Profesor AS: Israel, Bukan Iran, yang Jadi Ancaman Nuklir Utama di Timur Tengah

Minggu, 14 Juni 2026 - 06:02 WIB
loading...
Profesor AS: Israel,...
Profesor Theodore Postol, mantan penasihat strategis Pentagon sebut Israel yang jadi ancaman nuklir utama di Timur Tengah. Foto/The Cradle
A A A
WASHINGTON - Bahaya nuklir utama yang dihadapi Timur Tengah bukan berasal dari Iran, tetapi dari Israel. Demikian disampaikan Profesor Theodore Postol, mantan Penasihat Sains dan Kebijakan tentang Isu Nuklir Strategis untuk Kepala Operasi Angkatan Laut Amerika Serikat (AS).

Pakar tersebut memperingatkan bahwa kepemimpinan di Israel telah menempatkan negara Yahudi itu pada jalur yang semakin berbahaya.

Baca Juga: Dicecar Apakah Israel Memiliki Senjata Nuklir? Ini Jawaban Menlu AS Marco Rubio

Israel secara luas diyakini memiliki persenjataan nuklir yang tidak diumumkan, meskipun otoritas di Tel Aviv secara konsisten menolak untuk mengonfirmasi atau membantahnya. Isu program nuklir Iran telah menjadi dalih bagi AS dan Israel untuk meluncurkan serangan terhadap Iran, yang dimulai pada 28 Februari lalu.

“Jangan berpikirIran adalah ancaman nuklir terbesar, penyebab ketidakstabilan nuklir terbesar di Timur Tengah adalah Israel,” kata fisikawan terkemuka Massachusetts Institute of Technology (MIT) tersebut dalam sebuah wawancara dengan pembawa acara "Going Underground", Afshin Rattansi, yang dilansir Russia Today, Sabtu (13/6/2026).

Postol mencatat bahwa kepemimpinan Israel telah mendorong negara itu ke dalam situasi di mana bahkan komandan militer mereka sendiri memperingatkan bahwa pasukan mereka terpojok dan telah mencapai batas kemampuan mereka.

Mengutip sejumlah laporan, mantan penasihat strategis Pentagon itu mengatakan bahwa para pemimpin militer Israel telah memberi tahu Perdana Menteri (PM) Benjamin Netanyahu bahwa mereka “tidak dapat berbuat lebih banyak", menambahkan bahwa negara itu menderita kerugian pasukan yang besar.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Berlatih di Tijuana,...
Berlatih di Tijuana, Timnas Iran Dikawal 300 Pasukan Elite Meksiko
Jika Dicairkan, Aset...
Jika Dicairkan, Aset Beku Iran Jadi Oksigen Segar untuk Kebangkitan Ekonomi Iran
Apa Itu Front Kedelapan...
Apa Itu Front Kedelapan Israel? Propaganda Digital terhadap Politikus Pro-Palestina
Ini 5 Bukti Perjanjian...
Ini 5 Bukti Perjanjian Damai AS dan Iran Tunjukkan Kegagalan Tujuan Perang Israel
Tiru Israel, Taiwan...
Tiru Israel, Taiwan Gunakan AI untuk Rekrut Informan dan Whistleblower China
Pemimpin Oposisi Zionis:...
Pemimpin Oposisi Zionis: Kesepakatan Damai AS-Iran Berarti Tak Satu Pun Tujuan Perang Israel Tercapai
Mayat Ditemukan Dekat...
Mayat Ditemukan Dekat Markas Timnas Iran di Piala Dunia 2026, Teror atau Kebetulan?
Pilu Seorang Ibu Gugat...
Pilu Seorang Ibu Gugat OpenAI Usai Kematian Putrinya Dikaitkan ChatGPT
Trump Ulang Tahun Ke-80,...
Trump Ulang Tahun Ke-80, Dimeriahkan dengan Laga UFC di Gedung Putih
Rekomendasi
WNI Dianiaya di Malaysia,...
WNI Dianiaya di Malaysia, Kemlu Sebut 4 Pelaku Sudah Diamankan
Denny JA Sebut Algoritma...
Denny JA Sebut Algoritma Lahirkan Kelas Baru Pekerja Digital yang Rentan
Audisi Miss Indonesia...
Audisi Miss Indonesia 2026 Yogyakarta Hari Kedua Diserbu Talenta Muda Berprestasi
Berita Terkini
Berlatih di Tijuana,...
Berlatih di Tijuana, Timnas Iran Dikawal 300 Pasukan Elite Meksiko
Jika Dicairkan, Aset...
Jika Dicairkan, Aset Beku Iran Jadi Oksigen Segar untuk Kebangkitan Ekonomi Iran
Militerisasi Jepang...
Militerisasi Jepang dan Bahaya Radiasi Radio Aktif
Drone Hizbullah Hantam...
Drone Hizbullah Hantam Israel, IDF Bombardir Lebanon
Inggris Caplok Armada...
Inggris Caplok Armada Bayangan Rusia, Akankah Picu Perang Besar?
Ini Gaun Emas Termahal...
Ini Gaun Emas Termahal di Dunia! Beratnya 10 Kg, Harganya Rp24 Miliar
Infografis
3 Syarat Iran di Selat...
3 Syarat Iran di Selat Hormuz: Aturan Ketat untuk Kapal yang Melintas
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved