Sistem Rudal Iran Tembaki Jet Tempur F-16 AS

Kamis, 11 Juni 2026 - 07:41 WIB
loading...
Sistem Rudal Iran Tembaki...
IRGC menyatakan sistem pertahanan rudal Iran tembaki jet tempur F-16 Angkatan Udara AS di atas Teluk Persia, memaksa pesawat tersebut melakukan manuver menghindar. Foto/ Tech. Sgt. Noah J. Tancer/US Air Force
A A A
TEHERAN - Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) pada Kamis (11/6/2026) menyatakan sistem pertahanan rudal Iran telah menembakkan sejumlah rudal ke jet tempur F-16 Angkatan Udara Amerika Serikat (AS) di atas Teluk Persia. Menurut IRGC, serangan telah memaksa pesawat tersebut untuk melakukan manuver menghindar.

Selain itu, IRGC juga mengumumkan penutupan total Selat Hormuz setelah AS meluncurkan serangan terbaru terhadap negara Islam tersebut.

Baca Juga: AS Bombardir Iran 2 Hari Berturut-turut saat Harga Minyak Melonjak

"Saat ini, karena ketidakstabilan di kawasan ini, Selat Hormuz ditutup untuk pergerakan semua jenis kapal, termasuk kapal tanker minyak dan kapal komersial. Kapal apa pun yang mencoba melintas akan menjadi sasaran," bunyi pengumuman IRGC.

AS melancarkan serangan di Iran pada Kamis pagi, menyusul laporan bahwa sistem pertahanan udara Iran diaktifkan di beberapa wilayah.

Di antara lokasi lain, sistem tersebut diaktifkan di Provinsi Fars, di Pulau Qeshm, dan di ibu kota, Teheran.

Selain itu, ledakan dilaporkan terjadi di pabrik petrokimia di Assaluyeh—fasilitas terbesar sejenisnya di negara itu, yang bertanggung jawab atas sekitar 50% produksi petrokimia Iran. Ledakan lebih lanjut dilaporkan terdengar di Pulau Kish, Pulau Qeshm, dan di Sirik, dekat Selat Hormuz.

Komando Pusat AS atau CENTCOM juga mengkonfirmasi bahwa pasukannya mulai melancarkan serangan pertahanan diri tambahan terhadap berbagai target di Iran.

"Serangan tersebut sebagai tanggapan terhadap agresi Iran yang tidak beralasan dan berkelanjutan," kata CENTCOM.

Presiden AS Donald Trump mengatakan kepada Fox News bahwa dia telah berbicara langsung dengan para pejabat Iran. Menurutnya, para pejabat tersebut telah memintanya untuk menghentikan serangan.

"Serangan akan segera berakhir. Kita mungkin akan melanjutkannya nanti," ujarnya, sambil juga menekankan bahwa Israel tidak terlibat dalam serangan kali ini.

Kantor berita Iran, Tasnim, yang berafiliasi erat dengan IRGC, menepis pernyataan Trump. "Klaim Trump bahwa dia berbicara dengan pejabat Iran yang meminta penghentian serangan adalah kebohongan mutlak. Tidak ada percakapan yang terjadi dengan Trump, dan Iran akan menanggapi agresi terhadapnya melalui cara militer," tulis media tersebut.

Serangan terbaru AS dimulai beberapa saat setelah Menteri Perang AS Pete Hegseth mengulangi peringatan Trump sebelumnya tentang serangan militer yang akan segera terjadi terhadap Iran.

Berbicara kepada wartawan di markas CENTCOM di Tampa, Florida, Hegseth mengatakan, "CENTCOM akan sibuk malam ini karena kita akan menyerang Iran dengan keras."

"Iran memiliki kesempatan untuk membuat kesepakatan yang bagus. Mereka belum bersedia, mereka akan mengalami serangan bom beruntun di fasilitas-fasilitas penting di Iran dari AS," katanya.

Hegseth menekankan bahwa serangan tersebut bukan untuk memulai kembali perang, tetapi untuk menetapkan syarat-syarat kesepakatan.

“Serangan yang akan terjadi malam ini akan kuat dan jelas, dan jika harus terjadi besok malam, serangan itu juga akan kuat dan jelas. Presiden Trump siap untuk membuat kesepakatan itu, Iran akan bijak jika menerimanya, jika tidak, mereka harus menghadapi jenis rencana yang baru saja saya lihat di CENTCOM,” paparnya.
(mas)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Presiden Iran Klaim...
Presiden Iran Klaim Teheran Keluar sebagai Pemenang, Ini Alasan Utamanya
Bagaimana Perdamaian...
Bagaimana Perdamaian Iran dan AS Membentuk Arsitektur Timur Tengah yang Baru?
Israel Tak Akan Mundur...
Israel Tak Akan Mundur dari Suriah, Gaza dan Lebanon
Dunia Sambut Positif...
Dunia Sambut Positif Perdamaian AS dan Iran, Hanya Israel yang Marah
Perdamaian Segera Terwujud,...
Perdamaian Segera Terwujud, Militer Iran: Keinginan Rakyat Sudah Dipaksakan kepada Musuh
Serang Lebanon, Israel:...
Serang Lebanon, Israel: Kami Tak Terikat dalam Perjanjian Damai Iran dan AS
Perang Iran: Dari Bertahan...
Perang Iran: Dari Bertahan Hidup Menjadi Pengatur Kawasan?
Serangan Rusia Tewaskan...
Serangan Rusia Tewaskan 9 Orang di Ukraina, Katedral Bersejarah Kyiv Terbakar
10.000 Lebih Jenazah...
10.000 Lebih Jenazah Warga Gaza Masih Terkubur di Reruntuhan, Terancam Tak Bisa Diidentifikasi
Rekomendasi
5 Fakta Timnas Spanyol...
5 Fakta Timnas Spanyol Mandul Lawan Cape Verde di Piala Dunia 2026
Megawati Tegaskan Prabowo...
Megawati Tegaskan Prabowo Bukan Musuh: Itu Teman Saya
BGN Evaluasi Insentif...
BGN Evaluasi Insentif SPPG Rp6 Juta per Hari
Berita Terkini
4 Fakta Memalukan Keluarga...
4 Fakta Memalukan Keluarga Kerajaan Norwegia Divonis 4 Tahun Penjara karena Pemerkosaan
Pesawat Pengebom Strategis...
Pesawat Pengebom Strategis Tu-22M3 Rusia Jatuh saat Latihan Penerbangan, Apakah Ada Sabotase?
Presiden Iran Klaim...
Presiden Iran Klaim Teheran Keluar sebagai Pemenang, Ini Alasan Utamanya
China Tangkap 2 Pemimpin...
China Tangkap 2 Pemimpin Gereja Bawah Tanah yang Berpengaruh, Apa Pemicunya?
Putin Mengamuk! Serangan...
Putin Mengamuk! Serangan Rusia Tewaskan 11 Orang dan Hancurkan Katedral Bersejarah
Bagaimana Perdamaian...
Bagaimana Perdamaian Iran dan AS Membentuk Arsitektur Timur Tengah yang Baru?
Infografis
Perang AS-Israel vs...
Perang AS-Israel vs Iran Telah Mengungkap Kelemahan Militer Inggris
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved