arah pasukan Israel di Lebanon selatan.
Pekan lalu, serangan Israel di pinggiran selatan memicu baku tembak antara Israel dan Iran yang mengancam akan menggagalkan kesepakatan AS-Iran yang akan mengakhiri perang yang lebih luas.
Washington dan Teheran tampaknya hampir mencapai kesepakatan untuk mengakhiri konflik yang telah berlangsung lebih dari tiga bulan yang mengganggu pasokan energi dan mengguncang ekonomi global, dengan para pemimpin AS dan Pakistan memperkirakan kesepakatan itu dapat ditandatangani pada hari Minggu.
Lihat Juga :