Eks Kepala AL Jerman: Uni Eropa Bisa 'Berjalan Tanpa Sadar' Menuju Perang Melawan Rusia

Jum'at, 12 Juni 2026 - 08:05 WIB
loading...
Eks Kepala AL Jerman:...
Uni Eropa berisiko berjalan tanpa sadar menuju perang melawan Rusia karena telah meninggalkan keterlibatan diplomatik dengan Moskow. Foto/CEPA
A A A
BERLIN - Mantan Kepala Angkatan Laut (AL) Jerman, Kay-Achim Schonbach, memperingatkan bahwa Jerman dan Uni Eropa bisa "berjalan tanpa sadar" menuju perang melawan Rusia atau terlibat dalam perang di Ukraina. Alasannya, blok Eropa telah meninggalkan keterlibatan diplomatik dengan Moskow.

Schonbach mengundurkan diri pada awal tahun 2022 setelah memicu kegemparan politik dengan berargumen bahwa Rusia bertindak untuk melindungi kepentingan keamanannya daripada mencari konfrontasi dengan Barat.

Baca Juga: Eropa Memanas! Jet Tempur Prancis Tembak Jatuh Drone Rusia di Latvia

Dalam wawancara dengan Berliner Zeitung, Schonbach mengatakan dia tidak akan mengubah substansi komentar yang membuatnya mengundurkan diri itu, dengan alasan bahwa Eropa melewatkan kesempatan untuk mencegah eskalasi konflik Ukraina. "Dengan gagal menghormati hak Federasi Rusia atas visinya sendiri tentang arsitektur keamanan di perbatasan baratnya," katanya.

Schonbach menekankan bahwa perdamaian dan stabilitas di Eropa hanya mungkin terjadi dengan, dan bukan melawan, Rusia.

Dia juga menyampaikan kekhawatiran bahwa mengingat arah mereka saat ini, Jerman dan Uni Eropa dapat melampaui dukungan yang sah untuk Ukraina. "Dan berjalan tanpa sadar dalam peran sebagai pihak yang berperang," katanya.

"Hanya di Ukraina diplomasi ditolak secara kategoris," ujarnya, yang dikutip Russia Today, Jumat (12/6/2026). "Jerman telah menyia-nyiakan puluhan tahun rekonsiliasi pascaperang dengan Moskow melalui moralisasi dan kemarahan yang benar," paparnya.

Schonbach juga mengatakan kontak antara Angkatan Laut Jerman dan Rusia sekarang "benar-benar terputus", sesuatu yang menurutnya tidak terjadi bahkan pada puncak Perang Dingin.

Peringatannya muncul ketika anggota NATO Eropa terus memperluas pengeluaran militer dan memperkeras retorika mereka terhadap Moskow.

Presiden Ceko Petr Pavel baru-baru ini mendesak NATO untuk "menunjukkan taringnya" kepada Rusia, sementara para komandan senior Barat menyerukan agar Eropa bersiap untuk kemungkinan perang tahun 2030 dengan Moskow.

Di Jerman, tokoh oposisi dari sayap kanan AfD dan BSW pimpinan Sahra Wagenknecht juga secara konsisten mengkritik kebijakan Berlin terhadap Ukraina, menyerukan dialog baru dengan Rusia, penghentian pengiriman senjata ke Kyiv, dan peninjauan kembali sanksi yang menurut mereka telah menghancurkan ekonomi Jerman sendiri.

Moskow berulang kali membantah klaim bahwa mereka berencana untuk menyerang NATO atau Uni Eropa, di mana Presiden Rusia Vladimir Putin menyebutnya sebagai "omong kosong" dan "provokasi" yang digunakan untuk membenarkan militerisasi.

Menteri Luar Negeri Rusia Sergey Lavrov juga menekankan bahwa Rusia tidak berniat menyerang Eropa kecuali diserang terlebih dahulu, dan menuduh kepemimpinan Jerman dan Uni Eropa mengubah blok tersebut menjadi "Reich Keempat".
(mas)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Beda dengan Pejabat...
Beda dengan Pejabat Eropa, Jenderal Senior NATO Ini Sebut Rusia Tak Mencari Konflik
Berseteru dengan PM...
Berseteru dengan PM Starmer, Menhan Inggris John Healey Mundur
Ini 15 Negara yang Mampu...
Ini 15 Negara yang Mampu Memproduksi Jet Tempur Sendiri, Indonesia Kapan?
Ciptakan Krisis Energi...
Ciptakan Krisis Energi di Rusia, Drone Ukraina Serang Krimea dan Kilang Minyak Utama
Partai Pro-Barat Menang...
Partai Pro-Barat Menang Pemilu Armenia, Pukulan Telak bagi Rusia
7 Negara dengan Produksi...
7 Negara dengan Produksi Tank Tempur Terbanyak di Dunia, China dan Rusia Bersaing Ketat
Hindari Selat Hormuz!...
Hindari Selat Hormuz! India Diam-Diam Gandeng Rusia Buka Jalur Es Ekstrem
Belfast Membara! Kerusuhan...
Belfast Membara! Kerusuhan Pecah, Sejumlah Bangunan dan Kendaraan Dibakar
Tegas! Erdogan: Israel...
Tegas! Erdogan: Israel Ancaman bagi Turki dan Dunia
Rekomendasi
Pemutakhiran NIK Jadi...
Pemutakhiran NIK Jadi Kunci Pembebasan PBB-P2 di Jakarta
Pemilik Blueray Cargo...
Pemilik Blueray Cargo Ngaku Setor Rp30 Miliar ke Dedi Congor
Mahasiswa Indonesia-Thailand...
Mahasiswa Indonesia-Thailand Pelajari Rantai Pasok Kopi Jawa Lewat Short Course UNEJ
Berita Terkini
Inggris, Australia,...
Inggris, Australia, dan Kanada Luncurkan Dana untuk Dukung Upaya Solusi 2 Negara
Israel Jadi Negara yang...
Israel Jadi Negara yang Paling Banyak Diboikot di Dunia
Ayatollah Khamenei Sudah...
Ayatollah Khamenei Sudah Lebih dari 100 Hari Meninggal, Iran Tunda Lagi Penguburannya
Beda dengan Pejabat...
Beda dengan Pejabat Eropa, Jenderal Senior NATO Ini Sebut Rusia Tak Mencari Konflik
Elon Musk Triliuner...
Elon Musk Triliuner Pertama di Dunia, Kekayaannya Rp19.706,5 Triliun Setara 73 Kali Anggaran MBG
Putri Bha Meninggal,...
Putri Bha Meninggal, Calon Pewaris Raja Vajiralongkorn Berharta Rp770 Triliun Makin Misterius
Infografis
Bersiap Perang, 450...
Bersiap Perang, 450 Juta Warga Uni Eropa Diminta Timbun Makanan
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved